UMJAMBIUMJAMBI

Jurnal DevelopmentJurnal Development

Kopi merupakan komoditas utama masyarakat, mulai dari wilayah Aceh hingga Lampung untuk pulau Sumatera. Jambi merupakan salah satu provinsi yang juga turut mengembangkan produk ini dalam skala lokal, meskipun hingga kini daya saingnya masih rendah jika dibandingkan dengan Lampung. Padahal Kopi di wilayah Jambi memiliki jenis dan karakteristik menarik, baik dari jenis, mutu maupun sentuhan kearifan lokal dari sisi pemeliharaan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana “Meningkatkan daya saing biji kopi Indonesia: Strategi pengembangan kopi lokal Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Tujuannya adalah: a) mengetahui potensi kopi lokal guna peningkatan daya saing kopi biji Indonesia, 2) mengembangkan strategi pemasaran dengan local branding kopi Jangkat dalam skala nasional dan internasional agar lebih kompetitif dalam jangka panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Advantage (RCA). Analisis ini merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur keunggulan komparatif disuatu wilayah (kawasan, negara, propinsi). Konsep dasarnya adalah perdagangan antar wilayah menunjukkan keunggulan komparatif yang dimiliki oleh suatu wilayah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa angat diperlukan strategi pengembangan kopi lokal Jangkat-Provinsi Jambi dan membuat implikasi strategis pada aras kebijakan lokal, guna peningkatan daya saing biji kopi dalam skala nasional dan internasional bergantung pada produktivitas, kualitas dan design model keunggulan kompetitif kopi itu sendiri. Kata Kunci: Strategi Pengembangan (Development Strategy), Karakteristik Kopi Lokal, (Competitive Advantage), Revealed.

Ekspor kopi biji Indonesia masih berorientasi pada produksi daripada pasar, sehingga nilai ekspornya rendah meskipun volume meningkat, dengan Jepang dan Jerman sebagai pasar utama serta dominasi kopi robusta grade rendah.Beberapa permasalahan utama meliputi kegagalan kebijakan retensi stok, mutu biji yang rendah, risiko kontaminasi ochratoxin A, dan biaya ekspor yang tinggi.Analisis atas kopi spesial Jangkat menunjukkan keunggulan pada sumber daya alam namun kelemahan pada sumber daya manusia, teknologi, dan infrastruktur pendukung.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji apakah penerapan model pengembangan kopi organik di daerah lain seperti Sumatra Utara atau Sulawesi Selatan mampu meningkatkan daya saing ekspor kopi Indonesia dengan membandingkan produktivitas dan nilai tambah melalui studi komparatif longitudinal. Selain itu, sebuah studi dapat mengeksplorasi seberapa besar peran integrasi teknologi digital dalam rantai pasok kopi lokal Jangkat untuk mengatasi keterbatasan akses modal dan informasi pasar, dengan menggunakan pendekatan survei panel terhadap kelompok tani selama beberapa tahun. Terakhir, ada peluang untuk mempelajari dampak perubahan iklim terhadap karakteristik biji kopi spesial di wilayah Kerinci Seblat, termasuk variasi jenis arabika dan robusta, melalui analisis data iklim historis dan hasil panen yang dapat menjadi dasar untuk strategi adaptasi jangka panjang. Saran-saran ini mengembangkan temuan penelitian sebelumnya dengan fokus pada aspek inovatif dan global, mempertimbangkan keterbatasan metode RCA yang hanya deskriptif untuk mendorong pengukuran kualitatif yang lebih mendalam guna membangun kebijakan yang lebih tepat sasaran di tingkat lokal dan nasional.

  1. #ekonomi kreatif#ekonomi kreatif
  2. #industri kreatif#industri kreatif
Read online
File size1.2 MB
Pages20
Short Linkhttps://juris.id/p-1jS
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test