UMJAMBIUMJAMBI

Jurnal DevelopmentJurnal Development

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Produk Domestik Regional Bruto dan pengaruh Jumlah Pengangguran terhadap jumlah penduduk miskin di Kota Jambi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan untuk menganalisis pengaruh IPM, PDRB dan jumlah pengangguran terhadap jumlah penduduk miskin di Kota Jambi periode 2007-2016 maka dapat disimpulkan berdasarkan analisis regresi linear berganda IPM (X1) mempunyai hubungan negatif terhadap jumlah penduduk miskin dimana jika IPM naik 1 persen maka jumlah penduduk miskin akan turun sebesar -0,072. Berdasarkan analisis regresi linear berganda PDRB (X2) mempunyai hubungan positif terhadap jumlah penduduk miskin dimana jika PDRB naik 1 persen maka jumlah penduduk miskin akan naik sebesar 1,288. Berdasarkan analisis regresi linear berganda jumlah penangguran (X3) mempunyai hubungan positif terhadap jumlah penduduk miskin dimana jika jumlah penangguran naik 1 persen maka jumlah penduduk miskin akan naik sebesar 0,132.

IPM memiliki hubungan negatif terhadap jumlah penduduk miskin di Kota Jambi, di mana peningkatan IPM sebesar 1 persen berpotensi menurunkan jumlah penduduk miskin.PDRB menunjukkan hubungan positif, sehingga kenaikan PDRB sebesar 1 persen dapat meningkatkan jumlah penduduk miskin.Jumlah pengangguran juga berhubungan positif, di mana peningkatan jumlah pengangguran sebesar 1 persen akan memperbesar angka kemiskinan.

Penelitian lanjutan dapat meneliti bagaimana dampak variasi sektor ekonomis tertentu terhadap pengurangan kemiskinan di daerah urban seperti Kota Jambi, misalnya dengan mempertanyakan apakah peningkatan investasi di industri padat karya dapat lebih efektif menurunkan angka kemiskinan dibandingkan dengan fokus pada pertanian tradisional. Selain itu, seorang peneliti bisa mengkaji perbandingan jangka waktu yang lebih lama, seperti mulai dari tahun 2000, untuk mengetahui apakah pola hubungan antara IPM, PDRB, dan pengangguran dengan kemiskinan berubah seiring waktu, dan apakah ada periode tertentu di mana variabel-variabel ini lebih dominan mempengaruhi. Pendekatan multidimensi kemiskinan menurut Dewanto (2014) juga bisa dikembangkan menjadi fokus studi baru, seperti menanyakan bagaimana integrasi aspek sosial dan lingkungan dalam indikator kemiskinan berinteraksi dengan variabel ekonomi seperti pengangguran, dan apakah pendekatan tersebut menghasilkan strategi yang lebih efektif dalam memutus rantai kemiskinan di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Kota Jambi. Tidak hanya itu, telaah lanjutan mengenai variabel tambahan seperti tingkat pendidikan atau akses kesehatan bisa jadi arah penelitian menarik, dengan pertanyaan apakah interaksi antara pendidikan masyarakat miskin dan pengangguran dapat digunakan sebagai indikator prediktif yang lebih baik untuk kebijakan anti-kemiskinan di masa depan. Pada akhirnya, studi eksperimen atau simulasi data historis periode sebelumnya bisa membuka wawasan baru, seperti memprediksi dampak kebijakan ekonomi hipotetis terhadap kemiskinan, sehingga membantu perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran tanpa mengandalkan asumsi regresi sederhana.

  1. #ekonomi kreatif#ekonomi kreatif
  2. #regresi linear berganda#regresi linear berganda
Read online
File size1.04 MB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-1jQ
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test