STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihI Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti RapihLatar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu gangguan metabolik yang terjadi akibat hiperglikemia. Bila tidak dikendalikan dapat berakibat kematian. Dengan demikian diperlukan aktivitas kontrol dan self‑management secara efektif bagi penderita. Tujuan: Mengetahui gambaran manajemen diri pada penderita diabetes melitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Bantul. Metode: Penelitian studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner DSMQ (Diabetes Self‑Management Questionnaire) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia; sampel sebanyak 73 pasien diabetes dipilih dengan accidental sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Karakteristik responden terdiri atas 72,6 % lansia, 56,2 % perempuan, 43,8 % tingkat pendidikan menengah, 75,3 % tidak merokok, 60,3 % indeks massa tubuh normal, 52,1 % memiliki riwayat keluarga diabetes; 53,4 % memiliki kemampuan self‑management cukup dan 46,6 % baik, dengan rata‑rata sub‑skala manajemen glukosa 7,20, kontrol diet 5,17, aktivitas fisik 5,63, dan layanan kesehatan 6,30. Simpulan: Lebih dari setengah (53,4 %) responden memiliki self‑management cukup, kurang dari setengah (46,6 %) baik. Diharapkan dukungan dari semua pihak untuk mendampingi penderita DM tipe 2 dalam mengelola self‑management.
Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden merupakan lansia perempuan dengan pendidikan menengah, tidak merokok, memiliki indeks massa tubuh normal, dan setengahnya memiliki riwayat keluarga diabetes.Tingkat self‑management pasien terbagi menjadi 46,6 % baik dan 53,4 % cukup, yang dipengaruhi oleh faktor‑faktor seperti self‑efficacy, dukungan keluarga, pengetahuan, dan tingkat pendidikan.Oleh karena itu, upaya peningkatan self‑management perlu memperhatikan aspek edukasi, dukungan sosial, dan faktor demografis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan diabetes tipe 2.
Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah intervensi edukasi berbasis digital, seperti aplikasi seluler yang menyediakan modul pembelajaran interaktif, video demonstrasi, serta reminder otomatis, dapat meningkatkan skor self‑management pada pasien diabetes tipe 2 secara signifikan dibandingkan metode edukasi konvensional yang hanya mengandalkan pamphlet dan pertemuan tatap muka, dengan menggunakan desain uji coba terkontrol secara acak dan melibatkan minimal 150 responden di beberapa fasilitas kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal multi‑pusat yang melacak perubahan self‑management selama setidaknya satu tahun, untuk mengidentifikasi faktor‑faktor prediktornya seperti dukungan keluarga, tingkat pengetahuan tentang diabetes, self‑efficacy, serta variabel demografis seperti usia dan tingkat pendidikan, dengan tujuan menghasilkan model prediksi yang dapat membantu tenaga kesehatan merancang intervensi yang lebih terpersonalisasi. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dengan pendekatan fenomenologi dapat mengeksplorasi persepsi, nilai, dan hambatan budaya yang dialami pasien lansia perempuan dalam melaksanakan perilaku self‑management, termasuk aspek kepercayaan tradisional, peran gender dalam pengambilan keputusan kesehatan, serta akses terhadap sumber daya, sehingga dapat disusun program pendidikan dan dukungan yang lebih sensitif terhadap konteks sosial‑kultural dan meningkatkan kepatuhan jangka panjang.
- Complications of Diabetes 2017. diabetes journal research overview authors reviewers editors table contents... hindawi.com/journals/jdr/2018/3086167Complications of Diabetes 2017 diabetes journal research overview authors reviewers editors table contents hindawi journals jdr 2018 3086167
- An Effective Model of Diabetes Care and Education: Revising the AADE7 Self-Care Behaviors®... doi.org/10.1177/0145721719894903An Effective Model of Diabetes Care and Education Revising the AADE7 Self Care BehaviorsyCA doi 10 1177 0145721719894903
- Genetics Insights in the Relationship Between Type 2 Diabetes and Coronary Heart Disease | Circulation... ahajournals.org/doi/10.1161/CIRCRESAHA.119.316065Genetics Insights in the Relationship Between Type 2 Diabetes and Coronary Heart Disease Circulation ahajournals doi 10 1161 CIRCRESAHA 119 316065
| File size | 211.37 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
ITSKESICMEITSKESICME Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan manajemen diri pada pasien diabetes mellitus. BerdasarkanTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan manajemen diri pada pasien diabetes mellitus. Berdasarkan
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Intervensi ini menunjukkan dampak positif terhadap pengendalian glukosa darah dan dapat menjadi model intervensi komunitas berbasis kearifan lokal. PeranIntervensi ini menunjukkan dampak positif terhadap pengendalian glukosa darah dan dapat menjadi model intervensi komunitas berbasis kearifan lokal. Peran
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Data dikumpulkan melalui rekam medis yang mencakup karakteristik demografis, status hipertensi, nilai GFR, dan komorbiditas lainnya. Analisis data dilakukanData dikumpulkan melalui rekam medis yang mencakup karakteristik demografis, status hipertensi, nilai GFR, dan komorbiditas lainnya. Analisis data dilakukan
STIKES ISFISTIKES ISFI Tingkat kepatuhan minum obat diperoleh dari hasil kuesioner, sedangkan kadar glukosa darah diperoleh dari pengukuran sebelum dan sesudah pemberian konselingTingkat kepatuhan minum obat diperoleh dari hasil kuesioner, sedangkan kadar glukosa darah diperoleh dari pengukuran sebelum dan sesudah pemberian konseling
STIKES ISFISTIKES ISFI Data kompleksitas regimen obat diperoleh dari resep menggunakan Medication Regimen Complexity Index (MRCI), sedangkan kepatuhan diukur menggunakan AdherenceData kompleksitas regimen obat diperoleh dari resep menggunakan Medication Regimen Complexity Index (MRCI), sedangkan kepatuhan diukur menggunakan Adherence
UNDANAUNDANA (2) Efisiensi Usaha pengolahan kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama dengan nilai R/C ratio sebesar 2,26 di tahun 2021 dan meningkat di tahun 2022(2) Efisiensi Usaha pengolahan kelapa menjadi VCO pada Usaha Mikro Kemasama dengan nilai R/C ratio sebesar 2,26 di tahun 2021 dan meningkat di tahun 2022
JURNALFKMUITJURNALFKMUIT Data dianalisis dengan SPSS menggunakan uji statistik Chis-Square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan, riwayat keluarga, pola makan,Data dianalisis dengan SPSS menggunakan uji statistik Chis-Square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan, riwayat keluarga, pola makan,
UBTUBT Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik. Kegiatan pengabdianPengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang monitoring gula darah mandiri dan perawatan kaki diabetik. Kegiatan pengabdian
Useful /
ITSKESICMEITSKESICME Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Oleh karena itu, penggunaan media sosial sebagai saranaPenelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Oleh karena itu, penggunaan media sosial sebagai sarana
ITSKESICMEITSKESICME Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan keperawatan di RS Tugurejo Semarang, serta menganalisis perbandingannya dengan praktikPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan keperawatan di RS Tugurejo Semarang, serta menganalisis perbandingannya dengan praktik
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu target global untuk pengurangan prevalensi penyakit tidak menular, dengan tujuan menurunkan angka kejadianLatar belakang: Hipertensi merupakan salah satu target global untuk pengurangan prevalensi penyakit tidak menular, dengan tujuan menurunkan angka kejadian
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan 99 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. PengumpulanMetode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan 99 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Pengumpulan