LPPMUNIDAYANLPPMUNIDAYAN
Jurnal Akademik FKIP UnidayanJurnal Akademik FKIP UnidayanRumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara penguasaan kosakata dan pemahaman membaca siswa kelas delapan di SMP Negeri 3 Baubau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan kosakata siswa dan pemahaman membaca pada siswa kelas delapan SMP Negeri 3 Baubau dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode korelasi. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII tahun pelajaran 2021/2022 di SMP Negeri 3 Baubau sebanyak 225 siswa; sampel diambil secara simple random sampling sebanyak 57 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda dan dianalisis secara inferensial. Hasil menunjukkan nilai korelasi (R) sebesar 0,942 (kategori kuat) serta nilai Fcount 430,981 > Ftable 4,10 dengan signifikansi 0,000 (<0,05), sehingga Ha diterima, Ho ditolak, dan terdapat hubungan positif serta pengaruh signifikan antara penguasaan kosakata dan pemahaman membaca siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Baubau.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, ditemukan adanya korelasi positif yang sangat kuat antara penguasaan kosakata dan pemahaman membaca siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Baubau.Analisis statistik menunjukkan nilai Fcount sebesar 430,981 yang lebih besar dari nilai F tabel (4,10) serta nilai signifikansi 0,000 (< α=0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak.Dengan demikian, penguasaan kosakata secara signifikan memengaruhi kemampuan pemahaman membaca siswa.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penguasaan kosakata yang mencakup jenis kata benda, frasa idiom, dan kolokasi terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa kelas VII‑X di berbagai sekolah untuk melihat apakah pola korelasi serupa terjadi pada tingkatan kelas yang berbeda. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan efektivitas metode mind mapping dengan teknik menghafal tradisional dalam meningkatkan penguasaan kosakata serta dampaknya pada pemahaman membaca, sehingga dapat dipilih strategi pembelajaran yang paling optimal. Terakhir, sebuah studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan beberapa sekolah di wilayah yang beragam dapat menilai konsistensi hubungan antara penguasaan kosakata dan pemahaman membaca serta mengidentifikasi faktor konteks yang mungkin memoderasi hubungan tersebut.
| File size | 342.75 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BENGKULUINSTITUTEBENGKULUINSTITUTE The results showed that the difficulties faced by teachers in preparing Learning Implementation Plans were that teachers had difficulty in preparing appropriateThe results showed that the difficulties faced by teachers in preparing Learning Implementation Plans were that teachers had difficulty in preparing appropriate
STKIPAHSINGARAJASTKIPAHSINGARAJA Hasil belajar siswa menunjukkan pencapaian yang tinggi, dengan rentang nilai 80–92, di atas KKM sekolah sebesar 74, yang membuktikan efektivitas penggunaanHasil belajar siswa menunjukkan pencapaian yang tinggi, dengan rentang nilai 80–92, di atas KKM sekolah sebesar 74, yang membuktikan efektivitas penggunaan
UNSULBARUNSULBAR Kegiatan ini diikuti oleh santriwati Pesantren Yatama Mandiri dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respon yang positifKegiatan ini diikuti oleh santriwati Pesantren Yatama Mandiri dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hasil dari kegiatan ini menunjukkan respon yang positif
UNSULBARUNSULBAR Pengetahuan peserta pelatihan mengenai Google Sites sebelumnya masih kurang, namun setelah kegiatan PKM, pemahaman peserta tentang penggunaan dan pemanfaatanPengetahuan peserta pelatihan mengenai Google Sites sebelumnya masih kurang, namun setelah kegiatan PKM, pemahaman peserta tentang penggunaan dan pemanfaatan
UNSULBARUNSULBAR Pelatihan diikuti oleh 11 guru dan berjalan dengan baik sesuai tujuan, sehingga peserta mampu menyusun instrumen penilaian berbasis HOTS. Hasil kegiatanPelatihan diikuti oleh 11 guru dan berjalan dengan baik sesuai tujuan, sehingga peserta mampu menyusun instrumen penilaian berbasis HOTS. Hasil kegiatan
UNSULBARUNSULBAR Dalam skala rumah tangga, pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga dapat menggunakan komposter sederhana dari ember dan baskom. Hasil wawancaraDalam skala rumah tangga, pembuatan pupuk kompos dari sampah rumah tangga dapat menggunakan komposter sederhana dari ember dan baskom. Hasil wawancara
UNSULBARUNSULBAR Saat ini, Indonesia masih kurang menerbitkan karya ilmiah dibandingkan dengan negara Malaysia dan Singapura. Untuk itu diperlukan workshop penulisan karyaSaat ini, Indonesia masih kurang menerbitkan karya ilmiah dibandingkan dengan negara Malaysia dan Singapura. Untuk itu diperlukan workshop penulisan karya
UNSULBARUNSULBAR Alat peraga merupakan media yang mengandung konsep di dalamnya. Memaksimalkan penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dengan karakteristik yang dimilikiAlat peraga merupakan media yang mengandung konsep di dalamnya. Memaksimalkan penggunaan alat peraga dapat dikaitkan dengan karakteristik yang dimiliki
Useful /
UNRIKAUNRIKA Dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 tentang perubahan Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, disebutkan bahwa pelaku penyelundupan akanDalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 tentang perubahan Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, disebutkan bahwa pelaku penyelundupan akan
KAWANADKAWANAD Hasil akhir menunjukkan bahwa 84 mahasiswa memilih mata kuliah RPL dan 12 meminati mata kuliah KCV. Namun, prediksi ini tidak dapat dijamin akurat karenaHasil akhir menunjukkan bahwa 84 mahasiswa memilih mata kuliah RPL dan 12 meminati mata kuliah KCV. Namun, prediksi ini tidak dapat dijamin akurat karena
PRIMAKARAPRIMAKARA Tidak hanya dalam memperoleh informasi saja tetapi juga dalam mengolah informasi menjadi data yang diperlukan manusia. Kemudahan layanan tarif providerTidak hanya dalam memperoleh informasi saja tetapi juga dalam mengolah informasi menjadi data yang diperlukan manusia. Kemudahan layanan tarif provider
UNRIKAUNRIKA Variasi dosisnya yaitu 0,15%; 0,20%; 0,25% terhadap berat semen. Jumlah total benda uji yakni 12 buah, dengan rincian jumlah sampel untuk setiap variasiVariasi dosisnya yaitu 0,15%; 0,20%; 0,25% terhadap berat semen. Jumlah total benda uji yakni 12 buah, dengan rincian jumlah sampel untuk setiap variasi