FISIPUNIGAFISIPUNIGA

Jurnal Budaya Masyarakat (JBM)Jurnal Budaya Masyarakat (JBM)

Masalah yang dihadapi bangsa Indonesia sampai saat ini adalah masih tingginya angka kematian ibu dan anak. Ditengah upaya untuk mengatasi masalah tersebut melalui program revitalisasi Posyandu, secara tiba-tiba pada tahun 2005 kita kembali dikagetkan dengan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) dibidang gizi dengan munculnya kasus gizi buruk diberbagai daerah ditanah air seperti busung lapar dan merebaknya penyakit folio. Munculnya kejadian tersebut erat kaitannya dengan kemunduran dan matinya sekitar 60 persen posyandu di Indonesia.. . Posyandu sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat apabila kita amati masih banyak masyarakat yang menggagap bahwa kegiatan posyandu hanya sebagai pos penimbangan balita, sehingga antusias dalam melalukan posyandu sedikit kurang, oleh sebab itu tim FISIP UNIGA membantu masyarakat khususnya yang ada di Desa Girijaya untuk mengetahui manfaat apa saja yang dapat diperoleh dalam pelayanan posyandu.. . Posyandu merupakan pos pelayanan terpadu yang menjadi sarana penting di dalam masyarakat yang mendukung upaya pencapaian keluarga sadar gizi, membantu penurunan angka kematian bayi dan kelahiran serta mempercepat penerimaan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.. . Program ini merupakan salah satu kegiatan rutin yang ada di Desa Girijaya dan diselenggarakan satu bulan sekali. Dalam kesempatan ini kami mengikuti kegiatan tersebut dengan membantu dalam pelaksanaan posyandu dalam kurun waktu 10-20 Maret 2018 yang diselenggarakan di 10 RW desa Girijaya.

Dengan pelayanan kesehatan yang melibatkan masyarakat ini diharapkan masyarakat lebih memahami akan pentingnya kesehatan serta masyarakat yang mendukung upaya pencapaian keluarga sadar gizi, membantu penurunan angka kematian bayi dan kelahiran serta mempercepat penerimaan norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera.Kerena berdasarkan hasil dari pelaksanaan kegiatan posyandu di Desa Girijaya masih banyak yang belum memahami akan pentingnya pelayanan yang melibatkan masyarakat dilihat dari kurangnya peserta yang datang pada tempat kegiatan posyandu.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program edukasi komunitas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada posyandu, dengan menguji apakah pendekatan pembelajaran interaktif meningkatkan tingkat kehadiran dibandingkan metode konvensional; selanjutnya, studi dapat mengembangkan dan menguji sistem informasi digital terintegrasi untuk pencatatan data posyandu, menilai dampaknya terhadap akurasi data, kecepatan pelaporan, dan kemampuan pengambilan keputusan oleh kader; terakhir, penelitian dapat meneliti pengaruh pelatihan intensif berbasis metode berbasis kompetensi bagi kader posyandu terhadap penurunan angka kematian bayi dan kelahiran serta peningkatan kesadaran gizi keluarga, dengan membandingkan wilayah yang menerima pelatihan tersebut dengan wilayah kontrol yang tidak. Semua tiga penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empirik yang kuat untuk memperkuat kebijakan dan praktik posyandu di tingkat desa.

  1. #pembelajaran interaktif#pembelajaran interaktif
  2. #gizi buruk#gizi buruk
Read online
File size318.9 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-2Xq
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test