STAIHITKEDIRISTAIHITKEDIRI
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin IlmuTa'lim : Jurnal Multidisiplin IlmuAbstrak: Mahar adalah sesuatu yang harus ada dalam pernikahan. Mahar merupakan pemberian seorang suami kepada istri sebagai hadiah. Menurut Wabah al-Zuḥaily mahar yaitu: “harta yang menjadi hak seorang istri karena terjadinya akad atau persetubuhan secara nyata. Dalam suatu pernikahan selain terdapat mahar juga terdapat srah-srahan, sah-srahan yaitu barang-barang yang dibawa oleh pihak keluarga laki-laki sebagai sebuah hadiah yang diberikan kepada pihak keluarga perempuan. Bentuk srah-srahan bermacam-macam sesuai dengan tradisi pada daerah masing-masing. Ada yang berupa makanan, pakaian, atau bahkan perabot rumah tangga. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah Field research (penelitian lapangan) dan metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisa data yang digunakan peneliti adalah reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan atau verifikasi. Dan sumber data yang digunakan ada dua yaitu sumber data primer dan sekunder. Kemudian uji keabsahan data mengguanakan triangulasi sumber, meningkatkan ketekunan pengamatan dan menggunakan bahan referensi. Kesimpulan dari penelitian ini: 1. Tradisi penyerahan perabot rumah tangga yang terdapat di Desa Bagor Wetan merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tradisi tersebut merupakan tradisi yang dilakukan oleh pihak keluarga calon pengantin laki-laki, praktek tradisi tersebut dilaksanakan setelah akad nikah bersamaan dengan upacara temu manten yang mana barang bawaannya dibawa oleh para pengiring dengan membawa seluruh barang-barang perabot serta barang-barang srah-srahan lainnya. 2. Di tinjau dari segi materi yang dilakukan, tradisi penyerahan perabot rumah tangga termasuk urf amali, dari segi ruang lingkup penggunaannya, tradisi tersebut termasuk urf khas, dan ditinjau dari segi penilaian baik buruknya, tradisi tersebut termasuk urf Shahih.
Tradisi penyerahan perabot rumah tangga di Desa Bagor Wetan sudah ada sejak nenek moyang dan tetap dipraktikkan untuk memberi hadiah kepada calon pengantin perempuan, namun tidak menjadi kewajiban bagi setiap calon suami.Tradisi ini dilaksanakan setelah akad nikah bersamaan dengan upacara temu manten, di mana perabot berupa meja, kursi, almari, dan alat dapur dibawa oleh pengiring.Karena tidak menimbulkan unsur paksaan dan tidak bertentangan dengan agama, tradisi ini dikategorikan sebagai urf shahih.
Penelitian lanjutan dapat dimulai dengan mengeksplorasi persepsi masyarakat tentang nilai urf pada tradisi serahan lainnya di wilayah sekitar, baik yang bersifat materi maupun non‑materi, guna mengetahui pengaruhnya terhadap kohesi sosial. Selanjutnya, studi komparatif dengan jangka waktu yang lebih panjang bisa dilakukan pada keluarga dengan perbedaan tingkat ekonomi, mengukur bagaimana ketersediaan perabot memengaruhi peran perempuan dalam rumah tangga. Terakhir, survei longitudinal yang meneliti dampak tradisi penyerahan perabot terhadap kesejahteraan rumah tangga jangka panjang dapat memberikan wawasan tentang dampak ekonomi dan psikologis bagi pasangan baru, sehingga hasilnya dapat disajikan dalam kebijakan sosial yang mendukung keberlanjutan adat dengan nilai keadilan ekonomi.
- PRAKTIK MBANGUN NIKAH DENGAN HITUNGAN ABAJADUN DI PONDOK PESANTREN KEDUNG BENGKAH SUKOMORO NGANJUK PERSPEKTIF... doi.org/10.32503/klausula.v1i1.2365PRAKTIK MBANGUN NIKAH DENGAN HITUNGAN ABAJADUN DI PONDOK PESANTREN KEDUNG BENGKAH SUKOMORO NGANJUK PERSPEKTIF doi 10 32503 klausula v1i1 2365
- The Quran And Positive Law: A Philosophical Review In A Normative Legal Perspective | Klausula (Jurnal... doi.org/10.32503/klausula.v4i1.7036The Quran And Positive Law A Philosophical Review In A Normative Legal Perspective Klausula Jurnal doi 10 32503 klausula v4i1 7036
- TINJAUAN BATAS USIA PERKAWINAN PASAL 1 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 PERUBAHAN ATAS PASAL... doi.org/10.32503/mizan.v11i1.2664TINJAUAN BATAS USIA PERKAWINAN PASAL 1 AYAT 1 UNDANG UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 PERUBAHAN ATAS PASAL doi 10 32503 mizan v11i1 2664
| File size | 342.87 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
CIVILIZACIVILIZA Kompetensi Komunikasi Interkultural (KCI) telah menjadi komponen penting dalam pengajaran Bahasa Inggris karena pendidik diharapkan mempersiapkan siswaKompetensi Komunikasi Interkultural (KCI) telah menjadi komponen penting dalam pengajaran Bahasa Inggris karena pendidik diharapkan mempersiapkan siswa
STIKOM BALISTIKOM BALI Sistem pengenalan huruf hijaiyah dengan metode backpropagation menunjukkan performa yang sangat baik pada data tulisan tangan. Pengujian pada 300 citraSistem pengenalan huruf hijaiyah dengan metode backpropagation menunjukkan performa yang sangat baik pada data tulisan tangan. Pengujian pada 300 citra
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Penanaman nilai ISMUBA (Al‑Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) harus tercermin dalam semua mata pelajaran dan kurikulum, bukan hanya pada pelajaranPenanaman nilai ISMUBA (Al‑Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) harus tercermin dalam semua mata pelajaran dan kurikulum, bukan hanya pada pelajaran
ARIPAFIARIPAFI Diperlukan sinergi dan inovasi berkelanjutan dalam pengembangan metode dan media pembelajaran untuk menjadikan pendidikan Islam sebagai benteng utama pembentukanDiperlukan sinergi dan inovasi berkelanjutan dalam pengembangan metode dan media pembelajaran untuk menjadikan pendidikan Islam sebagai benteng utama pembentukan
ARIPAFIARIPAFI 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip keadilan pajak terhadap UMKM fashion7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip keadilan pajak terhadap UMKM fashion
HABIBURRAHMANHABIBURRAHMAN Hasil PKM menunjukkan bahwa pendekatan berbasis digital mampu meningkatkan motivasi belajar anggota E‑COMER serta aksesibilitasnya. Selain itu, pesertaHasil PKM menunjukkan bahwa pendekatan berbasis digital mampu meningkatkan motivasi belajar anggota E‑COMER serta aksesibilitasnya. Selain itu, peserta
STIT MADANISTIT MADANI Ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dapat menjadi solusi dalam mengatasi krisis moral yang dihadapi oleh Indonesia, dengan menanamkan nilai-nilai etikaIni menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dapat menjadi solusi dalam mengatasi krisis moral yang dihadapi oleh Indonesia, dengan menanamkan nilai-nilai etika
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Ponoragan Javanese merupakan dialek yang dipakai oleh komunitas penutur Jawa di Kabupaten Ponorogo dan terbagi menjadi empat sub‑dialek (Brang Kidul,Ponoragan Javanese merupakan dialek yang dipakai oleh komunitas penutur Jawa di Kabupaten Ponorogo dan terbagi menjadi empat sub‑dialek (Brang Kidul,
Useful /
STAIHITKEDIRISTAIHITKEDIRI Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pragmatik (teks, konteks, koteks) mengungkap makna komunikatif mendalam ayat-ayat Al‑Quran, khususnya Ar‑RahmanPenelitian menunjukkan bahwa pendekatan pragmatik (teks, konteks, koteks) mengungkap makna komunikatif mendalam ayat-ayat Al‑Quran, khususnya Ar‑Rahman
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Evaluasi input pada sumber daya manusia, sarana dan prasarana mendukung keberhasilan program. Evaluasi Proses pelaksanaan program melibatkan berbagai kegiatanEvaluasi input pada sumber daya manusia, sarana dan prasarana mendukung keberhasilan program. Evaluasi Proses pelaksanaan program melibatkan berbagai kegiatan
ACEHPROVACEHPROV Pasien dengan kepribadian neuroticism dan yang menggunakan emotion-focused coping cenderung mengalami depresi lebih parah, sementara dukungan sosial rendahPasien dengan kepribadian neuroticism dan yang menggunakan emotion-focused coping cenderung mengalami depresi lebih parah, sementara dukungan sosial rendah
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Sehingga penyandang disabilitas fisik menunjukkan tekad yang kuat untuk mandiri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat meskipun menghadapi berbagaiSehingga penyandang disabilitas fisik menunjukkan tekad yang kuat untuk mandiri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat meskipun menghadapi berbagai