IAIN PALOPOIAIN PALOPO
Kelola: Journal of Islamic Education ManagementKelola: Journal of Islamic Education ManagementPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi kemandirian penyandang pada disabilitas fisik di Kota Palopo. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Fenomenologi digunakan untuk memahami sedalam-dalamnya makna fenomena yang dialami oleh penyandang disabilitas fisik terhadap motivasi dan kemandirian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi yaitu metode dalam penelitian yang melibatkan penggunaan beberapa sumber data atau teknik analisis untuk memastikan validitas temuan penelitian. Dalam penelitian ini informan berjumlah empat orang yang terdiri dari penyandang disabilitas fisik dengan kriteria penyandang disabilitas fisik, perempuan dan laki-laki, berusia 25-44 tahun serta termotivasi dan mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran motivasi kemandirian penyandang disabilitas fisik di Kota Palopo meliputi (1) penerimaan diri yang positif, bermotivasi dalam beribadah, dukungan motivasi keluarga dan lingkungan, sumber motivasi diri sendiri, dan sumber kemandirian dalam diri. Dalam penerimaan diri setiap penyandang disabilitas fisik mereka tidak malu dan tidak putus asa, setiap menghadapi masalah penyandang disabilitas tidak pernah lupa untuk beribadah kepada Tuhan apapun masalah yang di hadapi. Oleh karena itu antara dukungan keluarga dan lingkungan sangat diperlukan untuk mendorong penyandang disabilitas fisik agar mampu hidup dengan mandiri. Setiap penyandang disabilitas fisik memiliki cara untuk memotivasi dirinya sendiri agar bisa bangkit dari keterburukan yang dirasakan. Sumber kemandirian dalam diri bagi penyandang disabilitas fisik berasal dari keyakinan bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk mencapai potensi maksimal. (2) faktor -faktor kemandirian penyandang disabilitas fisik dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, pencapaian kemandirian, akses mobilitas, dan dukungan motivasi kemandirian sosial. Sehingga penyandang disabilitas fisik menunjukkan tekad yang kuat untuk mandiri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat meskipun menghadapi berbagai tantangan dan dukungan yang kuat dari lingkungan sekitar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan dan program yang mendukung kemandirian penyandang disabilitas fisik, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendorong inklusi sosial yang lebih luas. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dukungan dan aksesibilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas fisik agar dapat hidup lebih mandiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran motivasi kemandirian penyandang disabilitas fisik di Kota Palopo meliputi (1) penerimaan diri yang positif, bermotivasi dalam beribadah, dukungan motivasi keluarga dan lingkungan, sumber motivasi diri sendiri, dan sumber kemandirian dalam diri.Dalam penerimaan diri setiap penyandang disabilitas fisik mereka tidak malu dan tidak putus asa, setiap menghadapi masalah penyandang disabilitas tidak pernah lupa untuk beribadah kepada Tuhan apapun masalah yang di hadapi.Oleh karena itu antara dukungan keluarga dan lingkungan sangat diperlukan untuk mendorong penyandang disabilitas fisik agar mampu hidup dengan mandiri.Setiap penyandang disabilitas fisik memiliki cara untuk memotivasi dirinya sendiri agar bisa bangkit dari keterburukan yang dirasakan.Sumber kemandirian dalam diri bagi penyandang disabilitas fisik berasal dari keyakinan bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk mencapai potensi maksimal.(2) faktor -faktor kemandirian penyandang disabilitas fisik dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, pencapaian kemandirian, akses mobilitas, dan dukungan motivasi kemandirian sosial.Sehingga penyandang disabilitas fisik menunjukkan tekad yang kuat untuk mandiri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat meskipun menghadapi berbagai tantangan dan dukungan yang kuat dari lingkungan sekitar.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur dampak dukungan sosial terhadap motivasi dan kemandirian penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana dukungan sosial dari keluarga, teman, dan masyarakat dapat meningkatkan motivasi dan kemandirian individu dengan disabilitas fisik. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas fisik. Dengan perkembangan teknologi, penelitian dapat mengidentifikasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan aksesibilitas dan kemandirian individu dengan disabilitas fisik dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, dan transportasi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi motivasi dan kemandirian penyandang disabilitas fisik. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana kepercayaan diri, persepsi diri, dan dukungan emosional dapat memengaruhi motivasi dan kemandirian individu dengan disabilitas fisik, serta bagaimana intervensi psikologis dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.
| File size | 393.97 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Sedangkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik di kelas yang menerapkan metode Sustained Silent Reading (Membaca Senyap) berada pada kategori sedang,Sedangkan keterampilan membaca pemahaman peserta didik di kelas yang menerapkan metode Sustained Silent Reading (Membaca Senyap) berada pada kategori sedang,
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tentang moderasi beragama dan dialog terbuka membantu staf mengatasi stereotip dan membangun hubungan salingHasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan tentang moderasi beragama dan dialog terbuka membantu staf mengatasi stereotip dan membangun hubungan saling
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Moderasi beragama merupakan sikap yang harus ditanamkan dalam masyarakat Indonesia untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Guru agama Katolik memilikiModerasi beragama merupakan sikap yang harus ditanamkan dalam masyarakat Indonesia untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Guru agama Katolik memiliki
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Di satu sisi, masyarakat Dedai menyadari masifitas hidup sehat di halaman seorang Katolik dan, di sisi lain, memahami secara bertahap bahwa kehidupan sosialDi satu sisi, masyarakat Dedai menyadari masifitas hidup sehat di halaman seorang Katolik dan, di sisi lain, memahami secara bertahap bahwa kehidupan sosial
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan promosi keagamaan di SLBN 1 Tana Toraja berhasil karena adanya kerjasama antara orangSecara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan promosi keagamaan di SLBN 1 Tana Toraja berhasil karena adanya kerjasama antara orang
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Integrasi spirit Fransiskus ke dalam moderasi beragama penting untuk mendorong dialog, toleransi, dan kerja sama lintas agama demi terciptanya masyarakatIntegrasi spirit Fransiskus ke dalam moderasi beragama penting untuk mendorong dialog, toleransi, dan kerja sama lintas agama demi terciptanya masyarakat
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Sikap toleransi beragama tersebut dilakukan agar tercapainya hidup rukun, damai, dan harmonis di dalam sebuah perbedaan agama. Adapun bentuk sikap toleransiSikap toleransi beragama tersebut dilakukan agar tercapainya hidup rukun, damai, dan harmonis di dalam sebuah perbedaan agama. Adapun bentuk sikap toleransi
ALHIKMAHJKTALHIKMAHJKT Dengan menganalisis prinsip‑prinsip maqashid al‑syariah serta konteks sosial‑kultural kontemporer, penulis menunjukkan bagaimana interpretasi yangDengan menganalisis prinsip‑prinsip maqashid al‑syariah serta konteks sosial‑kultural kontemporer, penulis menunjukkan bagaimana interpretasi yang
Useful /
UIN ANTASARIUIN ANTASARI Temuan tersebut mengungkapkan kesenjangan dalam penerapan konvensi internasional, yang terhalang oleh kesenjangan politik dan ekonomi. Namun, kasus-kasusTemuan tersebut mengungkapkan kesenjangan dalam penerapan konvensi internasional, yang terhalang oleh kesenjangan politik dan ekonomi. Namun, kasus-kasus
IAIN PALOPOIAIN PALOPO Evaluasi produk menunjukkan perubahan positif dalam perilaku individu peserta didik dan budaya sekolah, mencerminkan keberhasilan program dalam membentukEvaluasi produk menunjukkan perubahan positif dalam perilaku individu peserta didik dan budaya sekolah, mencerminkan keberhasilan program dalam membentuk
ACEHPROVACEHPROV Kemudian juga didapatkan adanya hubungan antara persepsi dukungan sosial dengan tingkat depresi (p value = 0,015), dimana 33,3% pasien gagal ginjal kronikKemudian juga didapatkan adanya hubungan antara persepsi dukungan sosial dengan tingkat depresi (p value = 0,015), dimana 33,3% pasien gagal ginjal kronik
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Selain itu, sinergi antara Gereja, pemerintah, dan masyarakat lokal menjadi kunci dalam membangun mekanisme pencegahan. Penelitian ini menyoroti pentingnyaSelain itu, sinergi antara Gereja, pemerintah, dan masyarakat lokal menjadi kunci dalam membangun mekanisme pencegahan. Penelitian ini menyoroti pentingnya