STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Moderasi beragama merupakan salah satu pendekatan holistik yang relevan dalam menghadapi kompleksitas masalah sosial, termasuk pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. Artikel ini mengeksplorasi peran teologi Katolik sebagai landasan etis dan spiritual dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan anak, khususnya di Kalimantan Barat. Pendekatan ini berfokus pada nilai-nilai inti moderasi, seperti keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dialog lintas agama, dan solidaritas komunitas. Dengan menggunakan metode teologis reflektif dan analisis sosial, penelitian ini menyoroti bagaimana pengajaran Gereja Katolik termasuk ajaran tentang perlindungan anak dan tanggung jawab moral umat dapat menjadi panduan untuk memperkuat budaya moderasi yang mencegah kekerasan. Selain itu, sinergi antara Gereja, pemerintah, dan masyarakat lokal menjadi kunci dalam membangun mekanisme pencegahan.

Penelitian ini menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai pendekatan holistik dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak di Kalimantan Barat, dengan berlandaskan pada perspektif teologi Katolik.Terungkap bahwa moderasi beragama berperan strategis dalam membangun kesadaran kolektif dan membentuk nilai moral, didukung oleh ajaran teologi Katolik tentang martabat manusia, cinta kasih, dan keadilan sosial.Pendekatan lintas sektor ini tidak hanya berfokus pada edukasi dan advokasi, tetapi juga kolaborasi antara Gereja, pemerintah, dan masyarakat sipil, menawarkan model relevan untuk pencegahan kekerasan seksual anak di konteks lokal dan wilayah lainnya.

Penelitian ini telah meletakkan dasar penting mengenai peran moderasi beragama, khususnya dari perspektif teologi Katolik, dalam upaya mencegah kekerasan seksual anak di Kalimantan Barat. Namun, eksplorasi lanjutan sangat dibutuhkan untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan strategi yang lebih efektif. Sebuah arah penelitian menarik adalah melakukan studi empiris langsung di lapangan untuk menguji bagaimana program moderasi beragama berbasis Gereja Katolik diterima dan diterapkan oleh masyarakat, orang tua, serta anak-anak, guna mengungkap dinamika sosial-psikologis dan mengidentifikasi faktor penunjang atau penghambat efektivitas praktisnya. Selain itu, mengingat Kalimantan Barat adalah wilayah multikultural, penelitian dapat diperluas dengan membandingkan pendekatan teologi Katolik ini dengan pandangan agama-agama lain, seperti Islam atau Protestan, dalam mengatasi isu serupa. Mempelajari kesamaan nilai inti dan kekhasan pendekatan akan membuka potensi sinergi lintas agama serta memperkaya strategi pencegahan yang lebih inklusif. Terakhir, pengembangan dan uji coba model kurikulum atau modul pendidikan spesifik berbasis moderasi beragama untuk pencegahan kekerasan seksual anak merupakan area riset yang sangat relevan, berfokus pada desain intervensi, implementasi di sekolah atau komunitas, dan evaluasi dampaknya terhadap peningkatan kesadaran serta perubahan sikap dan perilaku protektif, sehingga upaya kolektif melindungi generasi penerus dapat lebih holistik dan terukur.

Read online
File size266.92 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test