STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana sikap toleransi beragama yang dilaksanakan Peserta Didik Katolik yang beragama mayoritas terhadap Peserta Didik Islam dan Protestan yang beragama minoritas. Dengan adanya perkembangan zaman, sikap toleransi beragama tersebut sudah mulai menghilang. Untuk melihat sikap toleransi beragama ini dilakukan penelitian tentang bentuk-bentuk dan usaha penerapan nilai-nilai toleransi beragama yang dilaksanakan oleh Peserta Didik Katolik di SDN 13 Sepan Lebang. Bentuk penelitian menggunakan metode kualitatif dengan bentuk deskriptif. Subjek atau sampel dalam penelitian ini adalah Peserta Didik Katolik, Peserta Didik Islam, Peserta Didik Protestan dan Guru Agama Katolik. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara menggunakan pedoman wawancara, observasi menggunakan pedoman observasi, untuk teknik dokumentasi menggunakan pedoman dokumentasi serta dokumen lain tentang sikap toleransi beragama. Untuk Analisis data terdiri dari empat alur yang saling berinteraksi yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan utama dalam penelitian bahwa adanya bentuk-bentuk sikap toleransi beragama yang dilakukan oleh Peserta Didik Katolik serta usaha penerapan nilai-nilai toleransi yang dilaksanakan terhadap Peserta Didik yang beragama Islam dan Protestan. Kesimpulan bentuk dan usaha yang dilakukan oleh Peserta Didik Katolik dilihat dari sikap yang ditunjukkan oleh Peserta Didik Katolik kepada teman yang berbeda agama saat berdoa, beribadah dan kegiatan keagamaan. Bentuk yang didapatkan yakni adanya sikap saling menghormati, menghargai serta menerima teman yang berbeda agama tanpa melakukan permusuhan. Usaha yang dilakukan yaitu Peserta Didik Katolik menunjukkan sikap yang baik agar menjadi contoh terhadap teman yang beragama lain.

Bentuk sikap toleransi beragama oleh Peserta Didik Katolik dilihat dari tindakan dan perilaku yang dilakukan oleh peserta didik di lingkungan sekolah terhadap teman yang beragama Islam dan Protestan.Sikap toleransi beragama tersebut dilakukan agar tercapainya hidup rukun, damai, dan harmonis di dalam sebuah perbedaan agama.Adapun bentuk sikap toleransi beragama yang dilakukan oleh Peserta Didik Katolik yakni, saling menghargai, menghormati, dan menerima saat kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh agama lain, memberikan hak kepada teman yang berbeda agama untuk berdoa sesuai keyakinannya, bermain dengan semua teman tanpa membeda-bedakan agama, dan tidak melakukan diskriminasi terhadap peserta didik yang beragama minoritas serta tidak mengucapkan kata yang menyinggung ataupun yang membuat permusuhan di antara peserta didik, dengan adanya bentuk sikap toleransi yang dilakukan oleh Peserta Didik Katolik dapat dikatakan bahwa sikap toleransi pada Peserta Didik Katolik terhadap teman yang beragama lain di SDN 13 Sepan Lebang, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang sudah terlaksana dengan baik tanpa paksaan dari orang lain dan juga dengan kesadaran individu untuk mencapai hidup rukun, damai dan harmonis di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Mengembangkan model pendidikan toleransi beragama yang komprehensif dan inklusif, yang tidak hanya berfokus pada peserta didik Katolik, tetapi juga melibatkan peserta didik dari berbagai latar belakang agama lainnya. Model ini dapat mencakup kegiatan-kegiatan interaksi dan dialog antar agama, serta pembelajaran nilai-nilai toleransi yang lebih mendalam.. . 2. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak implementasi sikap toleransi beragama pada peserta didik di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana sikap toleransi yang terbentuk sejak dini dapat mempengaruhi perilaku dan sikap peserta didik di masa remaja dan dewasa, serta kontribusinya terhadap kerukunan antar umat beragama di masyarakat.. . 3. Meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi sikap toleransi beragama di lingkungan sekolah. Faktor-faktor ini dapat mencakup peran guru, dukungan dari pihak sekolah, serta interaksi sosial dan budaya di dalam lingkungan sekolah. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi-strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan sikap toleransi beragama di kalangan peserta didik.

Read online
File size509.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test