STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

Vocat : Jurnal Pendidikan KatolikVocat : Jurnal Pendidikan Katolik

Fokus tulisan ini adalah . Kaum awam dipanggil untuk melayani dan mewartakan kerajaan Allah. Salah satu tugas kaum awam adalah menjadi Guru Agama Katolik. Kehadiran Guru Agama Katolik baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat sangatlah penting. Dewasa ini tantangan yang krusial adalah kurangnya kesetiaan dalam memberikan kesaksian hidup. Aktivitas mengajar di sekolah hanyalah formalitas semata sehingga tidak memberikan pengaruh positif dalam diri peserta didik. Guru Agama Katolik kurang menyadari panggilannya sebagai guru. Menanggapi persoalan itu maka sangatlah penting belajar dari kesetian Maria sebagai Ibu dan guru yang setia mendampingi Putranya hingga akhir. Kesetiaan, kesabaran, kesaksian hidup dan hendaknya terus dihidupi oleh Guru Agama Katolik dalam aktivitas mengajar di ruang kelas maupun di lingkungan masyarakat.

Setiap anggota Gereja dipanggil untuk mengintegrasikan dan menghayati peran Maria dalam Gereja.Hal ini melibatkan kerja sama dalam situasi dan kehidupan masing-masing untuk membangun kelahiran baru murid-murid Kristus dalam iman.Bunda Maria menjadi teladan dalam kesetian, kesabaran untuk membimbing anak-anak kepada kebaikan.Pendidikan yang serius tentang nilai Karistiani sangatlah penting karena mereka adalah masa depan Gereja dan bangsa.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya studi mendalam mengenai bagaimana praktik keibuan Maria dapat diimplementasikan secara lebih konkret dalam kurikulum pendidikan agama Katolik di sekolah-sekolah. Hal ini dapat dilakukan dengan mengidentifikasi nilai-nilai keibuan Maria yang relevan dengan materi pembelajaran, serta mengembangkan metode pengajaran yang interaktif dan menarik bagi siswa. Kedua, penelitian ini juga dapat mengkaji efektivitas program pelatihan bagi guru agama Katolik yang berfokus pada peningkatan kesadaran dan penerapan nilai-nilai keibuan Maria dalam proses belajar mengajar. Pelatihan ini dapat mencakup studi kasus, simulasi, dan diskusi kelompok untuk membantu guru memahami dan menginternalisasi prinsip-prinsip keibuan Maria. Ketiga, penting untuk melakukan penelitian komparatif antara berbagai model pastoral kaum awam yang terinspirasi oleh keibuan Maria di berbagai keuskupan di Indonesia. Dengan membandingkan keberhasilan dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing model, dapat diidentifikasi praktik terbaik yang dapat direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas. Melalui penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat peran guru agama Katolik sebagai agen perubahan positif dalam masyarakat, serta meningkatkan kualitas pendidikan agama Katolik di Indonesia.

  1. Pendidikan Agama Kristen dalam Perspektif Teori Perkembangan Iman James W. Fowler | PASCA : Jurnal Teologi... doi.org/10.46494/psc.v17i2.146Pendidikan Agama Kristen dalam Perspektif Teori Perkembangan Iman James W Fowler PASCA Jurnal Teologi doi 10 46494 psc v17i2 146
  2. Maria dalam Misteri Kristus dan dalam Hidup Gereja | Widodo | Jurnal Teologi (Journal of Theology). maria... doi.org/10.24071/jt.v11i02.5931Maria dalam Misteri Kristus dan dalam Hidup Gereja Widodo Jurnal Teologi Journal of Theology maria doi 10 24071 jt v11i02 5931
  3. Gereja Persekutuan Umat Allah | Media: Jurnal Filsafat dan Teologi. gereja persekutuan allah jurnal filsafat... doi.org/10.53396/media.v1i1.6Gereja Persekutuan Umat Allah Media Jurnal Filsafat dan Teologi gereja persekutuan allah jurnal filsafat doi 10 53396 media v1i1 6
  1. #peran guru#peran guru
  2. #peserta didik#peserta didik
Read online
File size301.58 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-20j
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test