STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO

Imtiyaz : Jurnal Ilmu KeislamanImtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman

Sekolah sebagai tempat mencerdaskan generasi penerus bangsa sangat penting dalam mengupayakan peningkatan sikap keberagamaan atau karakter peserta didik khususnya dalam aspek keislaman. Saat ini, pendidikan agama Islam di sekolah dinilai kurang berhasil dalam mengubah sikap dan perilaku keberagaman peserta didik serta membangun moral dan etika bangsa. Realitas perilaku pelajar yang sangat nyata adalah semakin banyaknya pelajar yang terlibat tawuran antar pelajar, pergaulan narkoba, pencurian, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Peran guru di sekolah sangat penting dalam membantu siswa meningkatkan karakter keagamaannya melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Sikap religius dalam aspek Islam menyangkut frekuensi dan intensitas pelaksanaan ibadah yang menentukan, misalnya shalat, puasa, dan zakat. Peran guru dalam membentuk atau meningkatkan sikap religius siswa pada aspek keislaman antara lain: guru harus mampu menjadi pendidik yang baik, guru dapat menjadi guru yang baik, guru menjadi pembimbing, dan yang terpenting guru dapat menjadi teladan dan panutan bagi murid-muridnya.

Saat ini, pencapaian pendidikan agama Islam di lingkungan sekolah dirasa kurang efektif dalam merubah sikap dan perilaku keberagaman siswa serta dalam membentuk moral dan norma-norma bangsa.Faktanya, terlihat jelas bahwa perilaku para siswa semakin sering terlibat dalam pertikaian antar sesama siswa, penyalahgunaan narkoba, tindak pencurian, pergaulan bebas, dan sejenisnya.Peran penting guru agama dalam menegakkan tanggung jawab moral bagi siswa sangatlah signifikan.Seorang guru merupakan individu yang mengabdikan dirinya untuk mengedepankan pendidikan, bimbingan, serta pelatihan agar para murid dapat memahami dengan baik materi yang disampaikan.Tidak hanya itu, guru juga diharapkan mematuhi berbagai aturan dan disiplin secara konsisten, mengingat tugas mereka tidak hanya terbatas pada aspek pembelajaran semata, namun juga meliputi pembinaan perilaku di lingkungan sekolah.Karenanya, peran guru dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan pada para siswa tak kalah pentingnya, sejajar dengan peran orang tua dalam proses tersebut.Sikap spiritual terhadap ajaran Islam meliputi seberapa sering dan seberapa dalam seseorang menjalankan ritual ibadah yang telah ditentukan, seperti sholat, puasa, zakat, dan haji.Di lingkungan sekolah, beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran spiritual termasuk mengenalkan nama-nama baik Allah, membacakan Al Quran sebelum memulai pelajaran, melaksanakan sholat dhuha, dan mengadakan sholat dhuhur secara berjamaah.Dalam hal ini, peran guru sangatlah krusial untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan tersebut.

Untuk meningkatkan efektivitas pendidikan agama Islam di sekolah, perlu ada penekanan pada aspek non-kognitif dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam berbagai mata pelajaran, bukan hanya dalam pelajaran agama Islam. Selain itu, penting untuk mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Guru juga dapat berperan sebagai fasilitator dan pembimbing dalam membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta generasi yang memiliki karakter religius yang kuat dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

Read online
File size270.18 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test