STIT MADANISTIT MADANI

IJER: Indonesian Journal of Educational ResearchIJER: Indonesian Journal of Educational Research

Sejak 2001, Indonesia menghadapi krisis moral yang kompleks, ditandai dengan peningkatan kasus kemerosotan akhlak, seperti bullying yang mengakibatkan kematian seorang guru oleh muridnya sendiri. Penyebabnya multifaktor, termasuk kurangnya perhatian orang tua dan bimbingan untuk anak-anak. Hal ini menyebabkan perilaku impulsif di kalangan remaja sebagai bentuk pelarian dari frustrasi dan ketidakpedulian masyarakat. Pendidikan akhlak memainkan peran penting dalam membentuk karakter mandiri siswa. Melalui penelitian lapangan di MA Jamilurrahman Yogyakarta, program pendidikan diterapkan dengan metode pembiasaan, keteladanan, motivasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak efektif dalam membentuk perilaku siswa, seperti adopsi nilai-nilai sopan santun dan kedisiplinan di lingkungan sekolah. Ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dapat menjadi solusi dalam mengatasi krisis moral yang dihadapi oleh Indonesia, dengan menanamkan nilai-nilai etika sebagai dasar dalam hubungan antar manusia dan dengan Tuhan.

Penerapan Pendidikan Akhlak di MA Jamilurrahman Yogyakarta pada siswa kelas X Agama tahun ajaran 2023/2024 memiliki dampak positif yang signifikan.Melalui metode pembiasaan, keteladanan, motivasi, dan evaluasi, siswa berhasil menyerap dan menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari, seperti perilaku sopan, disiplin, dan empati.Mereka juga berhasil menginternalisasi nilai-nilai karakter seperti kesadaran diri, tanggung jawab, disiplin, dan empati, serta mengaplikasikannya dalam berbagai konteks.Faktor pendukung dalam penerapan pendidikan akhlak termasuk semangat belajar siswa, pendampingan aktif dari guru, dan lingkungan sekolah yang kondusif.Namun, terdapat faktor penghambat seperti kurangnya penjelasan dari tenaga pendidik, kurangnya kerjasama antar guru, dan kurangnya sarana dan prasarana yang kondusif.Penelitian menegaskan pentingnya pendidikan akhlak dalam membentuk karakter mandiri siswa, dengan mengintegrasikan nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran, sekolah dapat menjadi wahana efektif dalam mencetak generasi yang berkarakter dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan metode pembelajaran akhlak yang lebih inovatif dan interaktif, dengan melibatkan teknologi dan media digital. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara sekolah-sekolah dengan latar belakang agama yang berbeda, untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam penerapan pendidikan akhlak. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam mendukung pendidikan akhlak di rumah, dan bagaimana kolaborasi antara sekolah dan orang tua dapat ditingkatkan untuk mencapai tujuan pembentukan karakter mandiri siswa.

  1. Peranan Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa | Jurnal Multidisiplin Indonesia. peranan guru... jmi.rivierapublishing.id/index.php/rp/article/view/284Peranan Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Jurnal Multidisiplin Indonesia peranan guru jmi rivierapublishing index php rp article view 284
  2. Pendidikan Akhlak Pada Anak Usia Dini | At Turots: Jurnal Pendidikan Islam. pendidikan akhlak anak usia... doi.org/10.51468/jpi.v1i1.4Pendidikan Akhlak Pada Anak Usia Dini At Turots Jurnal Pendidikan Islam pendidikan akhlak anak usia doi 10 51468 jpi v1i1 4
Read online
File size242.8 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test