INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU

Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)

Sekolah sebagai lembaga penyelengara pendidikan menurut John Dewey mempunyai maksud dan tujuan untuk membangkitkan sikap hidup demokratis dan untuk memperkembangkannya. Hal ini harus dilakukan dengan berpangkal kepada pengalaman-pengalaman anak. Harus diakui bahwa tidak semua pengalaman berfaedah. Oleh karena itu sekolah harus memberikan sebagai “bahan pelajaran pengalaman-pengalaman yang bermanfaat bagi masa depan anak. Sehingga anak didik dapat menyelidiki, menyaring, dan mengatur pengalaman-pengalaman tadi. Pandangan progresivisme mengenai konsep belajar bertumpu pada anak didik. Disini anak didik dipandang sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan dibandingkan makhluk-makhluk lain, yaitu akal dan kecerdasan.

Penerapan pemikiran pragmatis John Dewey di Indonesia perlu disesuaikan dengan konteks sosial lokal untuk mencegah dampak negatif seperti subjektivisme dan individualisme yang mungkin timbul.Pencapaian pendidikan ideal menuntut reformasi komprehensif yang tidak hanya terfokus pada kurikulum, tetapi juga pada peningkatan peran dan kualitas tenaga pendidik.Fungsi sekolah harus mengarah pada kemampuan siswa memecahkan masalah masyarakat dengan tetap waspada terhadap potensi lahirnya pola hidup yang terlalu mekanistis dan hedonis akibat penerapan pragmatisme secara murni.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana konsep belajar berdasarkan pengalaman dari John Dewey dapat disesuaikan dengan nilai-nilai budaya dan keagamaan yang sangat beragam di berbagai daerah di Indonesia. Sebuah studi dengan pendekatan etnografi di sekolah-sekolah yang sudah mencoba metode ini bisa mengungkap tantangan dan solusi nyata di lapangan. Selain itu, perlu diteliti model pelatihan seperti apa yang paling efektif untuk membantu guru Indonesia berubah dari pengajar utama menjadi fasilitator yang sejati, mengingat peran ini sangat krusial namun sulit diimplementasikan. Penelitian ini bisa membandingkan berbagai program pengembangan profesional guru dan mengukur dampaknya terhadap partisipasi siswa di kelas. Terakhir, penting juga untuk meneliti dampak sosial dari penerapan kurikulum pragmatis, apakah benar-benar berisiko menumbuhkan sikap materialistis pada siswa, dan bagaimana sebaiknya keseimbangan antara keterampilan praktis dengan pembentukan karakter bangsa dapat dicapai dalam sistem pendidikan kita. Kajian ini akan sangat membantu dalam merancang pendidikan yang tidak hanya relevan secara praktis tetapi juga bertanggung jawab secara moral.

  1. #sistem pendidikan#sistem pendidikan
  2. #pengembangan profesional#pengembangan profesional
Read online
File size308.38 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-16r
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test