INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU

Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)

Dalam pelaksanaan nilai-nilai akhlakul karimah di sekolah dapat dilaksanakan secara terpadu melalui kegiatan kepramukaan, selain keterampilan, pengembangan bakat, pelatihan kemandirian, tanggung jawab dan kedisiplinan. Penelitian ini mengkaji penerapan pendidikan akhlak melalui kegiatan kepramukaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif naturalistik yaitu penelitian yang bersumber pada pandangan fenomenologi dan berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap objek penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dalam rentang waktu ± lima bulan. Dari hasil observasi dapat dilihat bahwa pelaksanaan pendidikan akhlak melalui kegiatan kepramukaan di MA Nurussalam Sidogede selalu berpedoman pada prinsip dasar dan metode kepramukaan dengan menerapkan sistem sangga untuk mengembangkan sikap demokratis, toleran dan bersahabat, kreatif, kerja keras. Kegiatan atau materi menggunakan metode kompetisi setiap regu yang bekerja keras dan kreatif dalam melaksanakan tugasnya. Pendidikan Akhlak dilaksanakan melalui kegiatan pramuka dengan metode pengamalan kode etik dan kode kehormatan. Seorang pramuka berpedoman pada Dhasa Dharma yang berarti sepuluh perilaku mulia yang harus dimiliki seorang pramuka. Dalam proses kegiatan kepramukaan tersebut, telah dilakukan penerapan pendidikan akhlak sebagaimana seperti pembuatan program kerja tahunan, semester yang berpedoman pada SKU, sampai pada kegiatan bulanan dan kegiatan latihan rutin agar dapat membentuk karakter sebagai bekal untuk mengembangkan diri dalam kehidupan sehari-hari. Faktor Pendukung adalah rasa ingin tahu peserta didik yang besar, kesadaran memegang amanah dan tanggung jawab peserta didik, pengalaman pendidikan kepramukaan di tingkatan sebelumnya, rasa kebersamaan dan persaudaraan antar peserta didik, dan beberapa faktor pendukung lainnya. Faktor penghambat seperti belum mampunya peserta didik memilah antara kepentingan organisasi dan kepentingan pribadi, belum sadar akan pentingnya pendidikan karakter; sikap kekanak-kanakan dan suka meremehkan, waktu yang padat dari peserta didik.

Kegiatan kepramukaan di MA Nurussalam Sidogede berhasil menjadi wahana efektif untuk menanamkan nilai akhlak melalui program tahunan, bulanan dan latihan rutin yang berbasis dhasa dharma.Dukungan pembina, semangat dewan ambalan, dan kebersamaan siswa menjadi faktor penting keberhasilan, sedangkan keterbatasan waktu, dana, serta kesadaran siswa yang belit merata menjadi hambatan.Untuk optimalisasi, sekolah perlu meningkatkan sarana prasarana, pembina terus memperkuat motivasi, dan siswa diminta berkontribusi aktif agar pembentukan akhlak berkelanjutan.

Bagaimana jika penelitian berikutnya menguji apakah pelatihan daring micro-teaching bagi pembina pramuka dapat meningkatkan kreativitas mereka dalam merancang kegiatan penanaman akhlak yang lebih menarik bagi siswa? Lalu, bagaimana penerapan sistem penghargaan digital berbasis aplikasi dalam kegiatan kepramukaan memengaruhi motivasi siswa untuk konsisten menerapkan nilai dhasa dharma di luar jam sekolah? Terakhir, apakah kolaborasi kegiatan kepramukaan lintas sekolah berbasis komunitas dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan dana dan waktu sekaligus memperluas jaringan pembelajaran akhlak antar-siswa? Ketiga ide ini dapat dirancang secara terintegrasi untuk menghasilkan model pendidikan akhlak melalui pramuka yang lebih ekonomis, menyenangkan, dan berkelanjutan.

  1. #faktor penghambat#faktor penghambat
  2. #penguasaan kosakata#penguasaan kosakata
Read online
File size387.63 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-16m
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test