UNZAHUNZAH

At- Ta'lim : Jurnal PendidikanAt- Ta'lim : Jurnal Pendidikan

Munculnya counter productive dalam dunia pendidikan telah menyebabkan munculnya gejala-gejala di kalangan anak muda, bahkan orang tua, yang menunjukkan bahwa mereka mengabaikan nilai dan moral dalam tata krama pergaulan yang sangat diperlukan dalam suatu masyarakat yang beradab. Keprihatinan terhadap dekadensi moral ibarat sebilah pisau bermata dua. Jika mencari akar masalah pada orang lain pada hakikatnya akar masalah itu juga bermula dari diri sendiri sehingga menyalahkan orang lain berarti pula menyalahkan diri sendiri. Untuk itu perlu dicarikan solusi dan aksi pendidikan akhlak yang tepat. Penelitian mengenai “Model Pendidikan Akhlak Aplikatif-Integratif di SMPN 2 Jember dilakukan berpijak dari keprihatinan tersebut. Hasil penelitian ini menujukan bahwa desain pendidikan akhlak aplikatif integratif di SMP Negeri 2 Jember dengan menerapkan empat model, pertama terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar (KBM). Kedua buadaya sekolah yang meliputi kegiatan rutin yang merupakan kegiatan sudah terprogam, kegiatan spontan, keteladanan dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pengkondisian fisik maupun non-fisik. Ketiga kegiatan ekstra kurikuler yang merupakan kegiatan tambahan di SMPN 2 Jember. Keempat Kegiatan berbasis komonitas yang melibatkan orang tua dan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan akhlak aplikatif integratif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa desain pendidikan akhlak di SMP Negeri 2 Jember mengadopsi empat model, yaitu integrasi dengan kegiatan belajar mengajar, budaya sekolah melalui hidden curriculum, kegiatan ekstrakurikuler, serta pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan orang tua dan masyarakat.Model pertama menekankan integrasi materi akhlak ke dalam RPP setiap mata pelajaran, sedangkan model kedua mencakup kegiatan rutin, spontan, dan keteladanan tenaga pendidik sebagai hidden curriculum.Model ketiga dan keempat masing‑masing memperkuat kemandirian siswa melalui ekstrakurikuler dan memberikan kontrol serta dukungan moral melalui partisipasi komunitas.

Bagaimana pengaruh penerapan empat model pendidikan akhlak integratif terhadap perkembangan perilaku moral siswa SMP Negeri 2 Jember dalam jangka waktu lima tahun setelah implementasi? Penelitian selanjutnya dapat merancang dan menguji sebuah instrumen penilaian akhlak berbasis aplikasi digital yang memungkinkan guru serta orang tua memantau secara real‑time kemajuan karakter siswa. Apakah model pendidikan akhlak yang diterapkan di SMP Negeri 2 Jember dapat direplikasi secara efektif di sekolah menengah pertama lain dengan konteks sosial‑budaya yang berbeda, dan faktor apa yang mempengaruhi keberhasilannya? Studi komparatif antara sekolah yang mengadopsi model integratif dengan sekolah yang masih menggunakan pendekatan tradisional dapat memberikan insight tentang keunggulan dan keterbatasan masing‑masing strategi dalam meningkatkan nilai akhlak siswa. Selain itu, analisis biaya‑manfaat dari pelaksanaan keempat model tersebut akan membantu pihak sekolah dan pembuat kebijakan dalam menentukan alokasi sumber daya yang optimal untuk program pendidikan karakter.

Read online
File size424.82 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test