IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO

The Indonesian Journal of Infectious DiseasesThe Indonesian Journal of Infectious Diseases

Background: Pneumonia tetap menjadi beban kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan tren temporal pneumonia di Indonesia menggunakan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) selama periode 2022–2024. Methods: Studi deskriptif ini memanfaatkan data sekunder agregat dari SKDR Kementerian Kesehatan Indonesia, mencakup semua 38 provinsi dari tahun 2022 hingga 2024. Analisis dilakukan terhadap distribusi tahunan dan kumulatif kasus pneumonia antar provinsi, divisualisasikan melalui tabel peringkat dan peta choropleth, serta analisis tren temporal kuartalan. Results: SKDR mencatat 1.204.023 kasus pneumonia selama periode studi. Secara temporal, terjadi peningkatan tahunan yang signifikan serta pola musiman yang dapat diprediksi, dengan Kuartal II secara konsisten menjadi periode insiden terendah. Secara spasial, terdapat disparitas ekstrem, dengan hotspot kasus tertinggi terkonsentrasi terutama di Pulau Jawa, sementara coldspot di Indonesia Timur (misalnya Papua Barat, Maluku) lebih mungkin mencerminkan keterbatasan surveilans dan akses layanan kesehatan, menunjukkan adanya daerah berisiko tinggi yang tersembunyi. Conclusion: Pneumonia di Indonesia menunjukkan pola temporal dinamis dan konsentrasi spasial yang tajam, menekankan pentingnya strategi kontrol yang berbeda: intervensi proaktif berbasis pola musiman, alokasi sumber daya intensif di hotspot, serta peningkatan sistem surveilans dan akses layanan kesehatan di coldspot untuk mengatasi area berisiko tinggi yang tersembunyi.

Berdasarkan analisis data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (EWARS/SKDR) tahun 2022–2024, pneumonia di Indonesia menunjukkan karakteristik epidemiologis yang khas, yaitu tren temporal yang meningkat setiap tahun dan pola musiman yang konsisten dengan penurunan terprediksi pada Kuartal II.Disparitas spasial yang ekstrem menjadikan Pulau Jawa sebagai pusat nasional (hotspot), dipengaruhi terutama oleh faktor demografis dan lingkungan seperti urbanisasi serta polusi udara.Sebaliknya, jumlah kasus yang rendah di Indonesia Timur (misalnya Papua Barat, Maluku) lebih mungkin mencerminkan keterbatasan sistem surveilans dan akses layanan kesehatan, menunjukkan adanya daerah berisiko tinggi yang belum terdeteksi.

Penelitian selanjutnya sebaiknya mengevaluasi secara kuantitatif sejauh mana faktor lingkungan, khususnya polusi udara PM2.5, berkontribusi terhadap konsentrasi kasus pneumonia di wilayah Jawa, dengan menggunakan model regresi spasial. Selanjutnya, diperlukan studi surveilans aktif di provinsi-provinsi timur seperti Papua Barat dan Maluku untuk mengukur tingkat underreporting serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaporan, sehingga dapat memperbaiki akurasi data SKDR. Selain itu, penelitian longitudinal yang menggabungkan data klinis individu dan data SKDR dapat dikembangkan untuk membangun model prediktif temporal yang memperkirakan puncak incidence pneumonia tiap kuartal, sehingga memfasilitasi penjadwalan intervensi vaksinasi dan persiapan logistik secara lebih tepat. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan kebijakan kesehatan dapat lebih terarah, mengurangi beban pneumonia, dan menutup kesenjangan antara hotspot dan coldspot di seluruh Indonesia.

  1. EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUES DAPAT PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI | MEDIA ILMU KESEHATAN.... doi.org/10.30989/mik.v5i2.57EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUES DAPAT PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI MEDIA ILMU KESEHATAN doi 10 30989 mik v5i2 57
  2. Analisis Regresi Non Linear Terhadap Penyebaran Penyakit Pneumonia di Provinsi Jawa Timur | JURNAL JENDELA... doi.org/10.57008/jjm.v3i01.1089Analisis Regresi Non Linear Terhadap Penyebaran Penyakit Pneumonia di Provinsi Jawa Timur JURNAL JENDELA doi 10 57008 jjm v3i01 1089
  3. Evaluating the Underreporting of Diseases in the Philippines During the COVID-19 Pandemic through Comparative... doi.org/10.21203/rs.3.rs-3837011/v1Evaluating the Underreporting of Diseases in the Philippines During the COVID 19 Pandemic through Comparative doi 10 21203 rs 3 rs 3837011 v1
Read online
File size857.03 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test