UIBUUIBU
One moment, please...One moment, please...Infectious diseases caused by bacterial and fungal pathogens remain a major public health concern, particularly in the context of increasing antimicrobial resistance. This study aimed to evaluate the in vitro antimicrobial bioactivity of Pseudomonas azotoformans UICC B-91 extract against Salmonella typhi and Microsporum canis. A quantitative experimental design with a completely randomized design (CRD) was applied using three extract concentrations (30%, 50%, and 100%). Antibacterial activity against S. typhi was assessed using the disc diffusion method, while antifungal activity against M. canis was evaluated using the agar well diffusion method. Inhibition zones were measured and analyzed using SPSS with one-way ANOVA. The results showed that the extract exhibited weak antibacterial activity against S. typhi, with inhibition zones ranging from 1.30 ± 0.28 mm to 2.00 ± 0.71 mm, and statistical significance observed only at the 50% concentration (p = 0.039). In contrast, moderate antifungal activity against M. canis was observed, with a maximum inhibition zone of 6.50 ± 0.71 mm, and ANOVA confirmed a significant effect among treatments (F = 803.936; p = 0.026). These findings indicate that Pseudomonas azotoformans UICC B-91 extract contains bioactive compounds with measurable antimicrobial activity under in vitro conditions, particularly against dermatophyte fungi.
The study demonstrated that the Pseudomonas azotoformans UICC B-91 extract exhibited weak antibacterial activity against Salmonella typhi and moderate antifungal activity against Microsporum canis.Statistical analysis confirmed the significant antifungal activity against M.canis, while the antibacterial effect against S.These findings suggest the potential of P.azotoformans as a source of natural antifungal agents, but further research is needed to confirm clinical effectiveness and safety.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa bioaktif spesifik dalam ekstrak Pseudomonas azotoformans UICC B-91 yang bertanggung jawab atas aktivitas antimikroba, serta menguji efektivitasnya secara individual dan sinergis. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan ekstrak ini dalam formulasi antimikroba baru, seperti salep atau larutan, untuk pengobatan infeksi jamur kulit yang disebabkan oleh Microsporum canis. Terakhir, penelitian in vivo pada model hewan diperlukan untuk mengevaluasi efikasi, toksisitas, dan profil farmakokinetik ekstrak, serta untuk menentukan apakah ekstrak tersebut dapat mengatasi resistensi antimikroba pada bakteri dan jamur patogen.
- Antimicrobial Resistance in Salmonella Typhi Isolated From a Referral Hospital of Kathmandu, Nepal -... journals.sagepub.com/doi/10.1177/11786361211056350Antimicrobial Resistance in Salmonella Typhi Isolated From a Referral Hospital of Kathmandu Nepal journals sagepub doi 10 1177 11786361211056350
- Bioactivity of Pseudomonas azotoformans UICC B-91 as an agent with antimicrobial activity, Salmonella... ejurnal.uibu.ac.id/index.php/edubiotik/article/view/1359Bioactivity of Pseudomonas azotoformans UICC B 91 as an agent with antimicrobial activity Salmonella ejurnal uibu ac index php edubiotik article view 1359
| File size | 519.28 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UBTUBT Pengembangan tanaman kelor melalui inovasi larvasida kelor telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat Desa Langir Kabupaten Sikka. PerluPengembangan tanaman kelor melalui inovasi larvasida kelor telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat Desa Langir Kabupaten Sikka. Perlu
POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG 003 RW. 002 di Kelurahan Tebing Kabupaten Karimun tahun 2021. Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel003 RW. 002 di Kelurahan Tebing Kabupaten Karimun tahun 2021. Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel
UncenUncen Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas protein ulat sagu (Rhynchophorus bilineatus). Ulat sagu dikembangbiakkan pada media batang sagu dengan tigaPenelitian ini bertujuan mengetahui kualitas protein ulat sagu (Rhynchophorus bilineatus). Ulat sagu dikembangbiakkan pada media batang sagu dengan tiga
UncenUncen (81,67 %) masing‑masing, serta pada tingkat sapihan masing‑masing Kleinhovia hospita L. Regenerasi hutan tergolong lambat akibat adanya rumpang tajuk(81,67 %) masing‑masing, serta pada tingkat sapihan masing‑masing Kleinhovia hospita L. Regenerasi hutan tergolong lambat akibat adanya rumpang tajuk
UncenUncen Untuk mikoriza anggrek, hanya 17 spesies yang telah ditemukan sejauh ini, di antaranya terdapat spesies Rhizoctonia sp, Tulasnella sp, dan CeratorhizaUntuk mikoriza anggrek, hanya 17 spesies yang telah ditemukan sejauh ini, di antaranya terdapat spesies Rhizoctonia sp, Tulasnella sp, dan Ceratorhiza
FKM UNTIKAFKM UNTIKA Penelitian di masa mendatang harus membahas terkait hubungan antara variabel (HI, CI, BI, ABJ dan MI) denga kejadian DBD yang pada akhirnya memajukan pengetahuanPenelitian di masa mendatang harus membahas terkait hubungan antara variabel (HI, CI, BI, ABJ dan MI) denga kejadian DBD yang pada akhirnya memajukan pengetahuan
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dari genus flavivirus. Provinsi Bali adalah salahLatar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dari genus flavivirus. Provinsi Bali adalah salah
BILLFATHBILLFATH Pengendalian hama tanaman menggunakan agen hayati merupakan salah satu cara untuk menciptakan tanaman berkualitas. Salah satu agen hayati yang digunakanPengendalian hama tanaman menggunakan agen hayati merupakan salah satu cara untuk menciptakan tanaman berkualitas. Salah satu agen hayati yang digunakan
Useful /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa teori permainan (game theory) berperan penting dalam membantu proses pengambilan keputusan strategis sertaDari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa teori permainan (game theory) berperan penting dalam membantu proses pengambilan keputusan strategis serta
RCF INDONESIARCF INDONESIA Pelaku usaha sosial terbukti mampu memberikan dampak nyata melalui pemberdayaan komunitas, peningkatan kapasitas pemasok kecil, serta penyediaan produkPelaku usaha sosial terbukti mampu memberikan dampak nyata melalui pemberdayaan komunitas, peningkatan kapasitas pemasok kecil, serta penyediaan produk
RCF INDONESIARCF INDONESIA Menggunakan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengintegrasikan tiga kerangka teoretis utama teori strategi, teori agensi (agency theory), dan manajemenMenggunakan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengintegrasikan tiga kerangka teoretis utama teori strategi, teori agensi (agency theory), dan manajemen
UGMUGM Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter memiliki peran penting sebagai kebijakan stabilisasi dalam perekonomian kecil terbuka. Penelitian ini menunjukkanTemuan ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter memiliki peran penting sebagai kebijakan stabilisasi dalam perekonomian kecil terbuka. Penelitian ini menunjukkan