IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO

The Indonesian Journal of Infectious DiseasesThe Indonesian Journal of Infectious Diseases

Latar Belakang: Wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Pasien COVID-19 yang parah melibatkan penanda inflamasi yang meningkat, termasuk feritin. Feritin adalah mediator kunci dari disregulasi imun, terutama di bawah hiperferitinemia ekstrim. Pasien COVID-19 dengan hiperferitinemia memiliki tingkat penanda inflamasi yang jauh lebih tinggi, salah satunya adalah procalcitonin (PCT). Tujuan: untuk mengetahui hubungan kadar feritin serum dengan PCT pada pasien COVID-19. Metode: penelitian analitik korelatif. Sampel adalah data rekam medik sebanyak 463 pasien COVID-19 di RS Persahabatan periode Januari – Desember 2021. Hubungan antara kadar feritin serum dengan kadar PCT dianalisis secara statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas pasien 240 (51,8%) pasien laki-laki dengan kelompok umur tertinggi 46-59 tahun sebanyak 160 (34,6%) pasien dan 60 tahun sebanyak 163 (35,0%) pasien. Rerata kadar feritin serum adalah 995.218 µg/L dengan kadar minimum 11,3 µg/L dan kadar maksimum 22.612,7 µg/L, sedangkan rerata kadar PCT adalah 0,3892 ng/mL dengan kadar minimum 0 ,00 ng/mL dan kadar maksimum 50,73 ng/mL. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat korelasi antara kadar ferritin serum dengan PCT (Pvalue= 0,0001; rho 0,573).

Peningkatan kadar feritin serum diikuti dengan peningkatan kadar procalcitonin.Terdapat korelasi positif dan kuat antara kadar feritin serum dan PCT.Penelitian ini dapat menjadi masukan bagi rumah sakit dalam menentukan jenis pemeriksaan laboratorium pada pasien COVID-19, dan pemeriksaan kedua parameter tersebut dapat digunakan sebagai pengganti pemeriksaan sitokin yang lebih mahal.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menginvestigasi mekanisme spesifik yang mendasari korelasi antara kadar feritin serum dan PCT pada pasien COVID-19, termasuk peran sitokin dan jalur inflamasi lainnya. Studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dan kelompok kontrol yang sesuai diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan menentukan apakah kadar feritin serum dan PCT dapat digunakan sebagai prediktor risiko keparahan penyakit dan mortalitas pada pasien COVID-19. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi potensi terapi yang menargetkan feritin atau PCT untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan hasil klinis pada pasien COVID-19, serta mengkaji apakah intervensi yang menurunkan kadar feritin dapat berdampak positif pada kadar PCT dan perbaikan kondisi pasien.

Read online
File size258.01 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test