IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO
The Indonesian Journal of Infectious DiseasesThe Indonesian Journal of Infectious DiseasesPneumonia menimbulkan beban klinis dan ekonomi yang tinggi, terutama pada pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 (DM). Pemilihan antibiotik yang tepat sangat penting untuk memastikan efektivitas klinis dan efisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biaya monoterapi fluoroquinolone dibandingkan terapi kombinasi beta-lactam–macrolide pada pasien BPJS dengan pneumonia dan komorbid DM tipe 2 di Rumah Sakit Prof. Dr. Sulianti Saroso (RSPI) selama tahun 2023–2024. Metode penelitian ini menggunakan analisis efektivitas biaya (CEA) secara retrospektif dengan data rekam medis. Efektivitas diukur berdasarkan Indeks Keparahan Pneumonia (PSI) dan lama rawat, sedangkan biaya medis langsung total dianalisis untuk menghitung Rasio Efektivitas Biaya Rata-Rata (ACER). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam efektivitas atau biaya total antara kedua regimen. Namun, monoterapi fluoroquinolone memiliki biaya total lebih rendah (Rp10.090.591) dan nilai ACER lebih kecil dibandingkan terapi kombinasi (Rp13.386.045), yang menunjukkan bahwa monoterapi lebih efektif secara biaya meskipun hasil klinisnya serupa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun perbedaan statistik tidak signifikan, monoterapi fluoroquinolone tampak lebih efektif secara biaya dibandingkan terapi kombinasi beta-lactam–macrolide pada pasien pneumonia dengan komorbid DM. Temuan ini dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis farmakoekonomi dalam pemilihan antibiotik. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu sampel kecil, pengaturan pusat tunggal, dan desain retrospektif, yang dapat mempengaruhi generalisasi hasil.
Penelitian ini menemukan bahwa monoterapi fluoroquinolone dan terapi kombinasi beta-lactam–macrolide memiliki efektivitas klinis yang serupa pada pasien dengan pneumonia dan komorbid diabetes mellitus tipe 2.Namun, monoterapi fluoroquinolone tampak lebih efisien secara biaya, menunjukkan hasil yang serupa dengan biaya pengobatan keseluruhan yang lebih rendah.Meskipun perbedaan antara regimen tidak signifikan secara statistik, temuan ini menyarankan bahwa monoterapi fluoroquinolone mungkin menjadi pilihan yang lebih praktis dan efektif secara biaya untuk menangani pneumonia pada pasien diabetes, asalkan tetap sesuai secara klinis.Namun, hasil ini harus ditafsirkan dengan hati-hati.Desain retrospektif penelitian, ukuran sampel kecil dan tidak seimbang, serta pengaturan pusat tunggal membatasi generalisasi temuan.Penelitian lebih lanjut dengan desain prospektif, multi-pusat, dan sampel yang lebih besar direkomendasikan untuk mengonfirmasi hasil ini dan mengeksplorasi evaluasi ekonomi yang lebih luas, seperti analisis biaya-manfaat atau biaya-efektivitas, untuk memperkuat dasar bukti pemilihan antibiotik pada pasien pneumonia dengan komorbiditas.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi prospektif yang lebih besar dan multi-pusat untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi evaluasi ekonomi yang lebih luas. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada analisis biaya-manfaat atau biaya-efektivitas untuk memperkuat dasar bukti pemilihan antibiotik pada pasien pneumonia dengan komorbiditas. Penelitian juga dapat menyelidiki faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi efektivitas dan biaya pengobatan, seperti usia pasien, keparahan penyakit, dan kondisi medis komorbid. Dengan demikian, studi lanjutan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang strategi pengobatan yang optimal untuk pasien pneumonia dengan komorbid diabetes mellitus tipe 2.
| File size | 437.51 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
ESDMESDM Analisis geomorfik terintegrasi, geologis, radiometrik, petrografik, dan geokimia mengungkapkan bahwa sesar MSTM bertindak sebagai saluran untuk fluidaAnalisis geomorfik terintegrasi, geologis, radiometrik, petrografik, dan geokimia mengungkapkan bahwa sesar MSTM bertindak sebagai saluran untuk fluida
STIK SAMSTIK SAM Data diambil menggunakan instrumen kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan instrumen kuesioner Self-Management Diabetes Mellitus (SMDM).Data diambil menggunakan instrumen kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) dan instrumen kuesioner Self-Management Diabetes Mellitus (SMDM).
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Pendidikan yang tepat dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan diet di antara pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak pendidikanPendidikan yang tepat dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan diet di antara pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak pendidikan
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA R. Soedarsono didominasi oleh pasien dengan self compassion yang tinggi yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 47.73%. Motivasi berobat pada pasien lukaR. Soedarsono didominasi oleh pasien dengan self compassion yang tinggi yaitu sebanyak 21 orang atau sebesar 47.73%. Motivasi berobat pada pasien luka
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0. 000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p valueHasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0. 000. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner E-Healss untuk health literasi dan kuisioner Menstrual Hygiene untuk kemampuan kebersihan menstruasi remaja putri.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner E-Healss untuk health literasi dan kuisioner Menstrual Hygiene untuk kemampuan kebersihan menstruasi remaja putri.
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ASI sebelum dilakukan pijat oksitosin menunjukkan mean 47,03 cc/ml dan produksi ASI sesudah menunjukkan meanHasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ASI sebelum dilakukan pijat oksitosin menunjukkan mean 47,03 cc/ml dan produksi ASI sesudah menunjukkan mean
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Program yang bertujuan menuntaskan penyakit Tuberkulosis pada penderita yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam upaya bidang promotif dilakukanProgram yang bertujuan menuntaskan penyakit Tuberkulosis pada penderita yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam upaya bidang promotif dilakukan
Useful /
IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO Penelitian ini melibatkan lima informan utama, yaitu ibu anak usia 0-5 tahun yang didiagnosis tuberkulosis, dan tiga informan pendukung, yang terdiri dariPenelitian ini melibatkan lima informan utama, yaitu ibu anak usia 0-5 tahun yang didiagnosis tuberkulosis, dan tiga informan pendukung, yang terdiri dari
HIPKIN JATENGHIPKIN JATENG Untuk memberikan pengetahuan dan alat yang diperlukan bagi orang tua dalam menerapkan parenting otoritatif, penting untuk mengembangkan program pendidikanUntuk memberikan pengetahuan dan alat yang diperlukan bagi orang tua dalam menerapkan parenting otoritatif, penting untuk mengembangkan program pendidikan
STIK SAMSTIK SAM Berdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Z Kota Jambi mengenai analisis penggunaan obat pada pasien penyakit jantung iskemik dapat disimpulkan bahwaBerdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Z Kota Jambi mengenai analisis penggunaan obat pada pasien penyakit jantung iskemik dapat disimpulkan bahwa
STMIK AMIKBANDUNGSTMIK AMIKBANDUNG Penelitian penggunaan VLAN di laboratorium SMK ASY-SYARIFY IBS PANDANWANGI menunjukkan bahwa VLAN dapat meningkatkan performa jaringan, membagi jaringanPenelitian penggunaan VLAN di laboratorium SMK ASY-SYARIFY IBS PANDANWANGI menunjukkan bahwa VLAN dapat meningkatkan performa jaringan, membagi jaringan