STAIDHISTAIDHI

Dharma: Jurnal Pengabdian MasyarakatDharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Desa Jangkar, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan menghasilkan limbah biji durian yang melimpah setiap musim panen. Selama ini limbah tersebut hanya dibuang, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan kripik biji durian sebagai inovasi pangan bernilai tambah, yang juga menciptakan peluang usaha mikro berbasis desa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis situasi, pelatihan teknis pengolahan keripik, pendampingan manajemen usaha, dan pemasaran. Evaluasi dilakukan melalui uji responsif konsumen dengan menggunakan kuesioner pre‑test dan post‑test. Uji responsif produk dilaksanakan terhadap 42 responden masyarakat sekitar (setelah proses produksi). Hasil uji menunjukkan bahwa sebagian besar responden (80%) menyukai kripik biji durian. Alasan utama disukai adalah rasa yang gurih dan tekstur yang renyah, meskipun aroma khas durian dinilai kurang menonjol. Perbandingan antara pre‑test (sebelum mencoba) dan post‑test (setelah mencoba) produk memperlihatkan peningkatan signifikan pada minat mencoba produk (dari 55% menjadi 85%), penilaian rasa (dari 50% menjadi 80%), apresiasi tekstur (dari 48% menjadi 75%), dan kelayakan sebagai produk jual (dari 45% menjadi 70%). Uji pasar awal juga mendapat respon positif dan antusiasme dari masyarakat. Kontribusi kegiatan ini mencakup inovasi produk, peningkatan keterampilan masyarakat, tambahan pendapatan, dan dukungan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, kripik biji durian berpotensi menjadi produk khas daerah yang berkelanjutan dengan prospek pasar yang menjanjikan.

Produk kripik biji durian mendapatkan penerimaan positif, dengan 80% responden menyukainya karena rasa gurih dan tekstur renyah meskipun aroma khas kurang menonjol.Hasil uji pre‑test dan post‑test menunjukkan peningkatan signifikan pada minat mencoba (55%→85%), penilaian rasa (50%→80%), tekstur (48%→75%), dan kelayakan jual (45%→70%).Secara ekonomi, produk ini berpotensi mendukung usaha mikro masyarakat melalui biaya produksi rendah dan kontribusi pelestarian lingkungan, namun tetap menghadapi kendala ketersediaan bahan baku di luar musim dan perlu peningkatan aroma.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi teknik pengolahan alternatif, seperti pengeringan suhu rendah atau perlakuan enzimatis, untuk mempertahankan atau meningkatkan aroma khas biji durian tanpa mengurangi kerenyahan produk. Selain itu, studi mengenai model rantai pasokan berkelanjutan selama musim non‑panen, misalnya melalui sistem penyimpanan komunitas atau pemanfaatan biji buah lain yang memiliki sifat serupa, dapat mengatasi keterbatasan bahan baku. Terakhir, analisis preferensi konsumen terhadap variasi rasa baru dan kemasan ramah lingkungan, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan periode observasi jangka panjang, akan membantu memperluas pasar serta meningkatkan daya saing produk kripik biji durian.

  1. Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah | Dharma: Jurnal... jurnal.staidhi.com/index.php/dharma/article/view/313Pelatihan Kelompok Guru dalam Penerapan Strategi Joyful Learning di Madrasah Ibtidaiyah Dharma Jurnal jurnal staidhi index php dharma article view 313
  2. Pemanfaatan dan Prospek Budidaya Cabe Jamu di Dusun Nung Malaka Desa Daleman Kecamatan Galis Kabupaten... doi.org/10.35309/dharma.v1i2.42Pemanfaatan dan Prospek Budidaya Cabe Jamu di Dusun Nung Malaka Desa Daleman Kecamatan Galis Kabupaten doi 10 35309 dharma v1i2 42
Read online
File size285.95 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test