UNIPASUNIPAS

Agro Bali : Agricultural JournalAgro Bali : Agricultural Journal

Tren peningkatan konsumsi bahan bakar fosil berbanding terbalik dengan ketersediaan cadangan gas alam. Sumber energi terbarukan yang berasal dari biomassa diperlukan sebagai bahan bakar alternatif, seperti biobriket. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan produksi biobriket dengan menambahkan bahan pemicu pembakaran untuk memperoleh komposisi terbaik yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta menunjukkan karakteristik penyalaan yang baik. Desain eksperimen menggunakan metode Taguchi dengan larik ortogonal L9 (34), dan hasil dianalisis secara statistik menggunakan Grey Relational Analysis (GRA) untuk mengevaluasi respons ganda. Meskipun nilai Grey Relational Grade (GRG) tertinggi menunjukkan optimum teoretis, uji konfirmasi mengungkapkan komposisi sedikit berbeda dengan kinerja pembakaran yang lebih baik. Komposisi optimal terdiri dari 3 g tandan kosong kelapa sawit (A1), 16 g cangkang kernel kelapa sawit (B2), 40% getah pinus (C3), dan 20% sulfur (D3), menghasilkan kadar air 1,148%, kadar abu 10,75%, kadar zat mudah menguap 12,36%, nilai kalor 7.223,5 kal‧g-1, waktu nyala awal 1,83 detik, dan laju pembakaran 0,237 mg‧min-1. Hasil ini menunjukkan bahwa biobriket yang dihasilkan memenuhi standar SNI untuk kadar air, zat mudah menguap, nilai kalor, serta memiliki kemudahan menyala yang baik.

Komposisi terbaik biobriket adalah 3 g tandan kosong kelapa sawit, 16 g cangkang kernel kelapa sawit, 40% getah pinus, dan 20% sulfur.Biobriket tersebut memenuhi standar SNI 01-6235-2000 pada parameter kadar air, zat mudah menguap, dan nilai kalor.Penambahan bahan pemicu pembakaran menghasilkan waktu nyala awal yang baik, yaitu 1,83 detik.

Pertama, perlu diteliti pengaruh penggunaan bahan pemicu alami lainnya, seperti serbuk kayu kering atau minyak nabati, dibandingkan dengan kombinasi getah pinus dan sulfur untuk mengetahui apakah alternatif tersebut dapat meningkatkan kinerja pembakaran sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Kedua, penting untuk mengkaji modifikasi desain biobriket, seperti bentuk dan porositas, dalam konteks efisiensi pembakaran dan distribusi panas, guna menyesuaikan dengan kebutuhan peralatan memasak rumah tangga yang umum digunakan di daerah pedesaan. Ketiga, diperlukan penelitian lanjutan mengenai penerapan proses pra-pengolahan bahan baku, seperti pencucian atau perlakuan kimia ringan terhadap tandan kosong kelapa sawit, untuk mengurangi kandungan abu dan meningkatkan kualitas bahan bakar akhir. Studi-studi ini dapat dilakukan secara terintegrasi untuk mengembangkan biobriket yang tidak hanya optimal secara teknis tetapi juga layak secara ekonomi dan ramah lingkungan bagi komunitas lokal. Selain itu, penelitian bisa mengevaluasi durabilitas dan masa simpan biobriket dalam kondisi lembap, yang umum terjadi di wilayah tropis. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, dapat dirancang sistem produksi skala kecil yang berkelanjutan. Studi juga bisa mengeksplorasi penggunaan limbah pertanian lain sebagai pencampur untuk diversifikasi bahan baku. Selanjutnya, analisis siklus hidup dari produksi hingga penggunaan biobriket perlu dilakukan untuk mengukur dampak lingkungan secara menyeluruh. Penelitian dapat melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengujian lapangan untuk memastikan keberterimaan teknologi. Pendekatan multidisiplin akan mempercepat adopsi energi terbarukan berbasis limbah lokal.

  1. Optimisation of Biobriquette Production Enriched with Burning Lighter Materials | Nugraha | Agro Bali... doi.org/10.37637/ab.v8i3.2423Optimisation of Biobriquette Production Enriched with Burning Lighter Materials Nugraha Agro Bali doi 10 37637 ab v8i3 2423
  2. PENGARUH PERCEPATAN PEMBAKARAN BRIKET TEMPURUNG KELAPA DENGAN PENAMBAHAN VARIASI OKSIDATOR KMnO4 | Jurnal... ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/Crystal/article/view/2370PENGARUH PERCEPATAN PEMBAKARAN BRIKET TEMPURUNG KELAPA DENGAN PENAMBAHAN VARIASI OKSIDATOR KMnO4 Jurnal ejournal unibabwi ac index php Crystal article view 2370
  3. Optimalisasi Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Arang Sekam untuk Menambah Pendapatan Petani di Desa... doi.org/10.37637/ab.v4i1.691Optimalisasi Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket Arang Sekam untuk Menambah Pendapatan Petani di Desa doi 10 37637 ab v4i1 691
  1. #rantai pasok#rantai pasok
  2. #ubi jalar#ubi jalar
Read online
File size613.64 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2v0
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test