UNIPASUNIPAS

Agro Bali : Agricultural JournalAgro Bali : Agricultural Journal

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sektor pertanian yang besar. dimana sektor pertanian tersebut terus berkembang pesat. Selain sektor pertanian yang besar, hasil pertanian yang sangat dikenal adalah tanaman pangan. Tanaman pangan merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat dalam pertanian Indonesia. Jenis tanaman yang dibudidayakan dalam tanaman pangan meliputi tanaman padi, jagung dan kedelai serta ubi kayu. Jagung adalah salah satu bahan pangan pokok yang penting bagi Indonesia. Saat ini jagung dijadikan sebagai sasaran utama oleh Kementerian agar menjadi swasembada pangan (Aini, 2019). Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Deli Serdang, pada tahun 2018 angka ketersedian jagung mencapai 112.940,01 ton dengan kebutuhan konsumsi mencapai 878,28 ton. Hal ini menunjukkan adanya surplus 112.061,73 ton (99,22 %). Rantai pasok merupakan salah satu pendekatan yang diyakini dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan komoditas pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja petani dan pengumpul jagung di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara; dan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis petani dan pengumpul jagung di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Metode pengukuran kinerja menggunakan Supply Chain Operation Reference (SCOR) yang akan melihat hasil pengukuran berdasarkan indikator-indikator pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 petani mitra yang inefisien akibat input tidak optimal, sedangkan Rukun Sena lebih efisien dibanding Karya Jagung.

Kinerja rantai pasok petani mitra belum optimal karena beberapa petani berada pada kriteria Adventage dan Parity.Dengan metode DEA, hanya 7 dari 30 petani dinyatakan efisien.Rukun Sena (pengumpul) merupakan satu-satunya pengumpul efisien, sementara Karya Jagung perlu meningkatkan input untuk mencapai efisiensi teknis.

Penelitian lanjutan dapat meliputi (1) mengkaji faktor non-teknis seperti keterlibatan pelaku usaha dalam rantai pasok di provinsi lain; (2) mengeksplorasi dampak keterbatasan akses modal terhadap efisiensi petani; dan (3) mengevaluasi efektivitas program pendampingan terhadap peningkatan efisiensi teknis. Penelitian pertama akan membandingkan metode DEA di wilayah berbeda untuk memahami perbedaan efisiensi regional. Penelitian kedua dapat mengintegrasikan analisis sosial-ekonomi untuk menjelaskan penyebab inefisiensi. Penelitian ketiga akan menguji hubungan antara frekuensi pelatihan pertanian dan peningkatan kinerja rantai pasok.

  1. EFISIENSI TEKNIS RANTAI PASOK JAGUNG TINGKAT PETANI DAN PENGUMPUL DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS... doi.org/10.37637/ab.v3i2.629EFISIENSI TEKNIS RANTAI PASOK JAGUNG TINGKAT PETANI DAN PENGUMPUL DENGAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS doi 10 37637 ab v3i2 629
  1. #pelaku usaha#pelaku usaha
  2. #rantai pasok#rantai pasok
Read online
File size625.47 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-2vh
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test