MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

AMMA : Jurnal Pengabdian MasyarakatAMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Salah satu produk teknologi pengomposan yang juga berkembang pesat adalah pembuatan compost tea (CT). CT merupakan ekstrak air kompos oksigenat yang diperoleh melalui proses penghawaan (aerasi) dalam fase cair. Proses pembuatan CT dengan metode tersebut dinamakan dengan Aerated Compost Tea (ACT). Kelebihan ACT dibandingkan dengan kompos biasa dikarenkan ekstrak air kompos mengandung nutrisi hara terlarut dan juga hormone pertumbuhan. Selain berfungsi sebagai sumber unsur hara, ACT juga dapat memperbaiki ekosistem tanah bagi pertumbuhan mikroba pengurai yang mampu mendukung kesuburan tanah, memperbaiki sifat fisik dan biologis tanah, memperbaiki aktivitas mikroba di dalamnya, dan juga dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap pathogen. ACT menyediakan unsur hara terlarut yang lebih cepat untuk diserap tanaman dan pada saat yang bersamaan memberikan biopestisida untuk mencegah ataupun menghambat infeksi patogen penyebab penyakit tanaman. Kegiatan Pengabdian Keapada Masyarakat ini merupakan pengembangan IPTEK dari hasil hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat memperlihatkan hasil yang cukup baik, yaitu ada kenaikan sebesar 33,35 % dari pemahaman awal. Hal ini cukup menarik karena pemahaman awal tentang ACT masih rendah yaitu 60,54. Penjelasan yang diberikan oleh tim Pengabdian Masyarakat ternyata dapat dipahami oleh khalayak sasaran dengan baik sehingga pemahaman mereka meningkat hingga 78,02.

Pemahaman pengetahuan peserta tentang cara pembuatan, aplikasi, serta manfaat Aerated Compost Tea (ACT) mengalami peningkatan rata-rata sebesar 33,35 %.Penggunaan Aerated Compost Tea dari bahan kompos seresah menawarkan solusi efektif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan nutrisi dan perlindungan tanaman.Pembahasan ini menyimpulkan bahwa penggunaan ACT dalam pertanian berkelanjutan memberikan manfaat ganda dalam hal peningkatan kualitas tanaman dan perlindungan terhadap patogen.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pemanfaatan Aerated Compost Tea (ACT) secara lebih optimal. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai jenis kompos seresah terhadap kualitas ACT yang dihasilkan, termasuk analisis kandungan nutrisi dan mikroorganisme yang ada di dalamnya. Hal ini penting untuk mengetahui kompos seresah mana yang paling efektif dalam menghasilkan ACT dengan kualitas terbaik untuk berbagai jenis tanaman. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penentuan dosis dan frekuensi aplikasi ACT yang optimal untuk berbagai jenis tanaman dan kondisi tanah. Eksperimen lapangan dengan berbagai variasi dosis dan frekuensi aplikasi akan memberikan data empiris yang akurat untuk merekomendasikan praktik terbaik bagi petani. Ketiga, penelitian dapat mengkaji potensi kombinasi ACT dengan pupuk organik atau mikroorganisme lain untuk meningkatkan efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dan menekan penyakit. Kombinasi yang tepat dapat memberikan efek sinergis yang lebih besar dibandingkan penggunaan ACT secara tunggal.

Read online
File size265.47 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test