MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

AMMA : Jurnal Pengabdian MasyarakatAMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Diabetes merupakan penyakit metabolik yang bersifat kronis, ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Terdapat dua tipe diabetes melitus, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2. Komplikasi diabetes melitus terdiri dari makrovaskuler, seperti penyakit jantung coroner, stroke, dan penyakit veskuler perifer, dan mikrovaskuler seperti neuropati, nefropati, dan retinopati. Dikatakan diabetes bila pemeriksaan gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL dan pre-diabetes bila hasilnya ≥ 140 mg/dL. Sedangkan pemeriksaan gula darah puasa ≥ 126 mg/dL, HbA1c > 6.5 %, G2PP ≥ 199 mg/dL juga sudah bisa dikatakan diabetes. Prevalensi diabetes sendiri di Indonesia terbesar adalah di Jakarta, yaitu 3.4%. Jakarta Timur sendiri berada di posisi kedua dalam penderita diabetes di Jakarta. Tingginya angka diabetes di Jakarta, khususnya Jakarta Timur, maka dilakukanlah pengabdian kepada masyarakat ini yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit diabetes melitus. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kali ini menggunakan metode ceramah oleh penyaji materi. Didapatkan peningkatan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus setelah dilakukan intervensi.

Dari hasil pengisian kuesioner yang dilakukakan sebelum dan sesudah pemberian materi oleh tim PKM, diperolehkan hasil terjadi peningkatan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus.Hal ini menunjukkan bahwa tujuan dari PKM ini tercapai, yaitu meningkatkan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus pada masyarakat dan diharapakan dapat membantu masyarakat untuk mencegah timbulnya komplikasi akibat penyakit diabetes melitus kedepannya.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana perbandingan efektivitas antara metode ceramah tradisional dengan metode pembelajaran interaktif berbasis digital dalam meningkatkan pengetahuan diabetes mellitus pada warga Pondok Bambu, sehingga dapat menentukan pendekatan paling efisien. Selain itu, penting untuk mengevaluasi retensi pengetahuan dan perubahan perilaku kesehatan jangka panjang setelah intervensi, misalnya dengan melakukan survei tindak lanjut tiga hingga enam bulan pasca penyuluhan, untuk mengetahui apakah peningkatan pengetahuan berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi diabetes. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi peran kader kesehatan masyarakat dalam memberikan pendampingan berkelanjutan setelah program PKM, dengan menilai apakah keterlibatan mereka meningkatkan kepatuhan warga terhadap pemeriksaan gula darah rutin dan adopsi gaya hidup sehat. Penelitian juga dapat meneliti pengaruh faktor sosial‑ekonomi, tingkat literasi, dan akses layanan kesehatan terhadap keberhasilan program edukasi, sehingga intervensi dapat disesuaikan dengan karakteristik demografis warga. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang strategi edukasi yang berkelanjutan dan efektif dalam upaya pencegahan komplikasi diabetes di lingkungan perkotaan.

  1. KARAKTERISTIK HASIL PEMERIKSAAN KREATININ SERUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DITINJAU DARI HASIL PEMERIKSAAN... journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediaanalis/article/view/3019KARAKTERISTIK HASIL PEMERIKSAAN KREATININ SERUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DITINJAU DARI HASIL PEMERIKSAAN journal poltekkes mks ac ojs2 index php mediaanalis article view 3019
  2. OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER KESEHATAN TENTANG DIABETES SELF MANAGEMENT MELALUI PELATIHAN... doi.org/10.25157/ag.v5i2.10423OPTIMALISASI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER KESEHATAN TENTANG DIABETES SELF MANAGEMENT MELALUI PELATIHAN doi 10 25157 ag v5i2 10423
  3. Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) dan Tekanan Darah kepada Masyarakat | Selano | Indonesian Journal... doi.org/10.30659/ijocs.2.1.38-45Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu GDS dan Tekanan Darah kepada Masyarakat Selano Indonesian Journal doi 10 30659 ijocs 2 1 38 45
Read online
File size234.41 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test