HELVETIAHELVETIA

Jurnal Dunia GiziJurnal Dunia Gizi

Pendahuluan: Remaja perempuan yang cenderung rentan terhadap stunting karena masa pertumbuhan dan peran penting dalam mengasuh anak-anaknya. Selain itu juga berperan sebagai peer educator di lingkungannya, memberikan informasi tentang gizi dan stunting. Tujuan: Untuk menguji pengaruh model edukasi deteksi dini risiko stunting dengan metode peer educator gizi terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku remaja perempuan dalam mencegah stunting di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode: Penelitian ini metode eksperimental dengan desain pretest-posttest control group design. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan, dengan tahap pra-intervensi, intervensi, dan tahap pasca-intervensi yang masing-masing memiliki jadwal tertentu. Penelitian ini melibatkan sampel remaja perempuan usia 13-18 tahun yang tersebar di Kabupaten Tapanuli Selatan. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi diberikan model edukasi deteksi dini risiko stunting dengan metode peer educator gizi dan kelompok kontrol tidak mendapatkan intervensi. Sampel penelitian terdiri dari remaja perempuan di dua sekolah di Kabupaten Tapanuli Selatan yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian serta data dianalisis secara univariate, bivariate dan multivariate. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dampak positif yang kuat dari intervensi edukasi ini pada pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja perempuan dalam upaya mencegah stunting. Mereka yang menjadi peer educator di komunitas juga memperluas dampak edukasi ini dengan menciptakan perubahan positif dalam perilaku gizi anak-anak di sekitarnya. Kesimpulan: model edukasi deteksi dini risiko stunting dengan metode peer educator gizi memiliki pengaruh positif dan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja perempuan terkait pencegahan stunting. Edukasi ini diharapkan dapat memperkuat kesehatan anak-anak dan kualitas hidup di masa depan, serta berperan dalam pembangunan masyarakat yang lebih sehat. Dengan memberikan pengetahuan yang tepat dan mengubah sikap serta perilaku, model ini membuka jalan menuju upaya pencegahan stunting yang lebih efektif dan berkelanjutan di kalangan remaja perempuan.

Model edukasi deteksi dini risiko stunting dengan metode peer educator gizi memberikan dampak positif signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja perempuan dalam pencegahan stunting.Model ini mengaktifkan remaja perempuan sebagai agen perubahan dan peer educator yang menyebarkan informasi serta mengubah pola makan dan nutrisi anak‑anak di lingkungan mereka.Edukasi ini harus terus didukung dan dikembangkan agar perubahan berkelanjutan tercapai dalam masyarakat.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas jangka panjang model edukasi peer educator gizi dengan melakukan follow‑up selama dua hingga tiga tahun untuk menilai keberlanjutan perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku serta dampaknya terhadap prevalensi stunting pada anak-anak; studi lain dapat memperluas cakupan intervensi dengan melibatkan remaja laki‑laki serta siswa dari berbagai jenjang pendidikan dan wilayah geografis untuk menguji generalisasi temuan serta mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan program; serta penelitian ketiga dapat menguji integrasi teknologi digital, seperti aplikasi mobile berbasis edukasi gizi, untuk meningkatkan akses, motivasi, dan monitoring peer educator, sekaligus menilai cost‑effectiveness dibandingkan model tradisional dalam skala komunitas yang lebih luas.

  1. #indeks massa tubuh#indeks massa tubuh
  2. #vitamin c#vitamin c
Read online
File size481.23 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-3gF
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test