UNIPASUNIPAS

Agro Bali : Agricultural JournalAgro Bali : Agricultural Journal

Efek negatif yang ditimbulkan oleh pestisida kimia terhadap ekosistem dan lingkungan mendorong usaha untuk menekan penggunaannya, salah satunya melalui penggunaan biopestisida nabati. Sebagai salah satu hama penting tanaman pertanian, ulat grayak (Spodoptera litura) perlu untuk ditekan populasinya untuk meminimalisir kehilangan hasil panen. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida nabati untuk mengendalikan hama ulat grayak yaitu Cerbera odollam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biopestisida nabati daun bintaro terhadap waktu berhenti makan (stop feeding) dan mortalitas larva ulat grayak. Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari enam taraf perlakuan (0 (kontrol), 10, 15, 20, 25, dan 30 g/L) dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Ekstrak diaplikasikan ke larva ulat grayak dengan menggunakan metode leaf dipping methods. Efektivitas pengaruh ekstrak daun bintaro terhadap ulat grayak dilakukan dengan mengamati waktu berhenti makan (time of stop feeding) dan mortalitas (tingkat kematian larva). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun bintaro berpotensi digunakan sebagai biopestisida nabati untuk larva S. litura. Mortalitas larva S. litura semakin meningkat sejalan dengan semakin lamanya waktu aplikasi ekstrak. Selain itu, mortalitas larva ulat grayak tertinggi terjadi pada perlakuan 20, 25, dan 30 g/L yaitu sebesar 40% pada 168 jam setelah aplikasi.

Biopestisida nabati daun bintaro berpotensi digunakan sebagai agen hayati ulat grayak.Persentase larva yang berhenti makan dan mortalitas larva ulat grayak semakin meningkat dengan semakin lamanya waktu pengamatan setelah aplikasi.Mortalitas tertinggi terjadi pada ektrak daun bintaro dengan konsentrasi 20, 25 dan 30 g/L yaitu sebesar 40%.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun bintaro dalam skala lapangan untuk melihat pengaruhnya terhadap lingkungan dan ekosistem pertanian. Selain itu, perlu dilakukan studi mengenai kombinasi ekstrak daun bintaro dengan biopestisida lainnya untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif dalam daun bintaro yang bertanggung jawab terhadap efek insektisida, serta mekanisme kerjanya dalam mengendalikan larva Spodoptera litura.

  1. Pesticidal natural products – status and future potential - Marrone... doi.org/10.1002/ps.5433Pesticidal natural productsyCAyAAAeyCAstatus and future potential Marrone doi 10 1002 ps 5433
  2. Investigations on the Effects of Five Different Plant Extracts on the Two‐Spotted Mite Tetranychus... doi.org/10.1155/2012/125284Investigations on the Effects of Five Different Plant Extracts on the TwoyAAAaSpotted Mite Tetranychus doi 10 1155 2012 125284
  3. PENGARUH EKSTRAK DAUN BINTARO (Cerbera odollam) TERHADAP WAKTU BERHENTI MAKAN DAN MORTALITAS LARVA ULAT... ejournal.unipas.ac.id/index.php/Agro/article/view/572PENGARUH EKSTRAK DAUN BINTARO Cerbera odollam TERHADAP WAKTU BERHENTI MAKAN DAN MORTALITAS LARVA ULAT ejournal unipas ac index php Agro article view 572
  1. #rantai pasok#rantai pasok
  2. #ubi jalar#ubi jalar
Read online
File size406.67 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2v5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test