UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar belakang: Fibroadenoma mammae (FAM) adalah tumor payudara yang tidak nyeri, unilateral, jinak (non-kanker), berupa benjolan padat, dan tidak berisi cairan. Kasus FAM meningkat setiap tahunnya, disertai kekhawatiran akan benjolan di sekitar payudara yang sering disalah artikan sebagai keganasan. Meskipun penyebab pasti FAM tidak diketahui, beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai faktor risiko FAM, termasuk penggunaan kontrasepsi, hamil di usia muda, dan sedang menjalani terapi hormonal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analisis dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden (40 kelompok kasus dan 40 kelompok kontrol). Analisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM). Hasil uji statistik chi square menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam pada tingkat kekuatan hubungan yang tergolong lemah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2023 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam dengan melibatkan 80 responden, ditemukan bahwa sebanyak 28 (71,8%) dari penderita fibroadenoma mammae (FAM) menggunakan kontrasepsi, sementara hanya 12 (29,3%) dari penderita yang bukan pengguna kontrasepsi.Di sisi lain, hanya 11 (28,2%) dari penderita non-FAM yang menggunakan kontrasepsi, sedangkan 29 (70,7%) dari penderita non-FAM tidak menggunakan kontrasepsi.Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan kontrasepsi dan kejadian fibroadenoma mammae (FAM) dengan nilai p-value sebesar 0,000.Odd Ratio (OR) yang diperoleh adalah 0,163, yang mengindikasikan penggunaan kontrasepsi berisiko 0,163 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami fibroadenoma mammae (FAM) dibandingkan dengan yang tidak menggunakan kontrasepsi.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan penelitian dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hubungan antara penggunaan kontrasepsi dan kejadian fibroadenoma mammae (FAM). Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, status perkawinan, dan riwayat keluarga dalam hal penyakit payudara. Penelitian juga dapat dilakukan dengan membandingkan efek dari berbagai jenis kontrasepsi hormonal terhadap kejadian FAM. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan kontrasepsi dan perkembangan FAM pada jangka panjang, serta mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kejadian FAM.

Read online
File size295.3 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test