PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Krisis limbah plastik global dan kebutuhan akan material konstruksi berkelanjutan mendorong eksplorasi inovasi material ramah lingkungan. Penelitian ini berfokus pada penggunaan limbah plastik High-Density Polyethylene (HDPE) sebagai substitusi parsial agregat halus dalam produksi bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan menambahkan HDPE dalam proporsi 0%, 20%, 25%, dan 30% ke dalam campuran CLC untuk mengetahui pengaruhnya. Masing-masing variasi diuji untuk mengetahui kuat tekan, densitas kering, dan penyerapan air setelah proses curing selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan HDPE mempengaruhi sifat mekanik bata ringan secara signifikan, dengan kuat tekan yang menurun seiring peningkatan persentase HDPE. Nilai kuat tekan tertinggi adalah 2,035 MPa pada variasi 0% HDPE, sedangkan nilai terendah adalah 0,375 MPa pada variasi 30% HDPE, yang berada di bawah standar SNI 8640-2018 (minimum 1,8 MPa). Berat isi kering tertinggi adalah 1176,889 kg/m³ pada komposisi 0% HDPE, menunjukkan kerapatan yang optimal, sementara variasi dengan HDPE menunjukkan penurunan berat isi menjadi kisaran 620-726 kg/m³, yang masih memenuhi standar untuk aplikasi nonstruktural (700-800 kg/m³). Penambahan HDPE juga meningkatkan penyerapan air, dengan rata-rata tertinggi 18,61% pada variasi 25%, namun semua variasi masih memenuhi batas maksimum SNI sebesar 25%. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa biaya produksi meningkat seiring penambahan HDPE, dari Rp2.454,53 per buah (0% HDPE) hingga Rp5.115,53 per buah (30% HDPE). Dengan demikian, penggunaan limbah HDPE sebagai bahan pengganti menunjukkan potensi yang ramah lingkungan dalam konteks ekonomi sirkular, namun perlu dioptimalkan proporsinya untuk menjaga kualitas struktural bata ringan CLC dan mempertimbangkan aspek kelayakan ekonomi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan limbah plastik HDPE sebesar 0%, 20%, 25%, dan 30% dalam pembuatan bata ringan CLC berpengaruh terhadap beberapa sifat material.Dari sisi mekanik, penambahan HDPE menurunkan kuat tekan bata ringan dari 2,035 MPa menjadi 1,267 MPa, yang berada di bawah standar minimum SNI 8640.Namun, berat isi bata ringan masih berada dalam rentang standar 700–800 kg/m³, yakni dari 830,83 kg/m³ menjadi 726,133 kg/m³, yang masih dapat direkomendasikan untuk aplikasi nonstruktural.Dalam hal durabilitas, penambahan HDPE menyebabkan peningkatan daya serap air dari 13,62% hingga 24,38%, meskipun semua nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimal 25% sesuai SNI 8640.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan proporsi HDPE dalam campuran bata ringan CLC dengan tujuan meningkatkan kuat tekan dan mengurangi penyerapan air, misalnya dengan menambahkan aditif atau menggunakan metode modifikasi HDPE. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan untuk membandingkan performa bata ringan CLC dengan substitusi HDPE terhadap material substitusi agregat halus lainnya, seperti limbah kaca atau abu terbang, untuk mengidentifikasi solusi yang paling efektif dan berkelanjutan. Ketiga, penelitian lebih mendalam mengenai aspek ekonomi dan lingkungan dari penggunaan HDPE dalam produksi bata ringan CLC perlu dilakukan, termasuk analisis siklus hidup (life cycle assessment) untuk mengevaluasi dampak lingkungan secara komprehensif dan analisis biaya-manfaat untuk menentukan kelayakan ekonomi jangka panjang. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan material konstruksi berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif limbah plastik terhadap lingkungan.

  1. 0. home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board... doi.org/10.13189/cea.2022.1006140 home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board doi 10 13189 cea 2022 100614
  2. Analisis Sifat Fisik Daur Ulang Limbah Plastik Jenis High Density Polyethylene | Jurnal Ilmiah Momentum.... publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/MOMENTUM/article/view/5Analisis Sifat Fisik Daur Ulang Limbah Plastik Jenis High Density Polyethylene Jurnal Ilmiah Momentum publikasiilmiah unwahas ac index php MOMENTUM article view 5
  3. Perkembangan Internet of Things di Industri Konstruksi | Journal of Sustainable Construction. internet... journal.unpar.ac.id/index.php/josc/article/view/5701Perkembangan Internet of Things di Industri Konstruksi Journal of Sustainable Construction internet journal unpar ac index php josc article view 5701
  4. Struktur Pasar Industri Konstruksi Di Indonesia Tahun 2018-2021 | Jurnalku. struktur pasar industri konstruksi... jurnalku.org/index.php/jurnalku/article/view/279Struktur Pasar Industri Konstruksi Di Indonesia Tahun 2018 2021 Jurnalku struktur pasar industri konstruksi jurnalku index php jurnalku article view 279
Read online
File size306.73 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test