4141

Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi

Kualitas campuran aspal sangat tergantung dari penggunaan susunan filler, aspal dan agregat. Filler yang biasa digunakan dalam campuran aspal adalah abu batu dan fly ash. namun, filler ini sulit didapatkan dengan harganya lebih mahal. Abu cangkang kelapa sawit (ACKS) diharapkan dapat menjadi alternatifnya. Selain itu, untuk meperbaiki kualitas campuran aspal dapat menggunakan aspal modifikasi polimer. Polimer yang digunakan adalah limbah plastik jenis polyethylene terephthalate (PET), polystyrene (PS) dan polypropylene (PP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ACKS sebagai filler dan kombinasi substitusi plastik ke dalam aspal pen 60/70 pada campuran AC-WC. Pembuatan benda uji tanpa dan dengan kombinasi substitusi plastik sebesar 2,7%, 4,7%, 6,7% terhadap berat aspal pada KAO ± 0,5% tanpa dan dengan filler ACKS. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kombinasi plastik serta filler ACKS pada campuran AC-WC dapat meningkatkan parameter Marshall, terutama nilai stabilitas dan MQ. Nilai stabilitas dan MQ tertinggi didapat pada kombinasi plastik 6,7% dengan filler ACKS pada kadar aspal 5,81% yaitu 2318,99 kg dan 889,57 kg/mm. Nilai VIM dan VMA semakin meningkat seiring penambahan persentase plastik ke dalam aspal serta penggunaan ACKS, sedangkan nilai density, VFA, Flow cenderung menurun. Nilai durabilitas campuran AC-WC tanpa dan dengan kombinasi plastik memenuhi syarat yaitu > 90%, sebaliknya penggunaan ACKS sebagai filler tidak memenuhi persyaratan.

Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan filler ACKS dan substitusi plastik pada campuran aspal dapat meningkatkan parameter Marshall, khususnya stabilitas dan MQ.Namun, penggunaan ACKS sebagai filler tunggal belum memenuhi persyaratan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan penggunaannya.Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan filler selain semen, Fly ash, abu batu, ACKS serta plastik yang lebih komplek dengan pencampuran cara kering dan mengambil kadar aspal KAO lebih besar dari 0,5%.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai jenis-jenis plastik yang paling efektif digunakan sebagai substitusi aspal, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi dan keberlanjutan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi komposisi campuran aspal dengan kombinasi ACKS dan berbagai jenis plastik, untuk mencapai kinerja perkerasan yang optimal. Ketiga, penting untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan ACKS dan plastik terhadap karakteristik jangka panjang campuran aspal, seperti ketahanan terhadap retak dan deformasi, melalui pengujian laboratorium dan pemantauan lapangan.

Read online
File size317.4 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test