4141

Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi

Jalan Pocut Baren merupakan kawasan niaga dan terdapat beberapa sarana pendidikan yang digunakan setiap hari. Selain itu, ketersediaan lahan parkir yang terbatas menyebabkan banyak kendaraan parkir di bahu jalan dan mengakibatkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis hambatan samping terhadap kinerja ruas jalan Pocut Baren antara SMA Methodist dan SDN 20 Banda Aceh, yang meliputi volume lalu lintas (Q), hambatan samping (SCF), kapasitas (C), dan derajat kejenuhan (DS). Penelitian dilakukan selama 3 hari (Senin, Jumat, dan Minggu) pada jam puncak pagi, siang, dan sore hari. Metode penelitian berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan pada Senin siang dengan Q = 1866,40 smp/jam, SCF = 591,9 (H), C = 2349 smp/jam, dan DS = 0,79 termasuk kategori D (mendekati arus tidak stabil). Hari Jumat pagi dengan Q = 1789,95 smp/jam, SCF = 511,6 (H), C = 2349 smp/jam, dan DS = 0,76 termasuk kategori D (mendekati arus tidak stabil). Pada hari Minggu siang Q = 1719,50 smp/jam, SCF = 466,4 (M), C = 2349 smp/jam, dan DS = 0,73 termasuk kategori C (arus stabil). Hambatan samping dapat meningkat seiring dengan pertumbuhan volume lalu lintas jika tidak ditangani oleh Pemerintah dengan segera.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan sekolah, perkantoran, rumah sakit, dan pertokoan di ruas Jalan Pocut Baren antara SMA Methodist dan SDN 20 Banda Aceh sangat mempengaruhi kinerja jalan karena meningkatnya volume lalu lintas pada jam puncak.Jam puncak volume lalu lintas terjadi pada Senin siang (1866,40 smp/jam), Jumat pagi (1789,95 smp/jam), dan Minggu siang (1719,50 smp/jam).Hambatan samping pada Senin siang sebesar 591,9 (H), Jumat pagi sebesar 511,6 (H), dan Minggu sore sebesar 466,4 (M).Derajat kejenuhan pada Senin siang adalah 0,79, Jumat pagi 0,76, dan Minggu siang 0,73, yang menunjukkan tingkat pelayanan D (mendekati arus tidak stabil) pada hari Senin dan Jumat, serta C (arus stabil) pada hari Minggu.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai perilaku pengguna jalan, khususnya terkait dengan pelanggaran parkir dan penggunaan bahu jalan sebagai jalur alternatif, untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya dan merumuskan solusi yang lebih efektif. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi volume lalu lintas yang lebih akurat dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti waktu, hari, dan kejadian khusus (misalnya, kegiatan sekolah atau acara publik) untuk membantu perencanaan transportasi yang lebih baik. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan kinerja ruas Jalan Pocut Baren dengan ruas jalan lain di Banda Aceh yang memiliki karakteristik serupa, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan potensi perbaikan. Penelitian ini dapat menggunakan data historis lalu lintas, data sosio-ekonomi, dan data tata ruang untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan relevan bagi pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan kemacetan dan meningkatkan efisiensi transportasi di Banda Aceh.

Read online
File size525.86 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test