JURNALSAINSJURNALSAINS
Emerald: Journal of Economics and Social SciencesEmerald: Journal of Economics and Social SciencesJepang dan Korea Selatan memiliki jejak hubungan yang tidak harmonis sejak pasca Jepang memenangkan perang dengan Rusia pada 1905 dan perang pertama China dan Jepang pada 1895. Hubungan keduanya diperparah dengan konflik sengketa di Pulau Dokdo dan Takeshima. Oleh karena itu, pada masa pemerintahan Shinzo Abe dan Moon Jae-in melakukan upaya normalisasi hubungan yang ditandai terbentuknya Treaty on Basic Relations between Japan and the Republic of Korea pada 1965. Di tengah upaya normalisasi, pada masa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, hubungan kerjasama antara kedua negara sempat mengalami naik turun. Selain itu, hubungan Jepang dan Korea Selatan menjadi tegang pada era Shinzo Abe akibat kebijakan konservatif Jepang yang memperketat ekspor bahan kimia untuk industri semikonduktor Korea Selatan. Fakta tersebut menjadi tantangan kerjasama keamanan kedua negara semakin memburuk. Hal itu direspon oleh Fumio Kishida dan Yoon Suk Yeol dengan bergabung bersama Amerika Serikat (AS) dalam kerjasama keamanan trilateral. Artikel ini dianalisis menggunakan dua konsep, yaitu, konsep diplomasi pertahanan dan konsep keamanan nasional. Metode riset yang digunakan melalui pendekatan kualitatif bersifat deskriptif eksplanatif. Hasilnya menemukan upaya normalisasi hubungan kedua negara melalui mekanisme kerjasama keamanan ternyata lebih difokuskan pada penguatan militer dengan beraliansi bersama Amerika Serikat (AS).
Hubungan bilateral Jepang dan Korea Selatan mengalami dinamika yang signifikan karena dilatarbelakangi oleh faktor sejarah kelam masa lalu pada masa pendudukan Jepang yang terkait dengan tindak kekerasan seksual oleh tentara Jepang serta program kerja paksa pada masa perang, faktor ancaman eksternal dari Korea Utara, maupun faktor ekonomi yang masih berlangsung hingga kini.Sejumlah faktor tersebut membuat kedua negara berupaya memperbaiki hubungan mereka.Ketiga faktor isu sejarah, ekonomi, dan ancaman eksternal masih tetap menjadi hambatan bagi upaya normalisasi hubungan bilateral di antara kedua negara ini.Masyarakat Korea Selatan yang menjadi korban imperialisme Jepang pada 1951 telah menuntut pertanggungjawaban Jepang untuk memberikan kompensasi dana ganti rugi kepada mereka.Tuntutan tersebut disetujui oleh Perdana Menteri Shinzo Abe dan Presiden Moon Jae-in, di mana Jepang akan memberikan kompensasi ganti rugi berupa uang sebesar USD800 juta kepada korban.Akan tetapi, sangat disayangkan ketika tengah mendiskusikan berbagai upaya normalisasi hubungan tersebut, ternyata hubungan bilateral kedua negara tidak berjalan dengan baik.Memburuknya hubungan bilateral ini disebabkan oleh faktor eksternal lain dengan munculnya perselisihan di antara kedua negara yang sama-sama mengklaim kepulauan Dokdo atau Takeshima pada 2005.Begitu pula dengan perang dagang yang terjadi pada 2019.Berbagai persoalan yang berkembang dan meluas selama periode 2005 dan 2019 telah menghambat upaya normalisasi hubungan bilateral Jepang dan Korea Selatan, di mana hubungan keduanya kembali memburuk ketika kedua negara tersebut tidak lagi menjadi mitra kerjasama di bidang ekonomi sejak 2019.Pemutusan kerjasama ini kemudian diakhiri oleh perjanjian General Security of Military Information Agreement (GSOMIA) yang tidak diperpanjang lagi oleh Korea Selatan.Konflik di antara keduanya semakin memburuk sejak pemerintahan Moon Jae-in.Berbagai faktor yang melatarbelakangi konflik mengakibatkan permasalahan semakin meluas sehingga memperburuk hubungan bilateral Jepang dan Korea Selatanl.Padahal, di sisi lain, kolaborasi yang erat di antara kedua negara tersebut justru sangat dibutuhkan bagi kepentingan nasional mereka serta sebagai penunjang stabilitas di kawasan Asia Timur.Oleh karena itu, atas dasar kepentingan keamanan inilah kemudian pemimpin Jepang berikutnya, Fumio Kishida, dan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, mencoba berupaya kembali melakukan normalisasi hubungan di antara kedua negara.Agar fokus hubungan kerjasama keamanan ini dapat tercapai, keduanya lalu melibatkan AS yang merupakan aliansi bagi kedua negara tersebut serta melakukan sejumlah pertemuan tingkat tinggi guna membahas isu keamanan di kawasan.Upaya ini ditempuh kedua negara sebagai bentuk normalisasi hubungan bilateral mereka serta demi melindungi dan mencegah rudal atau percobaan senjata nuklir Korea Utara.Dengan demikian, ketiga negara, yaitu, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat sepakat untuk melakukan aliansi yang kemudian tampak dalam latihan militer bersama.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Bagaimana dinamika hubungan Jepang dan Korea Selatan dalam konteks keamanan regional di Asia Timur Laut, khususnya dalam menghadapi ancaman dari Korea Utara dan persaingan dengan China?. 2. Bagaimana peran Amerika Serikat dalam kerjasama keamanan trilateral antara Jepang, Korea Selatan, dan AS, dan bagaimana implikasinya terhadap normalisasi hubungan bilateral Jepang dan Korea Selatan?. 3. Apakah ada upaya konkret yang dilakukan oleh Jepang dan Korea Selatan dalam mengimplementasikan kerjasama keamanan, dan bagaimana efektivitasnya dalam mencapai tujuan penguatan militer dan stabilitas regional?. . Saran-saran ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai dinamika hubungan Jepang dan Korea Selatan dalam konteks keamanan regional, serta peran Amerika Serikat dalam kerjasama trilateral tersebut.
- The Pursuit of Multilateral Security Cooperation Amidst Growing Political and Economic Divides in Northeast... doi.org/10.14731/kjis.2015.08.13.2.353The Pursuit of Multilateral Security Cooperation Amidst Growing Political and Economic Divides in Northeast doi 10 14731 kjis 2015 08 13 2 353
- A New Interpretation of Korea-Japan Relations: 'Rights Revolution' of Sex Slaves and Forced... doi.org/10.14731/kjis.2014.06.12.1.255A New Interpretation of Korea Japan Relations Rights Revolution of Sex Slaves and Forced doi 10 14731 kjis 2014 06 12 1 255
| File size | 346.86 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IBLAMIBLAM Dalam pelaksanaannya, dapat saja timbul berbagai macam masalah yang dapat merugikan pihak tenaga kerja itu sendiri, terutama yang berkenaan dengan perlindunganDalam pelaksanaannya, dapat saja timbul berbagai macam masalah yang dapat merugikan pihak tenaga kerja itu sendiri, terutama yang berkenaan dengan perlindungan
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam merealisasikan SDG ke-8. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pengangguran terdidik di PulauKondisi ini menjadi tantangan serius dalam merealisasikan SDG ke-8. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pengangguran terdidik di Pulau
LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE Penelitian juga mengidentifikasi praktik utama, tantangan, dan peluang pemanfaatan AI untuk mendorong pengembangan agritourisme berkelanjutan, serta menelaahPenelitian juga mengidentifikasi praktik utama, tantangan, dan peluang pemanfaatan AI untuk mendorong pengembangan agritourisme berkelanjutan, serta menelaah
AMSIRAMSIR Analisis empiris di Gorontalo menemukan bahwa jaringan narkotika telah menjadi instrumen strategis bagi kelompok ekstremis untuk memperoleh pendanaan danAnalisis empiris di Gorontalo menemukan bahwa jaringan narkotika telah menjadi instrumen strategis bagi kelompok ekstremis untuk memperoleh pendanaan dan
POLITEKNIKYAKPERMASPOLITEKNIKYAKPERMAS Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas ibu berada dalam rentang usia 22-35 tahun (median 29 tahun) dan memiliki tingkat pendidikan SMA (56,9%).Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mayoritas ibu berada dalam rentang usia 22-35 tahun (median 29 tahun) dan memiliki tingkat pendidikan SMA (56,9%).
UNPERBAUNPERBA Rekomendasi kebijakan mencakup percepatan penetapan LP2B, pengembangan skema insentif ekonomi, rehabilitasi infrastruktur pertanian, dan integrasi dataRekomendasi kebijakan mencakup percepatan penetapan LP2B, pengembangan skema insentif ekonomi, rehabilitasi infrastruktur pertanian, dan integrasi data
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh harga internasional batubara, harga internasional minyak bumi, dan Gross Domestic Product PerPenelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh harga internasional batubara, harga internasional minyak bumi, dan Gross Domestic Product Per
UNTAG SMDUNTAG SMD Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penyebab Subjek bekerja sebagai wanita penghibur adalah sebagai bentuk pelarian, kemudian faktor ekonomi danDari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penyebab Subjek bekerja sebagai wanita penghibur adalah sebagai bentuk pelarian, kemudian faktor ekonomi dan
Useful /
IBLAMIBLAM Setelah itu partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan seolah ditiadakan terutama dalam hal pembentukan sebuah peraturan atau hukum yang sejatinyaSetelah itu partisipasi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan seolah ditiadakan terutama dalam hal pembentukan sebuah peraturan atau hukum yang sejatinya
IBLAMIBLAM Upaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, yaitu merumuskan kebijakan tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.menyelenggarakanUpaya penanggulangan untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, yaitu merumuskan kebijakan tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.menyelenggarakan
AMSIRAMSIR Pembagian harta bersama akibat perceraian di Indonesia didasarkan pada prinsip keadilan dan kesetaraan sebagaimana diatur dalam Pasal 119 KUHPerdata sertaPembagian harta bersama akibat perceraian di Indonesia didasarkan pada prinsip keadilan dan kesetaraan sebagaimana diatur dalam Pasal 119 KUHPerdata serta
UINGUSDURUINGUSDUR Tulisan ini menjelaskan bagaimana kemampuan hukum dalam menyesuaikan diri dengan perubahan sosial. Hukum dan masyarakat senantiasa mengalami perubahan,Tulisan ini menjelaskan bagaimana kemampuan hukum dalam menyesuaikan diri dengan perubahan sosial. Hukum dan masyarakat senantiasa mengalami perubahan,