AMSIRAMSIR

Jurnal Litigasi AmsirJurnal Litigasi Amsir

Fenomena narko-terorisme di Indonesia mencerminkan bentuk kejahatan transnasional yang berakar pada konvergensi kepentingan ekonomi ilegal dan ideologi kekerasan. Analisis empiris di Gorontalo menemukan bahwa jaringan narkotika telah menjadi instrumen strategis bagi kelompok ekstremis untuk memperoleh pendanaan dan memperluas pengaruh ideologis mereka melalui perdagangan ilegal dan mekanisme radikalisasi di lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan kerangka teoritis kejahatan terorganisir, pendanaan teroris, dan keamanan nasional untuk menjelaskan hubungan simbiosis antara kedua entitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narko-terorisme telah bertransformasi menjadi kejahatan hibrida dengan jaringan adaptif dan non-hierarkis, yang melibatkan kombinasi rasionalitas ekonomi dan legitimasi ideologis. Dalam konteks kebijakan, penelitian ini merekomendasikan strategi nasional berdasarkan koordinasi lintas lembaga, penguatan intelijen keuangan, reformasi pemasyarakatan, dan pendidikan publik untuk memutus rantai pendanaan, ideologi, dan dukungan sosial yang menopang narko-terorisme di Indonesia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa narko-terorisme di Indonesia merupakan bentuk kejahatan transnasional yang kompleks, muncul dari konvergensi kepentingan ekonomi ilegal dan ideologi kekerasan.Hubungan antara jaringan narkotika dan kelompok ekstremis bersifat sistemik dan adaptif, memanfaatkan kelemahan pengawasan negara dan kondisi lembaga pemasyarakatan.Penanganan narko-terorisme memerlukan pendekatan integratif yang menggabungkan penegakan hukum, pengawasan keuangan, reformasi pemasyarakatan, dan pendidikan publik untuk memutus rantai pendanaan, ideologi, dan jaringan sosial yang menopang kejahatan ini.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas program rehabilitasi berbasis ekonomi di lembaga pemasyarakatan dalam mencegah rekrutmen narapidana narkotika oleh jaringan ekstremis. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana kelompok teroris memanfaatkan aset digital dan teknologi enkripsi untuk menyembunyikan aliran dana dan menghindari deteksi oleh aparat penegak hukum. Ketiga, studi komparatif antara Indonesia dan negara lain yang menghadapi masalah serupa dapat memberikan wawasan berharga tentang praktik terbaik dalam penanggulangan narko-terorisme dan pengembangan strategi nasional yang lebih efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya mencegah dan memberantas ancaman narko-terorisme di Indonesia, serta memperkuat ketahanan nasional terhadap ideologi ekstrem dan kejahatan transnasional. Dengan memahami dinamika kompleks yang melatarbelakangi fenomena ini, kita dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan untuk melindungi kedaulatan negara dan kesejahteraan masyarakat.

  1. #kesejahteraan masyarakat#kesejahteraan masyarakat
  2. #gender roles#gender roles
Read online
File size275.95 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-38c
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test