MATAPPAMATAPPA
JURKAM: Jurnal Konseling Andi MatappaJURKAM: Jurnal Konseling Andi MatappaSkripsi adalah tugas akhir yang harus diselesaikan oleh mahasiswa guna untuk mempeoleh gelajar sarjana. Skripsi dibuat oleh seorang mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing dengan melakukan bimbingan secara langsung. Proses bimbingan sering kali menimbulkan kecemasan pada diri mahasiswa. Kecemasan merupakan suatu reaksi emosi dari rasa takut dan cemas. Untuk mengendalikan dan mengontrol kecemasan trsebut dibutuhkan kemampuan untuk mengontrol dan mengendalikan emosi seperti kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kecerdasan emosional dengan kecemasan pada mahasiswa yang melakukan bimbingan skripsi di Unversitas Syiah Kuala. Penelitian dilakukan pada 257 mahasiswa yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala adaptasi yaitu skala kecerdasan emosional Schutte Emotional Intelligence Scale (SEIS) yang disusun oleh Schutte, dkk (1998) dan skala kecemasan dari Depression Anxiety Stress Scale (DASS) yang telah diadaptasi oleh Damanik (2011). Data dianalisa menggunakan teknik spearman, dengan hasil nilai p=0,000 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi -0,139. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negative antara kecerdasan emosional dengan kecemasan pada mahasiswa yang melakukan bimbingan skripsi di Universitas Syiah Kuala dengan kontribusi 4,3% (r squared = 0,043). Hal ini bermakna semakin tinggi kecerdasan emosional individu, maka semakin rendah kecemasan individu tersebut, serta sebaliknya.
Penelitian ini menemukan adanya hubungan negatif antara kecerdasan emosional dan kecemasan pada mahasiswa bimbingan skripsi di Unsyiah.Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kecerdasan emosional yang lebih tinggi berkorelasi dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah, dan sebaliknya.Meskipun demikian, kontribusi kecerdasan emosional terhadap kecemasan hanya sebesar kurang dari 5%, menunjukkan bahwa sebagian besar kecemasan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti karakteristik individu, kemampuan koping stres, dukungan sosial, dan kemampuan kognitif.
Untuk penelitian selanjutnya, sangat menarik untuk lebih mendalami kompleksitas hubungan antara kecerdasan emosional dan kecemasan, terutama mengingat kontribusi kecerdasan emosional yang relatif kecil (<5%) terhadap kecemasan dalam studi ini. Salah satu arah penelitian yang menjanjikan adalah menyelidiki secara lebih rinci peran berbagai faktor lain yang disebutkan, seperti kemampuan pemecahan masalah (problem-solving), karakteristik individu, serta dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan, dalam memengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa selama proses bimbingan skripsi. Pertanyaan penelitian yang muncul adalah: Apakah interaksi antara kecerdasan emosional dengan kemampuan pemecahan masalah atau dukungan sosial memiliki dampak yang lebih signifikan dalam memitigasi kecemasan mahasiswa daripada kecerdasan emosional itu sendiri, dan bagaimana mekanisme interaksi tersebut bekerja? Selain itu, mengingat bahwa kecemasan dapat berdinamika sepanjang tahapan penyusunan skripsi, penelitian lanjutan bisa mempertimbangkan pendekatan longitudinal atau studi kualitatif untuk memahami bagaimana tingkat kecemasan dan penggunaan kecerdasan emosional serta strategi penanganan stres mahasiswa berubah dari awal hingga akhir proses skripsi. Hal ini dapat memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai pemicu kecemasan pada tahapan spesifik, misalnya saat penentuan judul, pengumpulan data, atau penyusunan bab-bab akhir, dan bagaimana mahasiswa secara adaptif menggunakan kecerdasan emosionalnya pada setiap tahapan tersebut. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut mekanisme tidak langsung di mana kecerdasan emosional mungkin memengaruhi kecemasan. Mungkin saja kecerdasan emosional bertindak sebagai moderator atau mediator yang meningkatkan efektivitas strategi koping stres mahasiswa, atau membantu mereka dalam mengelola persepsi terhadap kendala skripsi menjadi tantangan yang bisa diatasi. Studi ini dapat menguji: Apakah kecerdasan emosional, meskipun kontribusinya langsung kecil, secara tidak langsung meningkatkan resiliensi mahasiswa terhadap tekanan akademik melalui peningkatan efikasi diri atau pengembangan strategi koping yang lebih adaptif? Dengan demikian, penelitian dapat mengungkap jalur-jalur yang lebih kompleks dan nuansa peran kecerdasan emosional dalam kesehatan mental mahasiswa.
| File size | 703.26 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAS Insan Mulia Merangin telah memanfaatkan ICT dalam proses penerimaan peserta didik baru, pelaporan hasil belajar,Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAS Insan Mulia Merangin telah memanfaatkan ICT dalam proses penerimaan peserta didik baru, pelaporan hasil belajar,
AMIKOMAMIKOM Untuk memahami makna halal, paper ini berpendapat bahwa perusahaan yang memperdagangkan produk halal tidak mengikuti nilai-nilai Islam. Paper ini menyarankanUntuk memahami makna halal, paper ini berpendapat bahwa perusahaan yang memperdagangkan produk halal tidak mengikuti nilai-nilai Islam. Paper ini menyarankan
OJSOJS Semua pendidik agama Islam menghadapi masalah dalam belajar ilmu Tauhid karena sumber masalah tauhid bersifat gaib. Pendidik harus menggunakan berbagaiSemua pendidik agama Islam menghadapi masalah dalam belajar ilmu Tauhid karena sumber masalah tauhid bersifat gaib. Pendidik harus menggunakan berbagai
STAISAMSTAISAM Penelitian ini mengkaji apakah lulusan perguruan tinggi ekonomi syariah dapat memenuhi persyaratan SDI BMT di Tulungagung. Apakah SDI ekonomi syariah BMTPenelitian ini mengkaji apakah lulusan perguruan tinggi ekonomi syariah dapat memenuhi persyaratan SDI BMT di Tulungagung. Apakah SDI ekonomi syariah BMT
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Berdasarkan ketercapaian Standar Kompetensi, kemampuan komunikasi matematis, dan kemampuan berpikir matematis siswa SMP, model pembelajaran kooperatifBerdasarkan ketercapaian Standar Kompetensi, kemampuan komunikasi matematis, dan kemampuan berpikir matematis siswa SMP, model pembelajaran kooperatif
UNYUNY Temuan menunjukkan bahwa instrumen tersebut valid dan reliabel, sehingga dapat diterapkan dalam penelitian selanjutnya. Gender, jenjang, dan masa kerjaTemuan menunjukkan bahwa instrumen tersebut valid dan reliabel, sehingga dapat diterapkan dalam penelitian selanjutnya. Gender, jenjang, dan masa kerja
UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN Gowa melalui pengawasan kepala madrasah telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga jika dideskripsikan kinerja guru berada pada kategoriGowa melalui pengawasan kepala madrasah telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan pembelajaran sehingga jika dideskripsikan kinerja guru berada pada kategori
UADUAD Penyelesaian kendala-kendala tersebut terutama dalam pembagian keuntungan biasanya diselesaikan secara musyawarah mufakat, pembayaran ganti rugi, atauPenyelesaian kendala-kendala tersebut terutama dalam pembagian keuntungan biasanya diselesaikan secara musyawarah mufakat, pembayaran ganti rugi, atau
Useful /
UNYUNY Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner, catatan observasi, wawancara, dan desk evaluation (penilaian ahli dan praktisi). Data dihitung secara deskriptifInstrumen yang digunakan meliputi kuesioner, catatan observasi, wawancara, dan desk evaluation (penilaian ahli dan praktisi). Data dihitung secara deskriptif
UNYUNY Temuan ini menyarankan pentingnya Kementerian Agama mempertimbangkan penambahan durasi pelajaran matematika di madrasah sambil merestrukturisasi alokasiTemuan ini menyarankan pentingnya Kementerian Agama mempertimbangkan penambahan durasi pelajaran matematika di madrasah sambil merestrukturisasi alokasi
UNYUNY Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan variabel mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) resiliensi dan lingkunganData dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan variabel mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) resiliensi dan lingkungan
MATAPPAMATAPPA Hal ini berarti ada hubungan yang signifikan dan searah (positif) antara persepsi siswa terhadap pelayanan konseling dan motivasi siswa mengikuti layananHal ini berarti ada hubungan yang signifikan dan searah (positif) antara persepsi siswa terhadap pelayanan konseling dan motivasi siswa mengikuti layanan