UADUAD
http://journal.uad.ac.id/index.php/Noveltyhttp://journal.uad.ac.id/index.php/NoveltyFranchise (waralaba) merupakan sebuah model bisnis yang telah terbukti berhasil dan banyak pengusaha menggunakan model bisnis tersebut saat ini. Dalam hukum ekonomi Islam, Waralaba masih dianggap suatu hal baru. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan para pengusaha untuk menekuninya karena waralaba lebih menguntungkan dan tidak bertentangan dengan konsep Syariah. Salah satu ciri khas waralaba adalah adanya royalty, yaitu pembagian keuntungan antar franchisor dan franchisee dengan ketentuan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Adapun dalam waralaba Syariah, sistem pembagian keuntungannya menggunakan sistem bagi hasil. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem bagi hasil dalam perjanjian waralaba perspektif hukum Islam, dan bagaimana cara mengatasi kendala dalam sistem bagi hasil dalam perjanjian waralaba perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Adapun penarikan sampelnya menggunakan purposive sampling. Alat penelitian meliputi studi kepustakaan dan wawancara. Selanjutnya dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pembagian keuntungan dalam perjanjian waralaba perspektif hukum Islam menggunakan sistem bagi hasil, dengan persentase yang bervariatif yaitu: 50:50 atau 60:40 tergantung kesepakatan para pihak (franchisor dan franchisee). Kendala yang sering terjadi dalam perjanjian waralaba, yaitu ketika terjadi kerugian, ketidakseimbangan antara prestasi yang diberikan dengan keuntungan (bagi hasil), dan adanya pembagian keuntungan yang kurang transparan. Penyelesaian kendala-kendala tersebut terutama dalam pembagian keuntungan biasanya diselesaikan secara musyawarah mufakat, pembayaran ganti rugi, atau jika tidak tercapai dapat melalui arbitrase.
Dalam perspektif hukum Islam, perjanjian waralaba mengadopsi sistem bagi hasil untuk pembagian keuntungan, dengan persentase seperti 50.40 yang disepakati oleh franchisor dan franchisee.Namun, implementasinya sering menghadapi kendala seperti kerugian, ketidakseimbangan prestasi, serta kurangnya transparansi dalam pembagian keuntungan.Untuk mengatasi kendala tersebut, penyelesaian umumnya dilakukan melalui musyawarah mufakat atau pembayaran ganti rugi.
Melihat semakin berkembangnya model bisnis waralaba syariah, ada beberapa area penting yang menarik untuk diteliti lebih lanjut agar praktik ini semakin kuat dan adil. Pertama, penting untuk mengkaji lebih dalam tentang bagaimana mekanisme mitigasi risiko dan penyelesaian sengketa dapat dirancang secara lebih inovatif dan sesuai prinsip syariah. Penelitian bisa fokus pada pengembangan model-model mediasi syariah yang melibatkan ahli fikih atau standar baku untuk menyelesaikan perselisihan terkait kerugian atau ketidakseimbangan prestasi, sehingga tidak hanya mengandalkan musyawarah konvensional. Kedua, dengan maraknya isu transparansi dalam pembagian keuntungan, perlu dilakukan penelitian mengenai pengembangan dan implementasi sistem akuntansi serta pelaporan keuangan berbasis teknologi digital. Sistem ini, misalnya menggunakan teknologi blockchain atau aplikasi terintegrasi, dapat membantu mencatat biaya operasional dan keuntungan secara otomatis dan transparan, sehingga mengurangi potensi kecurigaan atau sengketa akibat data yang tidak jelas. Ketiga, mengingat waralaba syariah seringkali memadukan berbagai konsep fikih seperti muḍārabah, syirkah, ijārah, dan ibtikār, menarik untuk melakukan studi komparatif tentang bagaimana integrasi konsep-konsep ini dapat dioptimalkan. Studi ini bisa menghasilkan model hibrida baru yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap dinamika bisnis waralaba modern, serta mengidentifikasi implikasi hukum dan ekonominya secara mendalam. Dengan penelitian-penelitian ini, diharapkan ekosistem waralaba syariah dapat tumbuh lebih sehat, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak yang terlibat.
| File size | 797.9 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
EDUPARTNEREDUPARTNER Namun, studi ini juga menemukan tantangan seperti peningkatan beban kognitif, gangguan fokus, serta risiko ketergantungan berlebihan pada bahasa pertama.Namun, studi ini juga menemukan tantangan seperti peningkatan beban kognitif, gangguan fokus, serta risiko ketergantungan berlebihan pada bahasa pertama.
IPTRISAKTIIPTRISAKTI Pengujian kesejahteraan pemandu sebagai moderator, evaluasi human–AI co-guiding dan AR micro-moments via uji A/B dan experience sampling, multi-groupPengujian kesejahteraan pemandu sebagai moderator, evaluasi human–AI co-guiding dan AR micro-moments via uji A/B dan experience sampling, multi-group
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Dunia pendidikan dan pembelajaran di Indonesia telah dipengaruhi secara signifikan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Kemajuan tersebutDunia pendidikan dan pembelajaran di Indonesia telah dipengaruhi secara signifikan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Kemajuan tersebut
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Komponen pra-pemrosesan dan model Q-ML telah dikerjakan dan diimplementasikan.metode persiapan state (penyandian amplitudo) diimplementasikan dan diujiKomponen pra-pemrosesan dan model Q-ML telah dikerjakan dan diimplementasikan.metode persiapan state (penyandian amplitudo) diimplementasikan dan diuji
AMIKOMAMIKOM Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak sertifikasi halal produk Indonesia dan interaksi antara sertifikasi halal, kepentingan ekonomi Indonesia,Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak sertifikasi halal produk Indonesia dan interaksi antara sertifikasi halal, kepentingan ekonomi Indonesia,
LENTERANUSALENTERANUSA Kegiatan PKM ini menekankan pentingnya program bimbingan karir di sekolah untuk membantu siswa dalam merencanakan masa depan mereka dengan lebih baik.Kegiatan PKM ini menekankan pentingnya program bimbingan karir di sekolah untuk membantu siswa dalam merencanakan masa depan mereka dengan lebih baik.
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK Dengan metode kuantitatif deskriptif dan sampel 112 perawat, hasil menunjukkan 100% perawat memiliki pengetahuan baik. Penerapan pengetahuan ini berpotensiDengan metode kuantitatif deskriptif dan sampel 112 perawat, hasil menunjukkan 100% perawat memiliki pengetahuan baik. Penerapan pengetahuan ini berpotensi
UADUAD Untuk mempertegas sistem presidensil dan memperjelas kedudukan sistem parlemen, perubahan ulang UUD NRI 1945 menjadi keharusan. Pemurnian sistem presidensilUntuk mempertegas sistem presidensil dan memperjelas kedudukan sistem parlemen, perubahan ulang UUD NRI 1945 menjadi keharusan. Pemurnian sistem presidensil
Useful /
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet, keamanan jaringan menjadi semakin penting. Internet memiliki dampak pada hampir semua aspek kehidupan,Seiring dengan meningkatnya penggunaan internet, keamanan jaringan menjadi semakin penting. Internet memiliki dampak pada hampir semua aspek kehidupan,
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER After testing, it was found that the average time was 0. 001792355 seconds from 30 keywords resulting in 100% accuracy, thus the application of the bruteAfter testing, it was found that the average time was 0. 001792355 seconds from 30 keywords resulting in 100% accuracy, thus the application of the brute
UINSATUUINSATU The Shiddiqiyyah exemplifies a local Sufism in Indonesia, uniquely blending Sufi teachings with Javanese mysticism. The tarekat strategically adopted aThe Shiddiqiyyah exemplifies a local Sufism in Indonesia, uniquely blending Sufi teachings with Javanese mysticism. The tarekat strategically adopted a
UINSATUUINSATU Sejak dua dekade terakhir, gerakan amal di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan. Lembaga-lembaga ini tidak hanya yang berafiliasi denganSejak dua dekade terakhir, gerakan amal di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan. Lembaga-lembaga ini tidak hanya yang berafiliasi dengan