MATAPPAMATAPPA

JURKAM: Jurnal Konseling Andi MatappaJURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa

Perilaku coping dapat juga dikatakan sebagai transaksi yang dilakukan individu untuk mengatasi berbagai tuntutan (internal dan eksternal) sebagai sesuatu yang membebani dan mengganggu kelangsungan hidupnya. Strategi coping bertujuan untuk mengatasi situasi dan tuntutan yang dirasa menekan, menantang, membebani dan melebihi sumberdaya (resources) yang dimiliki. Sumberdaya coping yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi strategi coping yang akan dilakukan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat beberapa jenis strategi coping yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu Stuart dan Sundeen (1991), Lazarus dan Folkman (1984), dan Friedman (1998). Metode yang dilakukan adalah kajian pustaka dari beberapa literatur terkait. Hasil yang diperoleh bahwa dari beberapa teori yang disampaikan oleh beberapa ahli, strategi coping yang dilakukan individu dapat berupa coping yang berpusat pada masalah (problem focused form of coping mechanism/direct action) dan coping yang berpusat pada emosi (emotion focused of coping/palliatif form).

Strategi coping yang dikemukakan oleh Stuart dan Sundeen (1991) dan Lazarus dan Folkman (1984) memiliki beberapa persamaan, yaitu secara garis besar strategi coping dilakukan dengan dua cara yaitu berfokus pada masalah dan berfokus pada emosi.Persamaan lain adalah pada coping yang berfokus pada emosi, seperti identifikasi dan sublimasi dengan positive reappraisal, accepting responsibility, dan self controlling.Perbedaan terdapat pada strategi coping berfokus pada masalah yang dikemukakan oleh Stuart dan Sundeen (1991) yang menambahkan isolasi, sedangkan Lazarus dan Folkman (1984) memasukkan planful problem solving.Strategi coping berfokus pada emosi yang dikemukakan oleh Stuart dan Sundeen lebih banyak mengarah pada perilaku negatif, sementara Lazarus dan Folkman lebih menekankan hal-hal positif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh budaya terhadap pilihan strategi coping, karena konteks budaya mungkin memengaruhi cara individu atau keluarga menghadapi stres. Selain itu, penelitian longitudinal bisa dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari strategi coping berbasis masalah dan emosi dalam mengurangi tingkat stres. Terakhir, studi perbandingan antara keluarga dengan struktur sosial berbeda dapat membantu memahami bagaimana dinamika keluarga memengaruhi penggunaan sumberdaya coping. Ketiga arah ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang mekanisme adaptasi dan peran sumberdaya dalam proses coping.

  1. #studi literatur#studi literatur
  2. #strategi coping#strategi coping
Read online
File size624.97 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1Zu
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test