DIGLOSIA UNMULDIGLOSIA UNMUL

Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaDiglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini bertujuan mengungkap simbol spiritualitas dan pandangan ekologis dalam mantra Ngalaksa sebagai tradisi lisan masyarakat Sunda di Rancakalong, Sumedang. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan analisis etnografi terfokus, penelitian ini menelaah struktur linguistik, makna simbolik, dan fungsi ekologis teks mantra yang digunakan dalam berbagai tahapan ritual, seperti Jampé Nutu, Jampé Nginebkeun, Jampé Ngukus, dan Jampé Ngibing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jampé berfungsi sebagai doa dan sarana komunikasi spiritual sekaligus sebagai teks ekologis yang memuat etika lingkungan dan nilai-nilai kearifan lokal. Unsur leksikal seperti menyan putih, talaga suci, bayu, bumi, dan rasa mencerminkan kesadaran ekologis masyarakat agraris Sunda yang memandang alam sebagai entitas hidup dan suci. Mantra Ngalaksa juga berperan menjaga keseimbangan kosmos, memperkuat identitas budaya, serta menjadi media pewarisan nilai-nilai spiritual dan ekologis antar generasi.

Penelitian ini menegaskan bahwa mantra Ngalaksa bukan sekadar tuturan ritual, melainkan representasi sistem pengetahuan ekospiritual masyarakat agraris Sunda.Hasil penelitian memperkuat argumen bahwa bahasa ritual berfungsi sebagai medium pewarisan nilai ekologis, etika lingkungan, dan kosmologi lokal yang menempatkan manusia sebagai bagian integral dari jaringan kehidupan alam, bukan sebagai penguasa atasnya.Pelestarian mantra Ngalaksa bukan hanya menjaga warisan budaya takbenda, tetapi juga menjaga sistem pengetahuan ekologis dan spiritual yang menjadi dasar keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif untuk menginvestigasi bagaimana tradisi lisan serupa di berbagai komunitas agraris di Nusantara mewujudkan nilai-nilai ekospiritual. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak konkret nilai-nilai ekospiritual mantra Ngalaksa terhadap perilaku ekologis masyarakat kontemporer. Ketiga, penelitian lintas disiplin yang menggabungkan ekolinguistik dengan studi pendidikan lingkungan atau ekologi budaya dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana mantra Ngalaksa dapat menjadi sumber refleksi bagi pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, tradisi lisan ini tidak hanya dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga dimaknai ulang sebagai sumber inspirasi untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.30872/diglosia.v7i4.1067One moment please one moment please wait request verified doi 10 30872 diglosia v7i4 1067
Read online
File size856.56 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test