UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)

Etika budaya kepemimpinan merujuk pada nilai-nilai dan prinsip moral yang membentuk cara pemimpin berperilaku dan berinteraksi dengan anggota tim, serta bagaimana budaya organisasi serta kearifan lokal mempengaruhi kepemimpinan tersebut. Kearifan lokal merupakan nilai-nilai luhur yang berlaku di dalam tata kehidupan masyarakat yang bertujuan untuk melindungi sekaligus mengelola lingkungan hidup secara lestari. Dalam hal ini dikaitkan dengan ajaran Sradha dan Bhakti dalam kearifan lokal bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Etika kepemimpinan berlandaskan sradha dan bhakti berarti bahwa pemimpin harus memiliki dasar moral yang kuat dan sikap pengabdian yang tulus terhadap Tuhan dan masyarakat. Sradha, yang berarti kepercayaan atau keyakinan, berfungsi sebagai fondasi moral dalam kepemimpinan. Pemimpin yang memiliki sradha menunjukkan karakteristik Integritas dan Kejujuran artinya Sradha mendorong pemimpin untuk bertindak jujur dan konsisten dengan nilai-nilai yang mereka terapkan. Bhakti, yang berarti pengabdian, memberikan dimensi lain dalam etika kepemimpinan. Pemimpin yang menerapkan bhakti memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut Empati dan Kepedulian yakni pemimpin yang berbasis bhakti menunjukkan perhatian yang tulus terhadap kesejahteraan pengikut. Etika kepemimpinan berdasarkan sradha dan bhakti sebaiknya diterapkan diseluruh perusahaan lokal maupun global karena dapat membawa dampak positif bagi perusahaan, baik dari sisi internal (karyawan, budaya perusahaan) maupun eksternal (stakeholder, masyarakat global).

Etika kepemimpinan yang berlandaskan sradha dan bhakti menyediakan kerangka kerja yang kuat, mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam praktik kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan solidaritas di antara karyawan.Penerapan prinsip‑prinsip tersebut terbukti dapat menghasilkan kinerja yang lebih baik, dampak positif yang berkelanjutan bagi organisasi, serta kesejahteraan masyarakat luas.Namun, dalam konteks global, penerapan etika sradha dan bhakti memerlukan adaptasi budaya yang fleksibel serta sikap terbuka pemimpin untuk menyesuaikan nilai‑nilai dengan keberagaman budaya setempat.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perbandingan efektivitas kepemimpinan yang mengedepankan nilai sradha‑bhakti dengan model kepemimpinan konvensional dalam meningkatkan kinerja organisasi dan kepuasan karyawan, misalnya melalui survei kuantitatif pada perusahaan lokal dan multinasional. Selain itu, diperlukan pengembangan dan validasi instrumen pengukuran yang dapat secara reliabel menilai tingkat penerapan sradha dan bhakti pada perilaku pemimpin serta dampaknya terhadap budaya organisasi, sehingga memungkinkan studi lintas‑budaya yang lebih sistematis. Selanjutnya, studi longitudinal yang mengikuti proses implementasi etika sradha‑bhakti dalam perusahaan global dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan adaptasi budaya, tantangan yang muncul, serta strategi penyesuaian yang efektif dalam konteks multikultural. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang penerapan kearifan lokal dalam kepemimpinan modern dan memberikan pedoman praktis bagi organisasi yang ingin mengintegrasikan nilai‑nilai etika tradisional ke dalam lingkungan kerja yang semakin global.

Read online
File size157.11 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test