4141

Jurnal Teknik Sipil dan Teknologi KonstruksiJurnal Teknik Sipil dan Teknologi Konstruksi

The use of heavy equipment is crucial in construction work, enabling faster project completion. However, improper use can lead to losses in time, technical aspects, and cost. Therefore, assessing the feasibility of investing in heavy equipment is essential for informed financial decision-making. This study aims to determine the feasibility of heavy equipment investment in the road construction industry, analyze operating costs, and understand proper machine handling. The research was conducted on the Project for Improvement of the Alun-Alun Suka Makmue Road-Phase II Eastern Ring Road in Nagan Raya Regency, employing a qualitative method with a descriptive approach to provide solutions based on field data. The analysis revealed operating costs per hour for excavators (Rp. 738,617), motor graders (Rp. 572,401), vibrator rollers (Rp. 499,735), and water tanker trucks (Rp. 348,859). Economic age calculations indicated that vibrator rollers and water tanker trucks are feasible investments, while excavators and motor graders are not.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa biaya operasional alat berat bervariasi, dengan excavator memiliki biaya tertinggi.Investasi pada vibrator roller dan water tanker truck dinyatakan layak berdasarkan analisis NPV, sementara excavator dan motor grader belum layak.Perawatan alat berat secara rutin sangat penting untuk menjaga kualitas mesin dan mengurangi biaya perbaikan yang tidak perlu.Dengan demikian, pengelolaan dan perawatan yang baik menjadi kunci efisiensi dan keberlanjutan investasi alat berat dalam proyek konstruksi jalan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan ketersediaan suku cadang dan mekanik berpengalaman, terutama di lokasi proyek yang jauh dari pusat kota, guna meminimalkan waktu henti alat berat. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model optimasi pemilihan alat berat berdasarkan kondisi lapangan dan jenis pekerjaan, mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis tanah, topografi, dan volume pekerjaan. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efisiensi biaya antara memiliki alat berat sendiri dengan menyewa, termasuk analisis risiko dan dampak jangka panjang terhadap profitabilitas proyek. Pengembangan sistem pemantauan kinerja alat berat secara real-time berbasis IoT juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik, untuk mengoptimalkan penggunaan alat, memprediksi kerusakan, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Read online
File size587.39 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test