UNSULTRAUNSULTRA

Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)

Pada era modern ini, proyek konstruksi bangunan telah menjadi kegiatan vital dalam pengembangan infrastruktur. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam mengelola proyek konstruksi bangunan adalah Work Breakdown Structure (WBS). WBS merupakan alat manajemen proyek yang memecah tugas besar menjadi tugas‑tugas lebih kecil dan terukur, sehingga membantu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan proyek secara efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Earned Value Method (EVM). Metode ini dipilih karena kemudahannya dalam mengukur kinerja biaya dan waktu proyek. Dalam pengukuran kinerja biaya dan waktu, EVM menghubungkan tiga dimensi, yaitu lingkup, jadwal, dan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proyek pembangunan Gudang BPBD dan Gedung Rumah Jabatan Dandim, kinerja biaya dan waktu tergolong buruk. Sedangkan pada proyek pembangunan Gedung Veteran, kinerja biaya dan waktu bersifat stabil. Berdasarkan dampak penggunaan standar WBS yang dirasakan oleh tim proyek pada pembangunan Gedung Veteran, standar tersebut sangat membantu dalam pengendalian proyek karena item pekerjaan menjadi lebih terperinci, kebutuhan sumber daya menjadi lebih jelas, sehingga perencanaan Purchase Order (PO) lebih mudah dan pengendalian biaya menjadi lebih efektif.

Penetapan lingkup pekerjaan sejak awal dan penggunaan standar Work Breakdown Structure (WBS) memudahkan tim proyek dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian sumber daya, sehingga menjadi dasar yang penting untuk estimasi biaya dan waktu.Pada proyek pembangunan Gudang BPBD dan Gedung Rujab, kinerja biaya dan waktu masih kurang baik, sedangkan pada Gedung Veteran kinerja biaya dan waktu stabil yang menunjukkan bahwa standar WBS dapat meningkatkan efektivitas pengendalian proyek apabila item pekerjaan sesuai dengan kondisi proyek.Oleh karena itu, penyesuaian standar WBS terhadap karakteristik masing‑masing proyek diperlukan untuk memaksimalkan manfaatnya dalam meningkatkan akurasi perencanaan dan pengendalian biaya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana penyesuaian standar Work Breakdown Structure (WBS) secara dinamis terhadap karakteristik tipe proyek bangunan, seperti proyek perumahan, fasilitas publik, atau militer, dapat meningkatkan kesesuaian item pekerjaan dan memperbaiki kinerja biaya serta waktu; hal ini dapat dirumuskan sebagai pertanyaan penelitian apakah adaptasi WBS berbasis tipe proyek menghasilkan peningkatan signifikan pada indikator kinerja proyek. Selanjutnya, integrasi WBS dengan teknologi Building Information Modeling (BIM) dapat dieksplorasi untuk otomatisasi estimasi biaya dan jadwal serta meningkatkan akurasi pengendalian sumber daya, sehingga diperlukan studi yang menilai efek penggunaan WBS‑BIM terhadap efektivitas manajemen proyek konstruksi. Selain itu, diperlukan evaluasi longitudinal yang melibatkan sampel proyek dengan variasi skala dan durasi yang lebih luas, menggunakan pendekatan metode campuran (mixed‑methods) untuk menilai dampak jangka panjang penerapan standar WBS terhadap kinerja biaya, waktu, dan kualitas hasil proyek. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi penyusunan standar WBS yang lebih responsif dan mendukung keberhasilan proyek konstruksi di berbagai konteks.

Read online
File size430.82 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test