PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan IndonesiaArtritis Reumatoid (AR) merupakan penyakit inflamasi kronik yang berdampak pada fungsi fisik, kondisi mental, dan kualitas hidup pasien. Hubungan antara tingkat aktivitas penyakit dan penanda inflamasi seperti C-Reactive Protein (CRP) dengan kualitas hidup masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara C-Reactive Protein dan DAS 28 terhadap SF 36 pada pasien Artritis Reumatoid (AR) di Rumah Sakit Royal Prima. Penelitian observasional ini menggunakan rancangan cross-sectional pada 60 orang pasien Artritis Reumatoid (AR) di Rumah Sakit Umum Royal Prima yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel convenience sampling. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, skor DAS28, kadar CRP, dan skor kualitas hidup (SF36). Data dianalisis secara deskriptif. Korelasi Spearman digunakan untuk menguji hubungan skor DAS28 dan kadar CRP dengan skor SF-36, sedangkan korelasi Kendall tau digunakan untuk menilai hubungan tingkat progresivitas penyakit dan kelompok kadar CRP dengan kualitas hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi lemah antara skor DAS28 dan kualitas hidup (p = 0,008; r = –0,339) serta komponen fisik (p = 0,008; r = –0,342), tetapi tidak dengan komponen mental (p = 0,073). Kadar CRP tidak berkorelasi dengan seluruh aspek kualitas hidup, dan hasil tetap tidak signifikan setelah pengelompokan. Maka, dapat disimpulkan bahwa aktivitas penyakit berhubungan dengan kualitas hidup total dan fisik pada pasien AR, sedangkan kadar CRP tidak menunjukkan hubungan bermakna. Faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien AR lebih terkait dengan tingkat aktivitas penyakit dibandingkan marker inflamasi.
Mayoritas pasien Artritis Reumatoid di Rumah Sakit Umum Royal Prima adalah perempuan dari kelompok usia dewasa akhir hingga lansia.Sebagian besar pasien memiliki tingkat aktivitas penyakit yang sedang, dengan jumlah pasien terbanyak pada kategori moderate disease activity.Sebaran nilai CRP di pasien menunjukkan proporsi yang hampir sama antara nilai normal dan tinggi.Dari segi kualitas hidup, mayoritas pasien berada pada kategori tingkat sedang, baik dalam komponen fisik maupun mental.Terdapat korelasi signifikan yang lemah antara tingkat aktivitas penyakit (DAS28) dengan kualitas hidup pasien, namun tidak ditemukan korelasi antara kadar CRP dan kualitas hidup (Fernández-Ávila et al.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa area penting. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk menginvestigasi bagaimana perubahan kadar CRP dan skor DAS28 secara progresif memengaruhi kualitas hidup pasien AR dalam jangka waktu yang lebih panjang. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan kausal antara biomarker inflamasi, aktivitas penyakit, dan kualitas hidup. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien AR, seperti dukungan sosial, tingkat kontrol nyeri, dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien AR dalam menghadapi penyakit mereka, termasuk tantangan yang mereka hadapi dalam mempertahankan kualitas hidup dan strategi koping yang mereka gunakan. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian kuantitatif dan kualitatif, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien AR dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini juga dapat mengarah pada pengembangan alat skrining yang lebih akurat untuk mengidentifikasi pasien AR yang berisiko mengalami penurunan kualitas hidup, sehingga memungkinkan intervensi dini untuk mencegah atau meminimalkan dampak negatif penyakit pada kualitas hidup mereka.
- Global, regional, and national burdens of rheumatoid arthritis in young adults from 1990 to 2019. global... doi.org/10.5114/aoms/183955Global regional and national burdens of rheumatoid arthritis in young adults from 1990 to 2019 global doi 10 5114 aoms 183955
- Penurunan skala nyeri pada pasien artritis rheumatoid melalui aroma terapi daun jeruk di Rumah Sakit... journal.victoryhaga.org/index.php/hjph/article/view/20Penurunan skala nyeri pada pasien artritis rheumatoid melalui aroma terapi daun jeruk di Rumah Sakit journal victoryhaga index php hjph article view 20
| File size | 566.87 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital saat ini menuntut guru, termasuk guru Sekolah Luar Biasa (SLB), untuk memiliki kemampuan literasi dan kompetensiLatar Belakang: Perkembangan teknologi digital saat ini menuntut guru, termasuk guru Sekolah Luar Biasa (SLB), untuk memiliki kemampuan literasi dan kompetensi
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Workshop meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang konsep dasar logistik serta peran teknologi informasi, terbukti dari kenaikan persentaseWorkshop meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang konsep dasar logistik serta peran teknologi informasi, terbukti dari kenaikan persentase
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Penelitian ini mengidentifikasi karakteristik responden pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, dengan rata-rata usia 53,28 tahun, mayoritasPenelitian ini mengidentifikasi karakteristik responden pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, dengan rata-rata usia 53,28 tahun, mayoritas
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Terapi foot massage diketahui dapat mengurangi nyeri pada pasien hipertensi. Tujuan: Mengetahui keberhasilan foot massage untuk mengatasi nyeri akut padaTerapi foot massage diketahui dapat mengurangi nyeri pada pasien hipertensi. Tujuan: Mengetahui keberhasilan foot massage untuk mengatasi nyeri akut pada
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Nyeri tersebut dapat diturunkan dengan pengobatan non farmakologis menggunakan pemberian jus tomat. Tujuan: penelitian ini untuk memberikan gambaran keefektifanNyeri tersebut dapat diturunkan dengan pengobatan non farmakologis menggunakan pemberian jus tomat. Tujuan: penelitian ini untuk memberikan gambaran keefektifan
UNARUNAR Tujuan umum dari Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam dan aroma terapiTujuan umum dari Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk menganalisis asuhan keperawatan dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam dan aroma terapi
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Hasil pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan pada lansia terkait manajemen nyeri sendi pada penderita asam urat dibuktikan 90% dari lansiaHasil pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan pada lansia terkait manajemen nyeri sendi pada penderita asam urat dibuktikan 90% dari lansia
UNIBAUNIBA Setelah pemberian kompres hangat, derajat dismenore menurun, dengan sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (56,8%). Terdapat pengaruh signifikanSetelah pemberian kompres hangat, derajat dismenore menurun, dengan sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (56,8%). Terdapat pengaruh signifikan
Useful /
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Salah satu terapi nonfarmakologis berpotensi membantu menurunkan tekanan darah adalah pemberian jus mentimun. Mentimun memiliki sifat hipotensif atau sifatSalah satu terapi nonfarmakologis berpotensi membantu menurunkan tekanan darah adalah pemberian jus mentimun. Mentimun memiliki sifat hipotensif atau sifat
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Saran: Lakukan senam ergonomik secara rutin 1-3 kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mengelola gejala hipertensi. Hipertensi adalahSaran: Lakukan senam ergonomik secara rutin 1-3 kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mengelola gejala hipertensi. Hipertensi adalah
UWMYUWMY 34 %, pH 4. 37, serta mempunyai rasa agak manis sedikit pahit dengan warna putih kecoklatan, aroma agak khas aroma anggur. Waktu fermentasi mempengaruhi34 %, pH 4. 37, serta mempunyai rasa agak manis sedikit pahit dengan warna putih kecoklatan, aroma agak khas aroma anggur. Waktu fermentasi mempengaruhi
UNIBAUNIBA Hasil penelitian inipada 72 responden, didapatkan (90,3%) responden dengan pengetahuan kurang,(69,5%) responden dengan perilaku kurang terhadap penangananHasil penelitian inipada 72 responden, didapatkan (90,3%) responden dengan pengetahuan kurang,(69,5%) responden dengan perilaku kurang terhadap penanganan