PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Hampir lebih dari 3 abad sejak kelahiran Yesus Kristus, para pengikutnya meyakini bahwa Allah Bapa adalah Tuhan yang sejati dan tak terjangkau. Namun, berbeda dengan Sang Putra yang dianggap tidak abadi dan diciptakan dari Sang Bapa. Muncul pertanyaan tentang bagaimana merumuskan status ketuhanan Yesus di hadapan Bapa. Konsep awal gereja dalam memahami hubungan antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus bersifat spekulatif, belum ada konsep definitif Tritunggal yang diterima secara luas. Dari pergumulan ini, muncul Kontroversi Arian pada abad ke-4, melibatkan Arius dan Athanasius. Arius berpendapat bahwa Ketuhanan Bapa dan Anak tidak selalu ada bersama dan berbeda dalam esensi. Artikel ini meninjau evolusi konsep Tritunggal dan Kontroversi Arian, memahami perbedaan argumen Arius dan Athanasius, serta bagaimana Athanasius menjadi landasan keimanan kekristenan.

Kontroversi Arian merupakan pergumulan teologis yang mendalam mengenai hakikat Yesus Kristus dan hubungannya dengan Allah Bapa.Perdebatan ini tidak hanya menyangkut persoalan doktrin, tetapi juga implikasi soteriologis dan eksistensial bagi iman Kristen.Kemenangan Athanasius menegaskan keilahian Kristus secara penuh dan menjadi dasar bagi doktrin Trinitas yang diakui secara luas dalam kekristenan.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menelusuri dampak Kontroversi Arian terhadap perkembangan teologi Trinitas di berbagai tradisi gereja, seperti gereja Ortodoks Timur dan gereja Protestan. Selain itu, studi komparatif mengenai interpretasi Kitab Suci yang digunakan oleh Arius dan Athanasius dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang perbedaan hermeneutik mereka. Terakhir, penelitian mengenai relevansi Kontroversi Arian dalam konteks dialog antaragama modern dapat membantu menjembatani kesenjangan pemahaman antara Kristen dan agama-agama lain, terutama dalam hal konsep ketuhanan dan keselamatan. Penelitian-penelitian ini penting untuk dilakukan karena pemahaman yang komprehensif tentang Kontroversi Arian tidak hanya memperkaya wawasan teologis, tetapi juga memberikan perspektif baru dalam menghadapi tantangan-tantangan keimanan di era modern. Dengan demikian, warisan intelektual dari perdebatan ini dapat terus menginspirasi dialog dan refleksi teologis yang relevan bagi konteks kontemporer.

Read online
File size376.36 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test