USNSJUSNSJ

Journal of Biological Science and EducationJournal of Biological Science and Education

Proses pembelajaran di kelas masih banyak menggunakan metode konvensional dan kurang kreatif dalam menyampaikan materi, yaitu model pembelajaran inovatif seperti model pembelajaran STAD belum diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 2 Wundulako. Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wundulako sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan kognitif awal yang sama. Terdapat dua kelas yang menjadi subjek penelitian, yaitu satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, masing-masing berjumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik non-tes berupa lembar observasi aktivitas belajar siswa, serta tes berbentuk soal pilihan ganda pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis inferensial terhadap hasil belajar siswa menggunakan uji-t sampel independen pada taraf signifikansi 0,05 menunjukkan nilai t hitung 8,799 dan t tabel 1,674. Karena t hitung ≥ t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model role playing pada materi sistem pencernaan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Wundulako.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disajikan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model role playing terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 2 Wundulako dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05.Model pembelajaran ini terbukti meningkatkan keterlibatan aktif siswa selama proses belajar mengajar.Penerapan model role playing pada materi sistem pencernaan memberikan dampak positif terhadap pencapaian hasil belajar kognitif siswa.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan model role playing terhadap retensi materi biologi pada siswa SMP, apakah peningkatan hasil belajar yang diperoleh bersifat sementara atau terus bertahan setelah beberapa waktu. Kedua, perlu dikaji penerapan model role playing pada materi biologi lainnya seperti sistem peredaran darah atau ekosistem, untuk mengetahui apakah efektivitas model ini konsisten di berbagai topik atau hanya terbatas pada materi sistem pencernaan. Ketiga, perlu diteliti bagaimana pengaruh modifikasi skenario role playing yang melibatkan konteks lokal atau budaya daerah terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa, mengingat konteks yang relevan dengan kehidupan nyata berpotensi meningkatkan keterhubungan emosional dan makna pembelajaran. Penelitian-penelitian tersebut dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kekuatan dan batasan model ini di berbagai dimensi. Selain itu, dapat dieksplorasi juga bagaimana peran guru dalam memandu skenario role playing secara efektif, serta pelatihan seperti apa yang dibutuhkan agar guru mampu mengimplementasikan model ini secara optimal. Dengan demikian, temuan dari penelitian lanjutan ini dapat menjadi dasar pengembangan modul pelatihan guru dan panduan pembelajaran yang lebih terstruktur. Penelitian juga dapat melihat variasi durasi dan frekuensi penerapan model ini dalam satu semester untuk menemukan titik optimal dalam desain pembelajaran. Pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam terhadap siswa dan guru setelah pelaksanaan role playing dapat memberikan wawasan tentang aspek afektif dan psikologis yang tidak terukur secara kuantitatif. Semua saran ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana model role playing dapat dimaksimalkan dalam konteks pendidikan biologi di sekolah menengah pertama.

Read online
File size744.94 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test