STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Matematika menjadi salah satu bidang studi yang wajib dipelajari akan tetapi hasil akhir para siswa dalam proses belajar dan pembelajaran di sekolah pada bidang studi matematika selalu rendah. Hal yang bisa digunakan untuk menarik minat siswa, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai yaitu model pembelajaran CUPs (Conceptual Understanding Procedures). Istilah Conceptual Understanding Prosedures (CUPs) dapat diartikan menjadi dua istilah yaitu Conceptual Understanding (pemahaman konsep) dan Procedures (langkah-langkah). Model ini menggunakan kontruktivisme dalam pendekatan, yaitu didasarkan pada keyakinan bahwa siswa membangun pemahaman konsep dengan memperluas pandangan yang sudah ada dengan dirinya sendiri. Prosedur juga memperkuat peran aktif siswa secara individu dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat menemukan suatu konsep secara mandiri sehingga memudahkan siswa dalam pemahaman materi pembelajaran yang diajarkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya . Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif jenis penelitian eksperimen Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Nonequivalent Posttest-only Control Group Desain. Populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas X di SMK PGRI 2 Jombang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan. Teknik sampel bertujuan digunakan peneliti karena didasarkan oleh pertimbangan peneliti dan guru kelas. Adapan pertimbangan yang diperoleh adalah satu jurusan kelas yang berjenis kelamin laki-laki sebagai kemudahan dalam pembentukan kelompok model pembelajaran CUPs dan Kemampuan siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol yang relatif sama dengan didasarkan rata-rata kelas pada nilai ulangan harian. Adapun kelas eksperimen yaitu X TPM 4 yang berjumlah 33 siswa dengan menggunakan model pembelajaran CUPs dan kelas kontrol yaitu kelas X TPM 1 yang berjumlah 33 siswa dengan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelalajaran CUPs. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan instrument berupa lembar tes hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dari nilai hasil belajar siswa dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian dengan menggunakan uji t dan sebelum itu akan diuji normalitas dan homogenitasnya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diperoleh nilai ..., maka ditolak dan diterima yang artinya ada perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas X SMK PGRI 2 Jombang dengan dan tanpa menggunakan model pembelajaran CUPs. Sehingga disimpulkan ada .

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,003 nilai sig ( maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan dan tanpa menerapkan model pembelajaran CUPs.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas model pembelajaran CUPS pada siswa perempuan atau kelas campuran untuk mengetahui apakah pengaruhnya sama pada kelompok gender yang berbeda, sehingga dapat memperluas generalisasi temuan. Selain itu, perlu dilakukan perbandingan langsung antara model CUPS dengan model pembelajaran aktif lainnya, misalnya pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran daring, guna menentukan model mana yang paling optimal dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada tingkat SMA. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dengan durasi satu semester atau lebih dapat diteliti untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penerapan CUPS terhadap retensi konsep matematika dan motivasi belajar siswa, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan efek positif model tersebut.

Read online
File size867.6 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test