UNESAUNESA

Jurnal Dialektika Pendidikan IPSJurnal Dialektika Pendidikan IPS

Permasalahan lingkungan, terutama pengelolaan sampah, menjadi isu global yang mendesak. Sampah plastik yang sulit terurai menimbulkan pencemaran, kerusakan ekosistem, dan ancaman kesehatan. Di Surabaya, meskipun program lingkungan telah berjalan, penerapan prinsip zero waste masih menghadapi tantangan. Sekolah berperan strategis membentuk generasi peduli lingkungan, salah satunya melalui pembelajaran kontekstual seperti Project Based Learning (PjBL) terintegrasi zero waste. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan gaya hidup zero waste melalui PjBL terhadap sikap peduli lingkungan siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experiment, melibatkan kelas VIII-D sebagai eksperimen dan VIII-J sebagai kontrol, dipilih dengan purposive sampling. Data diperoleh melalui angket sebelum dan angket sesudah perlakuan, dianalisis dengan N-Gain, Uji Mann Whitney, dan Wilcoxon menggunakan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan penerapan zero waste melalui PjBL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap peduli lingkungan. Rata-rata N-Gain Score 70 (kategori tinggi) pada kelas eksperimen, serta terdapat perbedaan signifikan dengan kelas kontrol. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif siswa, pemahaman kontekstual, dan sikap tanggung jawab terhadap lingkungan.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, penelitian ini secara empiris membuktikan bahwa penerapan gaya hidup zero waste melalui model pembelajaran Project-Based Learning berpengaruh signifikan dan positif terhadap peningkatan sikap peduli lingkungan siswa.Uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan sikap peduli lingkungan pada kelompok eksperimen setelah mengikuti pembelajaran berbasis proyek dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05).Selain itu, hasil Uji Mann-Whitney U mengonfirmasi bahwa terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang mendapatkan pembelajaran Project-Based Learning dan Problem-Based Learning, dengan skor rata-rata sikap peduli lingkungan kelompok eksperimen lebih tinggi (Mean Ranks = 48,27) dibandingkan kelompok kontrol (Mean Ranks = 24,07).Temuan ini menunjukkan bahwa PjBL tidak hanya efektif meningkatkan sikap peduli lingkungan, tetapi juga lebih unggul dibandingkan PBL karena memberikan pengalaman langsung, melatih kolaborasi, dan menginternalisasi nilai peduli lingkungan secara berkelanjutan melalui prinsip-prinsip zero waste.Temuan ini selaras dengan teori konstruktivisme dan teori sosial kognitif Bandura yang menekankan pentingnya pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna untuk membentuk sikap positif dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif dalam pendidikan IPS, khususnya dalam materi pemanfaatan sumber daya alam. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terintegrasi zero waste terbukti efektif dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan siswa. Selain itu, penting untuk terus mendorong penerapan gaya hidup zero waste di sekolah, baik melalui kebijakan sekolah maupun keterlibatan aktif siswa dalam proyek-proyek lingkungan. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan kolaboratif, serta mengukur dampak jangka panjang dari penerapan PjBL terhadap perilaku dan komitmen siswa dalam pelestarian lingkungan.

  1. PENERAPAN GAYA HIDUP ZERO WASTE SEBAGAI UPAYA PENYELAMATAN LINGKUNGAN DI INDONESIA | SIBATIK JOURNAL:... publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK/article/view/887PENERAPAN GAYA HIDUP ZERO WASTE SEBAGAI UPAYA PENYELAMATAN LINGKUNGAN DI INDONESIA SIBATIK JOURNAL publish ojs indonesia index php SIBATIK article view 887
Read online
File size444.56 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test