STKIP JBSTKIP JB

EdumathEdumath

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari pada semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Guru membutuhkan model pembelajaran yang membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap motivasi belajar siswa materi SPLTV kelas X SMAN 1 Ngimbang. Pendekatan penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan post test only control group design. Populasinya adalah semua kelas X SMAN 1 Ngimbang, yang terdiri dari kelas X-1 sampai dengan X-7. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara undian. Penelitian ini menggunakan dua kelompok sampel, sampel pertama siswa kelas X-7 sebagai kelas eksperimen sampel yang kedua siswa kelas X-5 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Instrumen yang digunakan adalah angket motivasi belajar berupa 19 item soal. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis statistik uji-t menggunakan program SPSS 20 for windows. Hasil uji-t diperoleh t hitung=3.177, dengan dk = 68 diperoleh t tabel=1.995dengan taraf signifikan 5%. Hal ini berarti t hitung> ¿ t tabel , sehingga H 0 ditolak dan H 1 diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan motivasi belajar siswa materi SPLTV kelas X SMAN 1 Ngimbang dengan dan tanpa menggunakan model Problem Based Learning. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Problem Based Learning terhadap motivasi belajar siswa materi SPLTV kelas X SMAN 1 Ngimbang.

Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample T Test, ditemukan bahwa model Problem Based Learning (PBL) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMAN 1 Ngimbang pada materi SPLTV.Hasil analisis statistik menunjukkan t hitung sebesar 3.177 lebih besar dari t tabel 1.995 (dengan dk=68 dan taraf signifikansi 5%), serta nilai signifikansi 2-tailed 0.Dengan demikian, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, membuktikan adanya perbedaan motivasi belajar antara kelompok siswa yang diajar dengan PBL dan yang tidak.

Meskipun penelitian ini telah menunjukkan pengaruh positif Model Problem Based Learning (PBL) terhadap motivasi belajar siswa pada materi SPLTV, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita. Pertama, penelitian mendatang dapat mengeksplorasi secara mendalam bagaimana efektivitas implementasi PBL dapat dioptimalkan, misalnya dengan mengidentifikasi komponen-komponen PBL yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar, serta adaptasinya untuk beragam materi pelajaran matematika atau jenjang pendidikan yang berbeda. Ini bisa mencakup studi komparatif antarvariasi desain PBL. Kedua, mengingat fokus penelitian saat ini pada motivasi, sangat disarankan untuk melakukan studi yang lebih komprehensif dengan turut mengukur dampak PBL pada variabel lain yang relevan, seperti peningkatan kemampuan pemecahan masalah, keterampilan berpikir kritis, atau capaian hasil belajar kognitif siswa secara langsung. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai manfaat model pembelajaran ini. Terakhir, untuk memperkuat validitas eksternal dan generalisasi temuan, peneliti selanjutnya dapat memperluas cakupan studi dengan melibatkan populasi siswa dari berbagai latar belakang sekolah atau daerah, serta menerapkan desain penelitian longitudinal. Pendekatan ini akan memungkinkan kita memahami keberlanjutan dampak PBL dalam jangka panjang dan di berbagai konteks pendidikan, sehingga rekomendasi penerapan PBL menjadi lebih kuat dan aplikatif bagi dunia pendidikan.

Read online
File size640.67 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test