STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA
INSAN USADAINSAN USADALatar Belakang: Stunting merupakan bentuk dari proses pertumbuhan yang terhambat, dan merupakan salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Oleh karena itu pola asuh orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan fisik dan kognitif anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Marga I. Metode: Chi Square merupakan uji komparatif non parametris yang dilakukan pada dua variabel, dimana skala data kedua variabel adalah nominal. Data yang telah diperoleh kemudian dilakukan proses pengolahan secara deskriptif dan dianalisa dengan program komputer. Pengambilan keputusan didasarkan pada nilai p (probability/probabilitas), jika nilai p ≤ alpha (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting. Sedangkan jika nilai p < alpha (0,05) berarti Ho gagal ditolak dan Ha ditolak, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting. Hasil: Hasil perhitungan statistic menggunakan uji Chi Square seperti seperti tabel 4.9 dapat diketahui bahwa hasil koefisien kolerasi sebesar 0,001 artinya ada hubunga pola asuh orang tua dengan kejadian stunting. Nilai sigifikan didapatkan hasil P-value (0,001) 0,005 sehingga dapat bahwa ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Marga I. Simpulan: ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Marga I.
Berdasarkan hasil analisis, terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Marga I.Hasil perhitungan statistik menunjukkan koefisien kolerasi sebesar <0,001 dan nilai p-value (<0,001) < 0,005, yang mengindikasikan bahwa pola asuh orang tua berperan penting dalam kejadian stunting.
Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap stunting, seperti pengetahuan ibu tentang gizi, akses terhadap layanan kesehatan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai penyebab stunting di wilayah tersebut dan merumuskan intervensi yang lebih efektif. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif orang tua mengenai pola asuh yang mereka terapkan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi tumbuh kembang anak. Pendekatan ini dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengembangan program edukasi dan pendampingan orang tua yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Terakhir, penelitian intervensi yang melibatkan peningkatan pola asuh orang tua dan pemberian edukasi gizi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas strategi pencegahan stunting yang komprehensif.
| File size | 211.3 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
MALAHAYATIMALAHAYATI Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media poster dan metode think pair share dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahanPenelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media poster dan metode think pair share dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahan
UMPUMP 001 (p < 0. 05). There is a statistically significant difference in menstrual hygiene knowledge among fifth-and sixth-grade female students before and001 (p < 0. 05). There is a statistically significant difference in menstrual hygiene knowledge among fifth-and sixth-grade female students before and
UNARUNAR Pengetahuan tersebut berhubungan signifikan dengan peningkatan efikasi diri dan sikap positif dalam menjaga kesehatan.media audio‑visual terbukti efektifPengetahuan tersebut berhubungan signifikan dengan peningkatan efikasi diri dan sikap positif dalam menjaga kesehatan.media audio‑visual terbukti efektif
UNARUNAR Tujuan penelitian ini adalah unutk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMPTujuan penelitian ini adalah unutk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas KediriTerdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kediri
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Hasil: Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan responden terhadap sikap masyarakat mengenai pencegahan kasus rabies di Banjar Sanggulan Desa BanjarHasil: Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan responden terhadap sikap masyarakat mengenai pencegahan kasus rabies di Banjar Sanggulan Desa Banjar
UMSBUMSB Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa ibu hamil dengan pengetahuan baik sebesar 91,7%,Analisis univariat dan bivariat dilakukan dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa ibu hamil dengan pengetahuan baik sebesar 91,7%,
UMSBUMSB Rasidin tahun 2022 diperoleh rerata waktu tunggu farmasi obat jadi di depo farmasi rawat jalan adalah 2 jam 36 menit. Sedangkan rerata waktu tunggu obatRasidin tahun 2022 diperoleh rerata waktu tunggu farmasi obat jadi di depo farmasi rawat jalan adalah 2 jam 36 menit. Sedangkan rerata waktu tunggu obat
Useful /
UNARUNAR Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan didapatkan 56 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antaraPengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan didapatkan 56 sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara
UNARUNAR PS yaitu di hari pertama tingkat nyeri yang dirasakan Ny. PS berskala 6 lalu pada hari ketiga skala nyari yang dirasakan Ny. PS turun menjadi skala 1.PS yaitu di hari pertama tingkat nyeri yang dirasakan Ny. PS berskala 6 lalu pada hari ketiga skala nyari yang dirasakan Ny. PS turun menjadi skala 1.
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Sampel sebanyak 166 orang dipilih dengan stratified random sampling. Alat pengumpul data berupa kuesioner kemampuan koping dan kesehatan mental. Hasil:Sampel sebanyak 166 orang dipilih dengan stratified random sampling. Alat pengumpul data berupa kuesioner kemampuan koping dan kesehatan mental. Hasil:
STTABSTTAB Peranan orangtua bagi anak‑anaknya dalam pertumbuhan rohaninya sangat penting, dan dimulai sejak usia dini. Pengajaran untuk pertumbuhan rohani anakPeranan orangtua bagi anak‑anaknya dalam pertumbuhan rohaninya sangat penting, dan dimulai sejak usia dini. Pengajaran untuk pertumbuhan rohani anak