AKESRUSTIDAAKESRUSTIDA
Jurnal Ilmiah Kesehatan RustidaJurnal Ilmiah Kesehatan RustidaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas teknik pernafasan Papworth terhadap pengontrolan asma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperimen. Jumlah responden sebanyak 34 dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis penelitian ini menggunakan uji paired sample T-test. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah teknik pernafasan Papworth, sedangkan variabel terikat adalah pengontrolan asma. Instrumen yang digunakan adalah Asthma Control Test dan Spirometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengontrolan asma meningkat dari 18,88 menjadi 20,29 dengan nilai signifikansi (p value) sebesar 0,01. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan kontrol asma sebelum dan sesudah dilakukan teknik pernafasan Papworth.
Karakteristik usia responden sebagian besar berada pada rentang 45-65 tahun (64,7%), jenis kelamin perempuan (58,8%), pendidikan SMA (58,8%), dan pekerjaan lainnya (44,1%).Rata-rata pengontrolan asma meningkat dari 18,88 sebelum dilakukan teknik pernafasan Papworth menjadi 20,29 setelah intervensi.Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,01), yang mendukung efektivitas teknik pernafasan Papworth dalam meningkatkan pengontrolan asma.
Penelitian lanjutan dapat menguji apakah teknik pernafasan Papworth dapat mempertahankan peningkatan pengontrolan asma dalam jangka panjang, misalnya setelah 6 atau 12 bulan intervensi, untuk mengetahui keberlanjutan efeknya. Selain itu, studi baru dapat membandingkan efektivitas teknik Papworth dengan teknik pernapasan lain seperti Buteyko atau yoga pernapasan pada pasien asma dengan tingkat keparahan yang sama, untuk menentukan teknik mana yang paling efektif dalam konteks masyarakat Indonesia. Terakhir, penelitian dapat menggali bagaimana faktor sosial-budaya, seperti tingkat pendidikan atau kepercayaan lokal terhadap terapi non-farmakologis, memengaruhi kepatuhan dan hasil penerapan teknik pernafasan Papworth, sehingga intervensi bisa lebih disesuaikan dengan konteks lokal dan meningkatkan penerimaan masyarakat.
| File size | 140.56 KB |
| Pages | 9 |
| Short Link | https://juris.id/p-2Hw |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di wilayah kerjaTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan pada kejadian DBD di wilayah kerja
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Keberhasilan perilaku pemberantasan jentik nyamuk Aedes Aegypti bergantung pada cara pemberian edukasi, edukasi yang baik dan benar dapat berdampak padaKeberhasilan perilaku pemberantasan jentik nyamuk Aedes Aegypti bergantung pada cara pemberian edukasi, edukasi yang baik dan benar dapat berdampak pada
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang telah dilakukan uji validitas. Uji analisis yang digunakan yaitu uji statistik Spearman Rank dengan nilaiInstrument yang digunakan adalah kuesioner yang telah dilakukan uji validitas. Uji analisis yang digunakan yaitu uji statistik Spearman Rank dengan nilai
UIBUUIBU Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D oleh Thiagarajan et al. yang meliputi 4 tahapan: Define, design, design dan Disseminate. Pengujian produkPenelitian ini menggunakan model pengembangan 4D oleh Thiagarajan et al. yang meliputi 4 tahapan: Define, design, design dan Disseminate. Pengujian produk
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Fokus utama terutama pada peningkatan kurikulum, sementara aspek lain dari TQM masih kurang terstruktur. Peran pemimpin sangat penting dalam menggerakkanFokus utama terutama pada peningkatan kurikulum, sementara aspek lain dari TQM masih kurang terstruktur. Peran pemimpin sangat penting dalam menggerakkan
STIESTIE Besar sampel 40 WUS di Perumahan Rawa Indah Penajam. Hasil: sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan pap smear dalam kategoriBesar sampel 40 WUS di Perumahan Rawa Indah Penajam. Hasil: sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan pap smear dalam kategori
URECOLURECOL Pengujian blackbox dan pengujian kompatibilitas memperoleh hasil yang sama dengan presentase 100%. Dengan demikian, maka aplikasi media pembelajaran memperolehPengujian blackbox dan pengujian kompatibilitas memperoleh hasil yang sama dengan presentase 100%. Dengan demikian, maka aplikasi media pembelajaran memperoleh
STIALANSTIALAN Dari dua model mediasi sederhana ini terlihat bahwa model terbaik untuk meningkatkan prestasi kerja adalah melalui kepemimpinan, motivasi, dan prestasiDari dua model mediasi sederhana ini terlihat bahwa model terbaik untuk meningkatkan prestasi kerja adalah melalui kepemimpinan, motivasi, dan prestasi
Useful /
STITMUHBASTITMUHBA Namun, tidak ada perbedaan signifikan antara kedua strategi tersebut. Sebaliknya, motivasi siswa terbukti berpengaruh signifikan terhadap hasil belajarNamun, tidak ada perbedaan signifikan antara kedua strategi tersebut. Sebaliknya, motivasi siswa terbukti berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar
STIKESADVAITAMEDIKASTIKESADVAITAMEDIKA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Marga II pada tahunPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Marga II pada tahun
STIESTIE Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan metode pembelajaran simulasi dan belajar mandiri mahasiswa dengan hasil evaluasi belajar Asuhan IntranatalHasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan metode pembelajaran simulasi dan belajar mandiri mahasiswa dengan hasil evaluasi belajar Asuhan Intranatal
STIESTIE Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dan penyebab kematian pada anak-anak di negara berkembang. Pencemaran udaraInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular dan penyebab kematian pada anak-anak di negara berkembang. Pencemaran udara