UNAIUNAI

Jurnal Skolastik KeperawatanJurnal Skolastik Keperawatan

Latar belakang: Lansia merupakan proses penuaan ditandai dengan adanya penurunan daya tahan fisik, dan rentang mengalami kesehatan. Pertumbuhan penduduk lansia di berbagai wilayah akan menimbulkan berbagai masalah fungsional seperti penurunan tingkat kognitif dan penyakit hipertensi. Hal ini akan terlihat pada lansia yang mengalami gangguan orientasi, perhatian, konsentrasi, berpikir, mengingat, dan bahasa serta gangguan pengetahuan seperti masalah proses berhitung, berkomunikasi, dan dalam memecahkan suatu masalah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain dakon terhadap fungsi kognitif lansia hipertensi di wilayah Puskesmas Sumbang 1. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan pendekatan pre-eksperiment one group pre-test-posttest dengan jumlah responden sebanyak 28 lansia yang mengalami hipertensi, pengukuran fungsi kognitif menggunakan instrument Mini Mental State Examination (MMSE) yang dilakukan sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain dakon. Hasil: penelitian ada perbedaan yang signifikan dalam skor pretest dan posttest (p = 0,000). Diskusi: Pada penelitian terapi bermain dakon dapat meningkatkan status kognitif lansia hipertensi.

Mayoritas lansia hipertensi di Puskesmas Sumbang 1 berusia 60‑74 tahun dengan pendidikan dasar.Terapi bermain dakon secara signifikan meningkatkan fungsi kognitif lansia tersebut.Hasil penelitian menunjukkan pengaruh terapi tersebut terukur secara statistik (p = 0,000).

Penelitian selanjutnya dapat menggali efektivitas terapi bermain dakon dalam jangka panjang dengan menambah periode follow‑up minimal enam bulan untuk menilai keberlanjutan peningkatan kognitif, serta membandingkan antara satu kelompok yang menerima terapi dakon dan kelompok kontrol tanpa intervensi guna memperkuat validitas internal. Selain itu, studi kualitatif dapat memeriksa persepsi partisipan mengenai pengalaman bermain dakon, sehingga memahami faktor motivasi dan keterlibatan sosial yang mungkin memengaruhi hasil kognitif. Terakhir, penelitian terintegrasi dapat menambahkan variabel fisiologis, seperti tekanan darah dan aktivitas fisik, guna mengidentifikasi mekanisme biokimia yang mendasari peningkatan fungsi kognitif setelah terapi dakon.

  1. Vol. 19 No. 2 (2016): Juli | Jurnal Keperawatan Indonesia. jurnal keperawatan skip main content navigation... jki.ui.ac.id/index.php/jki/issue/view/51Vol 19 No 2 2016 Juli Jurnal Keperawatan Indonesia jurnal keperawatan skip main content navigation jki ui ac index php jki issue view 51
  1. #mental remaja#mental remaja
  2. #penelitian eksperimental#penelitian eksperimental
Read online
File size611.53 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-16C
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test