DINIYAHDINIYAH
Al-AbyadhAl-AbyadhTujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Kemampuan problem solving pada pembelajaran sains dengan menggunakan metode demonstrasi di kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung. 2) Kemampuan problem solving pada pembelajaran sains dengan menggunakan metode eksplorasi lingkungan di kelompok B RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung. 3) Perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara yang menggunakan metode demonstrasi dengan menggunakan metode eksplorasi lingkungan pada kelompok B di RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen, dengan subjek penelitian ini terdiri dari dua kelas yakni kelas eksperimen berjumlah 12 siswa dan kelas kontrol berjumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) kelas eksperimen dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu 25,75, sedangkan nilai rata-rata (mean) kelas kontrol yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan yaitu 25,17. Dengan kata lain, nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari pada nilai rata-rata kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti Ha: μ_A≠μ_B: Terdapat perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara yang menggunakan metode demonstrasi dengan yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan pada kelompok B di RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung.
Berdasarkan hasil penelitian tentang kemampuan problem solving menggunakan metode demonstrasi dan metode eksplorasi lingkungan pada kelompok B RA AL-Muhajir sebagai berikut.Kemampuan problem solving kelas eksperimen di RA Al-Muhajir yang menggunakan metode demonstrasi, memperoleh nilai rata-rata sebesar 72,5 pada saat pretest.Nilai tersebut berada pada rentang 63-82, dengan interpretasi BSH.Adapun untuk kemampuan problem solving pada saat posttest memperoleh nilai rata-rata sebesar 77,81 dengan interpretasi BSH.Artinya, kemampuan problem solving pada anak usia 5-6 tahun di RA Al-Muhajir pada kelas eksperimen yang menggunakan metode demonstrasi pada pembelajaran sains berada pada tingkat berkembang sesuai harapan.Kemampuan problem solving kelas kontrol di RA Al-Muhajir yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan, memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,75 pada saat pretest.Nilai tersebut berada pada rentang 63-82, dengan interpretasi BSH.Adapun untuk kemampuan problem solving pada saat posttest memperoleh nilai rata-rata sebesar 76,19 dengan interpretasi BSH.Artinya, kemampuan problem solving pada anak usia 5-6 tahun di RA Al-Muhajir pada kelas kontrol yang menggunakan metode eksplorasi pada pembelajaran sains berada pada tingkat berkembang sesuai harapan.Di mana hal ini sejalan dengan tujuan metode eksplorasi lingkungan, yaitu metode tidak hanya fokus pada mentransfer ilmu, pengetahuan, dan pemahaman, intepretasi, namun harus diimbangi juga dengan peningkatan mutu ajar.Melalui kegiatan sains, anak diajak untuk bereksplorasi,menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat denganya, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.Perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains dapat terlihat dari hasil nilai rata-rata (mean) kelas eksperimen dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu 25,75, sedangkan nilai rata-rata (mean) kelas kontrol yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan yaitu 25,17.Dengan kata lain, nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari pada nilai rata-rata kelas kontrol.Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti Ha.Terdapat perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara anak usia 5-6 tahun yang menggunakan metode demonstrasi dengan yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan pada kelompok B di RA Al-Muhajir Panyileukan Kota Bandung.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang menunjukkan bahwa kemampuan mengenal problem solving pada anak usia 5-6 tahun yang menggunakan metode demonstrasi lebih baik dari anak usia 5-6 tahun yang menggunakan eksplorasi lingkungan, maka diajukan saran-saran: 1. Bagi sekolah, pembelajaran dengan metode demonstrasi dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains. 2. Bagi guru, dalam meningkatkan kemampuan problem solving anak, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih menarik dengan bantuan metode demonstrasi. 3. Bagi orang tua, dapat menstimulasi kemampuan problem solving anak dengan menggunakan metode demonstrasi yang tersedia di rumah. 4. Bagi peneliti selanjutnya, dapat melaksanakan penelitian untuk menstimulasi kemampuan problem solving melalui metode lain selain metode demonstrasi.
| File size | 517.41 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolah
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Data dikumpulkan melalui lembar pretest dan posttest. Berdasarkan analisis data siswa diperoleh nilai rata-rata dengan pretetst adalah 44, sedangkan rata-rataData dikumpulkan melalui lembar pretest dan posttest. Berdasarkan analisis data siswa diperoleh nilai rata-rata dengan pretetst adalah 44, sedangkan rata-rata
ABULYATAMAABULYATAMA Intrumen Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes akhir dan pengolahan data menggunakan uji independent sample t-tes. Hasil analisisIntrumen Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes akhir dan pengolahan data menggunakan uji independent sample t-tes. Hasil analisis
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Upaya mengembangkan hardskill dan softskill pada peserta didik dalam pembelajaran di sekolah, agar peserta didik memiliki kemampuan 4C (critical thinking,Upaya mengembangkan hardskill dan softskill pada peserta didik dalam pembelajaran di sekolah, agar peserta didik memiliki kemampuan 4C (critical thinking,
STKIP JBSTKIP JB Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,003 nilai sig ( maka H0 ditolak dan H1 diterima yangBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,003 nilai sig ( maka H0 ditolak dan H1 diterima yang
STKIP JBSTKIP JB Peserta didik juga dapat menemukan suatu konsep secara mandiri sehingga memudahkan peserta didik dalam pemahaman materi pembelajaran yang diajarkan. TujuanPeserta didik juga dapat menemukan suatu konsep secara mandiri sehingga memudahkan peserta didik dalam pemahaman materi pembelajaran yang diajarkan. Tujuan
UNDIKMAUNDIKMA Instrumen yang digunakan berupa tes esai 5 soal tentang kemampuan berpikir kreatif, yang telah divalidasi oleh ahli dan siswa kelas 8 dari berbagai sekolah.Instrumen yang digunakan berupa tes esai 5 soal tentang kemampuan berpikir kreatif, yang telah divalidasi oleh ahli dan siswa kelas 8 dari berbagai sekolah.
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pada uji normalitas dan homogenitas juga berdistribusi normal dan homogen, kemudian pada uji paired sampleBerdasarkan hasil penelitian diperoleh data pada uji normalitas dan homogenitas juga berdistribusi normal dan homogen, kemudian pada uji paired sample
Useful /
STIKES BHSTIKES BH Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap infeksi saluran pernapasan akut pada balita di wilayah kerja PuskesmasTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap infeksi saluran pernapasan akut pada balita di wilayah kerja Puskesmas
STIKES BHSTIKES BH 022 dengan sampel sebanyak 58 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: ada hubungan antara umur (p value 0,040), jenis kelamin (p value022 dengan sampel sebanyak 58 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: ada hubungan antara umur (p value 0,040), jenis kelamin (p value
STIKES BHSTIKES BH Pemberian perhatian dan motivasi kepada perawat agar dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatannya supaya tidak terjadi burnout perawat melalui penerapanPemberian perhatian dan motivasi kepada perawat agar dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatannya supaya tidak terjadi burnout perawat melalui penerapan
STIKES BHSTIKES BH Pendahuluan: Stunting menjadi permasalahan gizi prioritas yang perlu dilakukan tindakan pencegahan atau penanggulangan secara optimal karena berdampakPendahuluan: Stunting menjadi permasalahan gizi prioritas yang perlu dilakukan tindakan pencegahan atau penanggulangan secara optimal karena berdampak