STKIP PESSELSTKIP PESSEL
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan SekolahPerilaku agresif merupakan salah satu bentuk gangguan yang sering muncul pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), khususnya pada tipe hiperaktif-impulsif. Perilaku ini dapat mengganggu proses pembelajaran dan menciptakan lingkungan kelas yang tidak kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku agresif anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) melalui penerapan teknik modifikasi perilaku response cost. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen Single Subject Research (SSR) desain AB, yaitu perbandingan antara kondisi baseline (A) dan kondisi intervensi (B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan teknik response cost, terjadi penurunan frekuensi perilaku agresif pada subjek. Hal ini membuktikan bahwa response cost efektif digunakan sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui apakah teknik response cost untuk mengurangi perilaku agresif pada anak ADHD yang dilakukan pada dua kondisi yaitu baseline (A) sebanyak tiga pertemuan, dan Intervensi (B) sebanyak delapan pertemuan.Teknik response cost bekerja sebagai hukuman yang menyebabkan penurunan frekuensi perilaku yang tidak diinginkan.Dengan demikian, penggunaan teknik modifikasi perilaku response cost untuk mengurangi perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) mampu atau efektif daalam mengurangi perilaku tersebut.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas teknik response cost dalam kombinasi dengan intervensi lain, seperti pelatihan sosial atau terapi perilaku kognitif, untuk melihat apakah kombinasi tersebut memberikan hasil yang lebih optimal dalam mengurangi perilaku agresif pada anak ADHD. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan teknik response cost, seperti karakteristik anak (usia, tingkat keparahan ADHD) atau karakteristik lingkungan (dukungan guru, keterlibatan orang tua), untuk mengembangkan panduan implementasi yang lebih efektif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam, termasuk anak-anak dengan komorbiditas (kondisi medis atau psikologis lain yang terjadi bersamaan dengan ADHD), untuk meningkatkan generalisasi temuan penelitian.
- HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SUPORTER SEPAKBOLA PANSER BIRU BANYUMANIK SEMARANG... ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/21843HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA SUPORTER SEPAKBOLA PANSER BIRU BANYUMANIK SEMARANG ejournal3 undip ac index php empati article view 21843
- Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat. perilaku anak agresif asesmen kes jurnal fakultas kesehatan... journal.uad.ac.id/index.php/KesMas/article/view/1057Kes Mas Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat perilaku anak agresif asesmen kes jurnal fakultas kesehatan journal uad ac index php KesMas article view 1057
- Aplikabilitas Metode Applied Behavior Analysis untuk Mengurangi Perilaku Anak ADHD (Attention Deficit... doi.org/10.24090/insania.v16i1.1577Aplikabilitas Metode Applied Behavior Analysis untuk Mengurangi Perilaku Anak ADHD Attention Deficit doi 10 24090 insania v16i1 1577
- Strategi Guru Dalam Mengatasi Perilaku Agresif Anak Usia Dini di TK Negeri Kihadjar Dewantoro 1 | Student... ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/SJECE/article/view/2055Strategi Guru Dalam Mengatasi Perilaku Agresif Anak Usia Dini di TK Negeri Kihadjar Dewantoro 1 Student ejournal fip ung ac ojs index php SJECE article view 2055
| File size | 364.95 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNYUNY Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sample yang digunakan sejumlahPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Sample yang digunakan sejumlah
UNNESUNNES Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitiannya komparatif yang bertujuan untuk melihat tentang perbedaan dari sesuatu. PopulasiJenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitiannya komparatif yang bertujuan untuk melihat tentang perbedaan dari sesuatu. Populasi
PELNIPELNI Salah satu tindakan keperawatan yang dapat diberikan yaitu latihan terapi bercakap-cakap untuk membantu pasien mengalihkan perhatian dari suara halusinasi.Salah satu tindakan keperawatan yang dapat diberikan yaitu latihan terapi bercakap-cakap untuk membantu pasien mengalihkan perhatian dari suara halusinasi.
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Metode penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang berkerjaMetode penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang berkerja
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Analisa dilakukan dengan proses komputerisasi melalui uji t-paired. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa respon neuropati sebelum dilaksanakanAnalisa dilakukan dengan proses komputerisasi melalui uji t-paired. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa respon neuropati sebelum dilaksanakan
UPI YAIUPI YAI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dari jumlah mahasiswa terdaftar sebanyakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dari jumlah mahasiswa terdaftar sebanyak
SIDUCATSIDUCAT Perilaku agresif mengacu pada tindakan yang disengaja dengan tujuan menyebabkan kerugian atau melukai orang lain. Masa remaja adalah fase kritis yang menghubungkanPerilaku agresif mengacu pada tindakan yang disengaja dengan tujuan menyebabkan kerugian atau melukai orang lain. Masa remaja adalah fase kritis yang menghubungkan
UNUBLITARUNUBLITAR Remaja yang ditinggalkan orang tua merantau membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar, kemampuan mengevaluasi diri, tingkat religiusitas yang tinggi,Remaja yang ditinggalkan orang tua merantau membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar, kemampuan mengevaluasi diri, tingkat religiusitas yang tinggi,
Useful /
PELNIPELNI Intervensi bermain paper clay terbukti efektif meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak usia prasekolah. Ketiga responden mengalami peningkatanIntervensi bermain paper clay terbukti efektif meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak usia prasekolah. Ketiga responden mengalami peningkatan
PELNIPELNI Peningkatan skor Braden pada kedua responden menunjukkan penurunan risiko dekubitus dari kategori sedang menjadi ringan. Intervensi ini dapat direkomendasikanPeningkatan skor Braden pada kedua responden menunjukkan penurunan risiko dekubitus dari kategori sedang menjadi ringan. Intervensi ini dapat direkomendasikan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Dengan demikian, Bacara berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran membaca permulaan, sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang lebihDengan demikian, Bacara berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran membaca permulaan, sekaligus mendukung terwujudnya pendidikan yang lebih
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian dilakukan di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, danPenelitian dilakukan di UPT SDN 16 Pasar Sungai Tunu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan